البقرة (Al-Baqarah)
Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan ketika
فَرَقْنَا
Kami membelah
بِكُمُ
dengan/untuk kalian
الْبَحْرَ
lautan
فَاَنْجَيْنٰكُمْ
maka Kami selamatkan kalian
وَاَغْرَقْنَآ
dan Kami tenggelamkan
اٰلَ
keluarga/pengikut
فِرْعَوْنَ
Fir'aun
وَاَنْتُمْ
dan kalian
تَنْظُرُوْنَ
kalian melihat
﴿٥٠﴾
Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir‘aun dan) pengikut-pengikut Fir‘aun, sedang kamu menyaksikan.
57 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan ingatlah oleh kalian nikmat-nikmat kami yang tercurah pada kalian saat kami memisahkan lautan demi kalian dan kami menjadikan disana jalan-jalan yang kering kemudian kalian menyeberanginya dan kami selamatkan kalian dari Firaun dan bala tentaranya dan dari kebinasaan di dalam air. Maka ketika Firaun dan bala tentaranya mulai memasuki jalan-jalan kalian itu, maka kami pun membinasakan mereka di dalam air laut itu di hadapan mata kalian.
Sumber: https://tafsirweb.com/348-surat-al-baqarah-ayat-50.html
Tafsir as-Sa'di
49-54. ini adalah awal dari penyebutan satu persatu nikmat-nikmatNya terhadap Bani Israil dengan suatu perincian. Allah berfirman, “dan ingatlah ketika kami menyelamatkan kamu dari fir’aun,” maksudnya dari fir’aun, pengikut-pengikutnya dan bala tentaranya, sedangkan sebelum itu “mereka menimpakan kepadamu,” maksudnya menyiksa Bani Israil dan menimpakan kepada mereka “siksaan yang seberat-beratnya,” yaitu siksaan paling keras dengan cara “mereka menyembelih anak-anak kamu yang laki-laki,” karena khawatir akan kebangkitan kalian, ”dan membiarkan hidup anak-anak kamu yang perempuan.” Maksudnya mereka tidak membunuhnya, maka kamu sekalian dalam kondisi antara terbunuh dan terhina dengan pekerjaan-pekerjaan yang berat, yaitu dibiarkan hidup karena suatu pemberian dan kesombongannya, dan inilah puncak dari keterhinaan.Akhirnya Allah memberi karunia kepada mereka dengan keselamatan yang sempurna dan menenggelamkan musuh-musuh mereka sedang mereka melihat hal itu dengan nyata, agar hati mereka tentram. “dan pada yang demikian itu, ” yaitu pemberian keselamatan, ”ada ujian-ujian,” yaitu perbuatan baik “yang besar dari tuhanmu, ” dimana hal yang seperti ini mengharuskan kalian untuk bersyukur dan mengerjakan perintah-perintahNya. Kemudian Allah menyebutkan karuniaNya yang lain kepada mereka dengan janjiNya kepada nabi Musa selama empat puluh hari, untuk menurunkan bagi mereka Taurat yang termasuk suatu karunia yang besar dan kemaslahatan yang menyeluruh. Tapi mereka tidak bersabar sebelum masa janji tersebut selesai, hingga akhirnya mereka menyembah anak hewan setelah itu, yaitu setelah kepergian nabi Musa, ”dan kamu adalah orang-orang yang zhalim, ” kalian mengetahui kezhaliman kalian, dimana hujjah telah tegak atas kalian, maka itu merupakan kejahatan dan dosa yang paling besar. lalu Allah memerintahkan kepada kalian untuk bertaubat lewat lisan nabiNya, Musa alaihissalam yaitu dengan cara sebagian kalian membunuh sebagian lainnya, hingga Allah memaafkan kalian oleh sebab itu, ”agar kamu bersyukur kepada Allah."
