المزّمّل (Al-Muzzammil)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
لَكَ
bagimu
فِى
pada
النَّهَارِ
siang hari
سَبْحًا
pekerjaan/urusan
طَوِيْلًاۗ
panjang/banyak
﴿٧﴾
Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
5482 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

7. Di siang hari kamu punya kegiatan dan aktivitas demi kemaslahatanmu, serta kesibukan lapang untuk mengemban urusan risalah, maka berkonsentrasilah untuk beribadah kepada Tuhanmu di malam hari.

Sumber: https://tafsirweb.com/11503-surat-al-muzzammil-ayat-7.html

Tafsir as-Sa'di

7. Tidak seperti di siang hari, karena di waktu siang maksud-maksud ini tidak bisa dicapai. Karena itu Allah berfirman, “Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak),” yakni, untuk memenuhi kebutuhan dan penghidupan yang menyebabkan hati sibuk dengan yang lain, tidak konsentrasi secara sempurna.

Sumber: https://tafsirweb.com/11503-surat-al-muzzammil-ayat-7.html

Tafsir Al-Wajiz

7. Sesungguhnya pada waktu siang kalian semua telah sibuk dengan urusan dan pemenuhan kebutuhan hidup kalian masing-masing, maka dirikanlah shalat malam

Sumber: https://tafsirweb.com/11503-surat-al-muzzammil-ayat-7.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-9 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada RasulNya ﷺ untuk meninggalkan selimut yang menutupi dirinya di malam hari, lalu bangun untuk menunaikan ibadah kepada Tuhannya سبحانه وتعالى, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedangkan mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka (16)) (Surah As-Sajdah) Demikianlah Nabi ﷺ, beliau mengerjakan apa yang diperintahkan Allah سبحانه وتعالى kepadanya seperti qiyamul lail.Hal itu wajib khusus bagi Nabi ﷺ, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan pada sebagian malam hari bersalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji (79)) (Surah Al-Isra’) di sini Allah menjelaskan kadar waktu baginya untuk melakukan qiyamul lail .Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Hai orang yang berselimut (Muhammad), (1) bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya) (2)) (Hai orang yang berselimut (1)) yaitu wahai orang yang sedang tidur.Qatadah berkata bahwa maknannya adalah orang yang berselimut dengan pakaiannya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Hai orang yang berselimut (1)) Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Wahai Muhammad, engkau selimuti Al-Qur'an" Firman Allah سبحانه وتعالى: ((yaitu) seperduanya) badal dari malam hari, (atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua) yaitu Kami memerintakan kepadamu untuk melakukan shalat di tengah malam, lebih sedikit atau kurang sedikit tidak ada dosa bagimu dalam hal itu. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan) yaitu, bacalah Al-Qur'an dengan perlahan-lahan karena sesungguhnya bacaan seperti ini membantu untuk memahami dan merenungkannya, dan demikianlah Nabi ﷺ membacanya.Aisyah berkata bahwa Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an lalu beliau membacanya dengan tartil sehingga bacaan beliau paling Iama dibandingkan dengan orang lain. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat (5)) Al-Hasan dan Qatadah berkata bahwa maknanya adalah berat mengamalkannya. DIkatakan bahwa itu adalahberat saat diturunkan karena keagungannya.Sebagaimana yang dikatakan Zaid bin Tsabi bahwa pernah diturunkan wahyu kepada Rasulullah ﷺ, sedangkan paha beliau ada di atas pahaku. Maka hampir saja pahaku remuk. Firman Allah سبحانه وتعالى (Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan (6)) Abu Ishaq meriwayatkan dari Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas, bahwa kata “nasya’a” adalah berdiri dalam bahasa Habsyah.Ibnu Abbas berkata bahwa malam hari seluruhnya dinamakan “nasyi’ah”. Demikian juga dikatakan Mujahid dan lainnya Jadi “nasyi’atul lail” adalah waktu dari malam hari, yang keseluruhannya dinamakan “nasyi’ah”, yaitu bagian-bagiannya. Makna yang dimaksud adalah bahwa melakukan qiyamul lail itu lebih antara hati dan lisan dan lebih meresap ketika membaca Al-Qur’an.Oleh karena itu Allah berfirman: (adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan) yaitu lebih meresap dalam hati dalam menunaikan bacaan Al-Qur'an dan lebih mudah memahaminya daripada shalat di siang hari, karena siang hari merupakan waktu menyebar manusia, banyak suara gaduh dan waktu mencari penghidupan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak)) Mujahid dan Qatadah berkata bahwa makna yang dimaksud adalah waktu luang yang panjang. As-Suddi berkata bahwa maknannya adalah sunnah yang banyak. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (bangunlah (untuk salat) di malam hari, kecuali sedikit (darinya) (2) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit) Hal ini memberatkan orang-orang mukmin, kemudian Allah memberikan keringanan kepada mereka dan mengasihi mereka.Jadi Allah menurunkan firmanNya setelah itu: (Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang lain, mereka berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah) sampai firmanNya: (maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an) (Surah Al-Muzzammil: 20) Maka Allah سبحانه وتعالى memberikan keluasan bagi mereka, (segala puji bagi Allah) dan Dia tidak mempersulit mereka.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan (8)) yaitu perbanyaklah mengingatNya dan luangkanlah waktu untuk beribadah kepadaNya jika kamu telah selesai dari kesibukanmu dan menyelesaikan apa yang kamu butuhkan berupa urusan duniamu, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (7)) (Surah Asy-Syarh) yaitu apabila kamu telah selesai dari kesibukanmu, maka luangkanlah dirimu untuk mengerjakan ketaatan dan beribadah kepadaNya, agar kamu menjadi orang yang berlapang dada.Ibnu Zaid mengatakan hal yang semakna dengan itu atau mendekatinya. Ibnu Abbas dan Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan) yaitu, ikhlaslah dalam beribadah kepadaNya. Ibnu Jarir berkata, bahwa dikatakan kepada seorang hamba bahwa dia adalah orang yang tekun beribadah.Termasuk di dalamnya adalah hadits yang melarang melakukan tabattul, yaitu menghabiskan seluruh usia untuk beribadah dan meninggalkan perkawinan. Firman Allah سبحانه وتعالى: ((Dialah) Tulian timur dan barat, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai Pelindung (9)) yaitu Dialah Dzat yang Maha Merajai, yang Mengatur semua yang ada di timur dan barat, tidak ada Tuhan selain Dia. Maka sebagaimana kamu mengesakan Dia dalam ibadah, esakanlah juga Dia dalam bertawakal, dan jadikanlah Dia sebagai Pelindung.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya) (Surah Hud: 123) dan (Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami meminta pertolongan (5)) (Surah Al-Fatihah) dan banyak ayat lain yang semakna dengan ini yang mengandung perintah untuk mengesakan peribadatan dan ketaatan hanya kepada Allah, serta berserah diri hanya kepadaNya

Sumber: https://tafsirweb.com/11503-surat-al-muzzammil-ayat-7.html

Informasi

Surat

المزّمّل (Al-Muzzammil)

Orang Yang Berselimut — 20 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

7 dari 20 ayat

Juz

Juz 29

Halaman

Halaman 574

Ruku

Ruku 508

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 115 (229/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5482 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-73