النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
وَلَىِٕنْ
dan sungguh jika
اَصَابَكُمْ
menimpa kamu (kamu memperoleh)
فَضْلٌ
karunia
مِّنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
لَيَقُوْلَنَّ
tentu ia mengatakan
كَاَنْ
seakan-akan
لَّمْ
tidak
تَكُنْۢ
pernah ada
بَيْنَكُمْ
antara kamu
وَبَيْنَهٗ
dan antara ia
مَوَدَّةٌ
kasih sayang
يّٰلَيْتَنِيْ
Wahai kiranya saya ada
كُنْتُ
adalah aku
مَعَهُمْ
bersama-sama mereka
فَاَفُوْزَ
tentu saya mendapat kemenangan
فَوْزًا
kemenangan
عَظِيْمًا
besar
﴿٧٣﴾
Dan sungguh, jika kamu mendapat karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seakan-akan belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia, “Wahai, sekiranya aku bersama mereka, tentu aku akan memperoleh kemenangan yang agung (pula).”
566 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sungguh jika kalian mendapatkan karunia dari Allah dan harta rampasan ,dia benar-benar akan mengucapkan lantaran dengki dan kecewa,seolah-olah tidak ada hubungan kasih sayang secara lahir antara kalian dengan dirinya, ”Duhai,seandainya aku bersama mereka,maka aku akan memperoleh apa yang mereka dapatkan berupa keselamatan,kemenangan dan harta rampasan.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1605-surat-an-nisa-ayat-73.html

Tafsir as-Sa'di

73. Kemudian Allah berfirman, “sesungguhnya jika kamu beroleh karunia kemenangan dari Allah,” yaitu kemengan dan ganimah, “tentulah dia mengatakan seolah-olah belum ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia,’sekiranya saya ada bersama-sama mereka, tetu saya mendapat kemenangan yang besar’,” maksudnya ia berangan-angan sekiranya ia ikut hadir pada saat itu agar dia memperoleh ghanimah, dan tidak ada kemauan pada mereka kecuali hanya untuk itu saja, dimana seakan –akan dia bukanlah di antara kalian sekalian wahai kaum Mukminin, dan tidak pula diantara kalian dengannya kasih sayang keimanan yang mana di antara tuntutannya adalah bahwa kaum Mukminin adalah bersekutu kepada segala kemaslahatan mereka dan menolak kemudharatan dari mereka, mereka merasa bahagia dengan diperolehnya kemaslahatan itu walaupun di dapatkan oleh orang lain dari saudara-saudaranya, kaum Mukminin dan mereka akan merasa sakit dengan kehilangannya dan mereka semua berusaha bersama-sama dalam setiap perkara untuk mendapatkan manfaat bagi dunia dan bagi agama mereka, dan orang yang berangan-angan dunia saja itu tidak memiliki ruh keimanan yang di sebutkan di atas.

Sumber: https://tafsirweb.com/1605-surat-an-nisa-ayat-73.html

Tafsir Al-Wajiz

73. Dan jika kalian mendapatkan kebaikan, berupa kemenangan atau harta rampasan, maka dengan penuh penyesalan seakan mereka jauh dari kalian, dan seakan tidak ada kasih sayang, dan pertolongan antara dia dan kalian, orang munafik ini akan berkata: “Kenapa kalian tidak membagi harta rampasan ini denganku? Andai saja aku bersama para mujahid di peperangan ini, maka aku akan mendapatkan bagian yang melimpah dari harta rampasan itu”

Sumber: https://tafsirweb.com/1605-surat-an-nisa-ayat-73.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 71-74 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang mukmin untuk waspada terhadap musuh-musuh mereka. Ini mengharuskan mereka untuk selalu siap dengan mempersiapkan senjata dan peralatan, serta meningkatkan jumlah mereka untuk berkumpul di jalan Allah (berkelompok-kelompok) yaitu dalam kelompok demi kelompok, bagian demi bagian, dan pasukan demi pasukan untuk berperang di jalan Allah. Kata “Ats-Tsubaat” adalah bentuk jamak dari “Tsubah” (kelompok), yaitu satu kelompok saling berkumpul menjadi dua kelompok Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, tentang firman Allah (dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok) yaitu dalam kelompok-kelompok, yaitu dua pasukan yang bergerak secara terpisah, (atau majulah bersama-sama) yaitu kalian semua Demikian juga diriwayatkan dari Mujahid, ‘Ikrimah, As-Suddi, Qatadah, Adh-Dhahhak, ‘Atha' Al-Khurasani, Muqatil bin Hayyan, dan Hushaif Al-Jazari.Firman Allah, (Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat). Mujahid dan lainnya berkata bahwa ayat ini diturunkan tentang orang-orang munafik. Muqatil bin Hayyan berkata, (ada orang yang sangat berlambat-lambat) yaitu dia yang tidak mau jihad.Kemungkinan bahwa maknanya bahwa dia memperlambat diri sendiri dan memperlambat orang-orang untuk berjihad. Sebagaimana yang telah dilakukan Abdullah bin Ubay bin Salul, dimana dia terlambat dalam dalam berjihad dan menakut-nakuti manusia untuk keluar ikut berjihad. Ini merupakan pendapat Ibnu Juraij dan Ibnu Jarir.Oleh karena itu Allah berfirman seraya memberitahukan tentang orang munafik yang berkata ketika terlambat untuk berjihad (Maka jika kamu ditimpa musibah) yaitu terbunuh, mati syahid, dan keunggulan musuh atas kalian dimana Allah menempatkan hikmah di dalamnya (ia berkata: "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama mereka) yaitu tidak hadir bersama mereka saat terjadi peperangan.Hal itu merujuk kepada nikmat Allah kepadany, namun dia tidak menyadari apa yang telah dia lewatkan berupa pahala dari kesabaran atau pahala syahit ketika terbunuh. (Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah) yaitu pertolongan, kemenangan dan harta rampasan (tentulah dia mengatakan seolah-oleh belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia) yaitu seakan-akan dia dari golongan agama kalian (Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)) yaitu agar bisa ikut menembakkan panah bersama mereka sehingga aku mendapatkan bagian dari hal itu, Itu merupakan tujuan utamanya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Maka hendaklah dia berperang) yaitu orang mukmin yang maju (orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah) yaitu menukar agamanya dengan harga yang sedikit dari dunia. Hal itu tidak lain kecuali karena kekafiran dan tidak adanya keimanan mereka.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar) yaitu setiap orang yang berperang di jalan Allah, baik dia terbunuh atau menang dan mendapatkan harta rampasan. Maka di sisi Allah, dia mendapatkan pahala besar dan balasan yang melimpah, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih “Allah menjamin orang yang berjihad di jalanNya ketika dia mati, maka Allah akan memasukkannya ke surga atau jika dia kembali ke tempat tinggal yang dia tinggalkan dengan membawa pahala dan harta rampasan”.

Sumber: https://tafsirweb.com/1605-surat-an-nisa-ayat-73.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

73 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 89

Ruku

Ruku 71

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 18 (35/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-566 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4