المدّثّر (Al-Muddassir)
Per AyatMushaf
وَمَا
dan tidak
يَذْكُرُوْنَ
mereka mengingat
اِلَّآ
kecuali
اَنْ
bahwa
يَّشَاۤءَ
menghendaki
اللّٰهُ
Allah
ۗهُوَ
Dia
اَهْلُ
berhak/patut
التَّقْوٰى
takwa/taat
وَاَهْلُ
dan berhak/patut
الْمَغْفِرَةِ
ampunan
ࣖ
﴿٥٦﴾
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.
5551 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
54-56. Benar, sesungguhnya al-Quran adalah nasihat mendalam yang cukup untuk menasihati mereka. Barangsiapa menginginkan nasihat, tentu dia akan mengambilnya dan mengambil manfaat dari petunjuknya.Dan mereka tidak akan mengambil nasihat darinya kecuali bila Allah menghendaki petunjuk untuk mereka. Allah patut untuk ditaati dan ditakwai, serta patut mengampuni siapa yang beriman dan menaatiNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/11592-surat-al-muddatstsir-ayat-56.html
Tafsir as-Sa'di
54-56. “Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya al-Quran itu adalah peringatan.” Kata ganti dalam ayat ini kemungkinan merujuk kepada surat atau segala sesuatu yang terdapat dalam nasihay ini. “Maka barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (al-Quran),” karena al-Quran telah menjelaskan jalan lurus dan petunjuk. “Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya,” karena sesungguhnya kehendak Allah berlaku secara umum. Tidak ada satu kejadian pun, baik kecil atau besar yang luput dari kehendak Allah.Di sini terdapat bantahan bagi Qadariyah yang memasukkan perbuatan manusia di bawah kehendak Allah sekaligus sebagai bantahan bagi Jabariyah yang mengira bahwa manusia tidak memiliki kehendak dan perbuatan secara hakiki, tapi semuanya dipaksa untuk dilakukan. Dalam ayat ini Allah menegaskan adanya kehendak hakiki dan nyata bagi manusia. Allah menjadikan kehendak manusia sebagai pengikut kehendakNya. “Dia (Allah) adalah Rabb Yang patut (kita) bertakwa kepadaNya dan berhak memberi ampun,” yakni Dia patut ditakuti dan disembah, karena hanya Dia-lah Tuhan yang sepatutnya disembah dan patut untuk memberi ampunan pada siapa saja yang bertakwa padaNya dan mencari ridhaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/11592-surat-al-muddatstsir-ayat-56.html
Tafsir Al-Wajiz
56. Tidak akan ada siapapun yang bisa mengambil pelajaran dari Alquran kecuali atas kehendak Allah, Dia-lah yang berkuasa atas itu. Sehingga dari pelajaran Alquran itu, sehingga seseorang bisa menjaga diri dalam ketaatan dan meninggalkan perbuatan maksiat kepada Allah.Juga bagi orang mukmin dan ahli taubat berhak mendapat ampunan atas dosa mereka
Sumber: https://tafsirweb.com/11592-surat-al-muddatstsir-ayat-56.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 38-56 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan bahwa: (Tiap-tiap diri bertanggungjawab atas apa yang telah diperbuatnya (38)) yaitu bergantung kepada amal perbuatannya sendiri pada hari kiamat (Kecuali golongan kanan) karena sesungguhnya mereka (berada di dalam surga, mereka saling menanyakan (40) tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa (41)) yaitu mereka bertanya kepada orang-orang yang berdosa, sedangkan mereka sendiri berada di gedung-gedung yang tinggi-tinggi, dan yang ditanyai di dasar neraka. Mereka bertanya: ("Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" (42) Mereka menjawab, "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat (43) dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin”(44)) yaitu. kami tidak pernah menyembah Allah dan tidak pernah berbuat baik kepada makhlukNya dari sejenis kami (bahkan kami biasa membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya (45)) yaitu kami membicarakan hal-hal yang tidak kami ketahui. Qatadah berkata, bahwa setiap ada orang yang tersesat berbicara, maka kami tersesat bersamanya (dan kami mendustakan hari pembalasan (46) sampai datang kepada kami kematian (47)) yaitu kematian. sebagaimana firmanNya: (Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)) (Surah Al-Hijr: 99) Firman Allah سبحانه وتعالى (Maka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat tidak berguna lagi bagi mereka (48)) yaitu orang yang disifati dengan sifat ini itu tidak bermanfaat baginya syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat di hari kiamat, karena sesungguhnya syafaat itu hanya berhasil dilakukan terhadap orang yang berhak menerimanya.Adapun jika orang yang mati dalam keadaan kafir pada hari kiamat, maka sesungguhnya baginya itu neraka, tidak ada yang lain baginya dan dia kekal di dalamnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? (49)) yaitu, mengapa orang-orang kafir yang sebelum kamu itu berpaling dari apa yang kamu seru dan peringatkan kepada mereka (seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut (50) lari dari singa (51)) yaitu seakan-akan mereka dalam ketidakpedulian mereka terhadap kebenaran dan berpalingnya mereka darinya itu seperti keledai liar yang lari dari singa yang hendak memburunya. Pendapat itu dikatakan Abu Hurairah dan Ibnu Abbas dalam suatu riwayat darinya, dan Zaid bin Aslam..Firman Allah سبحانه وتعالى: (Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka (52)) yaitu, bahkan setiap orang dari orang-orang musyrik itu menginginkan agar diturunkan kepadanya sebuah kitab sebagaimana kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ini menurut pendapat Mujahid dan lainnya. Sebagaimana firmanNya: (Apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata, “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah" Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya) (Surah Al-An'am: 124) Dalam riwayat lain dari Qatadah, mereka menginginkan agar diberi pembebasan tanpa amal perbuatan.Firman Allah سبحانه وتعالى (Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat (53)) yaitu sesungguhnya yang merusak mereka tidak lain ketidakpercayaan mereka kepada hari akhirat, dan mereka mendustakannya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar peringatan (54)) yaitu benar, Al-Qur'an itu adalah peringatan (Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) (55) Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya kecuali (jika) Allah menghendakinya (56)) sebagaimana firmanNya: (Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu) kecuali bila dikehendaki Allah) (Surah Al-Insan: 30) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun) yaitu, Dia berhak untuk ditakuti dan berhak memberi ampun terhadap dosa orang yang bertaubat kepadaNya dan kembali kepadaNya.Pendapat itu dikatakan Qatadah.
Sumber: https://tafsirweb.com/11592-surat-al-muddatstsir-ayat-56.html
Informasi
Surat
المدّثّر (Al-Muddassir)
Orang Yang Berkemul — 56 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
56 dari 56 ayat
Juz
Juz 29
Halaman
Halaman 577
Ruku
Ruku 511
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 115 (230/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5551 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-74