النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
فَكَيْفَ
maka bagaimanakah
اِذَآ
apabila
اَصَابَتْهُمْ
menimpa mereka
مُّصِيْبَةٌ
musibah
ۢبِمَا
dengan sebab
قَدَّمَتْ
perbuatan
اَيْدِيْهِمْ
tangan-tangan mereka
ثُمَّ
kemudian
جَاۤءُوْكَ
mereka datang kepadamu
يَحْلِفُوْنَ
mereka bersumpah
بِاللّٰهِ
dengan/demi Allah
ۖاِنْ
sekali-kali tidak
اَرَدْنَآ
kami menghendaki
اِلَّآ
kecuali/selain
اِحْسَانًا
kebaikan
وَّتَوْفِيْقًا
dan perdamaian yang sempurna
﴿٦٢﴾
Maka bagaimana halnya apabila (kelak) musibah menimpa mereka (orang munafik) disebabkan perbuatan tangannya sendiri, kemudian mereka datang kepadamu (Muhammad) sambil bersumpah, “Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain kebaikan dan kedamaian.”
555 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Maka bagiamana keadaan orang-orang munafik itu apabila musibah menimpa mereka lantaran dosa-dosa yang mereka perbuat dengan tangan-tangan mereka. Kemudian mereka datang kepadamu (wahai rosul) memberi alasan dan menguatkan kepadamu bahwa sesungguhnya mereka tidak bermaksud dengan perbuatan-perbuatan mereka kecuali berbuat baik dan mendamaikan antara pihak-pihak yang bertikai.
Sumber: https://tafsirweb.com/1594-surat-an-nisa-ayat-62.html
Tafsir as-Sa'di
62. “Maka bagaimanakah” kondisi mereka orang-orang yang tersesat, “apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri” berupa kemaksiatan-kemaksiatan, di antaranya adalah berhukum dengan thagut, “kemudian mereka datang kepadamu” dengan maksud untuk meminta maaf atas apa yang telah mereka lakukan seraya berkata, “Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna,” maksudnya, tidakkah kami bermaksud dengan hal itu kecuali berbuat baik kepada dua belah pihak yang berselisih dan mendamaikan antara mereka, namun mereka berdusta dalam hal tersebut, karena sesungguhnya berbuat baik adalah dengan berhukum kepada Allah dan RasulNya, dan siapakah gerangan yang paling baik hukumnya daripada Allah bagi kaum yang yakin.
Sumber: https://tafsirweb.com/1594-surat-an-nisa-ayat-62.html
Tafsir Al-Wajiz
62. Lalu bagaimanakah nasib mereka jika menerima hukuman Allah akibat dosa-dosa mereka atau ketika kemunafikan mereka terungkap akibat perbuatan maksiat mereka, di antaranya adalah meminta keputusan hukum kepada Thaghut, lalu mereka mendatangi kalian dengan bersumpah palsu: “Kami tidak ingin meminta keputusan kepada selainmu kecuali ingin mendapat keputusan yang baik, dan diterima oleh kedua belah pihak. Kami tidak akan menentang keputusanmu”
Sumber: https://tafsirweb.com/1594-surat-an-nisa-ayat-62.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 60-63 Ini adalah bentuk pengingkaran dari Allah terhadap orang yang mengaku beriman kepada apa yang diturunkan Allah kepada Rasulullah dan kepada para nabi terdahulu. Dalam hal itu dia menghendaki menentukan hukum dalam menyelesaikan perselisihan kepada selain Kitabullah dan sunnah Rasulullah, sebagaimana yang disebutkan dalam penyebab turunnya ayat ini, bahwa ada seorang dari kaum Anshar dan orang Yahudi yang sedang berselisih. Orang Yahudi berkata, “Di antara aku dan kamu ada Muhammad,” dan yang lain berkata,”Di antara aku dan kamu ada Ka'b bin Al-Asyraf.” Dikatakan,”Dalam kelompok orang munafik ada yang menampakkan keislamannya.Mereka ingin untuk menentukan hukum dengan hukum Jahiliyyah, dikatakan juga hal lain. Sedangkan ayat itu lebih umum dari semua itu. Sesungguhnya ayat itu mencela orang yang menentukan hukum tanpa menggunakan Kitabullah dan sunnah.Mereka menentukan hukum kepada sesuatu selain keduanya dengan cara yang bathil, dan itu yang dimaksud dengan thaghut. Oleh karena itu Allah berfirman (Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu …) sampai ayat terakhir Firman Allah, (padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu) yaitu mereka menolak seperti orang-orang sombong dan enggan dari hal itu.Sebagaimana Allah berfirman mengenai orang-orang musyrik, (Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya") (Surah Luqman: 21).Mereka berbeda dari orang-orang mukmin yang difirmankan Allah tentang mereka (Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (51)) (Surah An-Nur) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mencela orang-orang munafik (Maka bagaimanakah halnya apabila mereka (orang-orang munafik) ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri) yaitu bagaimana dengan mereka ketika mereka menyampaikan mushibah yang menimpa mereka karena dosa mereka sehingga mereka membutuhkanmu dalam hal itu (kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna") yaitu mereka membuat alasan kepadamu dan bersumpah,”Kami tidak menghendaki untuk pergi ke orang lain selain dirimu, dan ketika kami meminta saran hukum kepada musuh-musuhmu itu tidak lain kecuali untuk mendapatkan kebaikan dan bantuan, yaitu bersikap keramahan dan bujukan tanpa adanya keyakinan tentang kebenaran dari hukum itu, sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka dalam firmanNya (Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana".Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka) (Surah Al-Maidah:52) Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Abu Barazah Al-Aslami, pendeta yang menentukan urusan di antara orang Yahudi dalam perkara yang mereka perselisihkan dan yang diselisihkan oleh sebagian orang muslim, lalu Allah menurunkan ayat (Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu?) sampai firmanNya (penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka) Ini merupakan perumpamaan orang-orang munafik, dan Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka dan akan membahas mereka atas hal tersebut.Sesungguhnya tidak ada sedikitpun yang tersembunyi dariNya. Jadi cukuplah denganNya wahai Muhammad terkait urusan mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada mereka tampakkan dan mereka sembunyikan.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada beliau (Karena itu berpalinglah kamu dari mereka) yaitu jangan sampai membuatmu jengkel sesuatu yang ada dalam hati mereka (dan berilah mereka pelajaran) yaitu laranglah mereka dari sesuatu yang ada pada diri mereka yang merupakan kemunafikan dan rahasia-rahasia buruk (dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka) yaitu nasehatilah mereka dalam hal yang terjadi di antara kamu dan mereka dengan ucapan yang bisa mencegah mereka berbuat keburukan.
Sumber: https://tafsirweb.com/1594-surat-an-nisa-ayat-62.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
62 dari 176 ayat
Juz
Juz 5
Halaman
Halaman 88
Ruku
Ruku 70
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 18 (35/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-555 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4