Sumber: https://tafsirweb.com/348-surat-al-baqarah-ayat-50.html
Tafsir Al-Wajiz
Ingatlah juga nikmat kami kepada kalian, ketika kami membelah laut merah untuk kalian sehingga mengering dan kalian dapat berjalan di atas tanahnya, kemudian kami tolong kalian dari lautan itu, lalu kami tenggelamkan Fir’aun berserta kaumnya dan kalian melihat mereka tenggelam
Sumber: https://tafsirweb.com/348-surat-al-baqarah-ayat-50.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
"Aalur rajuli" artinya adalah orang yang memiliki hubungan melalui nasab atau sebab lain. Dikatakan juga bahwa mereka adalah pengikut dan pendukungnya, dan orang-orang mengikuti agama dan ajarannya. Dan terkadang digunakan untuk menyebut dirinya sendiris dan dapat digunakan untuk banyak hal, seperti "Aalu Fulan".Secara umum, istilah ini tidak dihubungkan dengan daerah. Sebagian ulama’ membolehkannya seperti "Aalul madinah". Abu Ubaidah mengatakan: "Aalu Makkata Aalullah" begitu juga dapat merujuk kepada kata ganti orang.Abdul Muthalib berkata: "Bantulah keluarga salib dan hamba-hambaNya saat ini karena dia keluargamu Allah سبحانه وتعالى berfirman: “Wahai Bani Israil, ingatlah nikmatKu atas kalian, ketika Aku menyelamatkan kalian dari Fir’aun dan pengikutnya, yaitu membebaskan kalian dari mereka, dan menyelamatkan kalian dari genggaman mereka melalui nabi Musa عليه السلام, dan sungguh mereka menindas kalian yaitu menyakiti, dan memberimereka siksa yang kejam. Hal itu karena Fir'aun (Allah melaknatnya) pernah melihat mimpi yang membuatnya takut, yaitu dia melihat api dari Baitul Maqdis, dan api itu masuk ke dalam rumah sukun Qibthy di negeri Mesir dan makna mimpinya yaitu bahwa kehancuran kekuasaannya akan disebabkan oleh ulah seorang pria dari Bani Israil Dikatakan,”Tetapi penasehatnya telah memberi tahu Fir'aun bahwa Bani Israil menantikan kelahiran seorang laki-laki dari kalangan mereka yang akan memberi mereka kedaulatan dan keagungan" Oleh karena itu, Fir'aun (Allah melaknatnya) memerintahkan untuk membunuh setiap anak laki-laki yang lahir dari Bani Israil, namun membiarkan hidup anak-anak perempuan. Fir'aun juga memerintahkan untuk memanfaatkan Bani Israil untuk bekerja keras dan melakukan tugas-tugas yang hina.Dalam konteks ini, siksaan itu ditafsirkan dengan tindakan membunuh anak laki-laki. Di surah Ibrahim hal itu dihubungkan dengan hal ini, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu) (Surah Ibrahim: 6) Penafsiran ayat ini akan dijelaskan di awal (pembahasan) surah Al-Qashash jika Allah سبحانه وتعالى.Dalam hal itu terdapat keyakinan, bantuan dan, dukungan. Makna (mereka menyiksa kalian) menurut Abu 'Ubaidah itu menguasai mereka, sebagaimana dikatakan “Dia memberi kuasa sesuatu kepadanya, yaitu dia memberi kuasa hal itu kepadanya. Amr bin Kaltsum berkata, Ketika raja menyerahkan hukuman kepada semua orang, kita mengetahui bahwa hukuman akan diberikan pada kita.Firman Allah سبحانه وتعالى di sini (mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu) agar hal itu bisa menjadi penafsiran terhadap nikmat atas mereka pada ayat (mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih), ayat ini sebagai penjelasan terhadap ayat (ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu) (Surah Al-Baqarah ayat 40).Adapun dalam Surah Ibrahim ketika Allah سبحانه وتعالى berfirman, (dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah) (Surah Ibrahim ayat 5), yaitu nikmat-nikmat Allah kepada mereka, itu berhubungan dengan (mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak perempuanmu) yang dihubungkan dengan tindakan membunuh anak laki-laki sebagai salah satu bentuk nikmat dan karunia yang diberikan Allah kepada Bani Israil.Firaun adalah sebutan bagi setiap penguasa Mesir yang kafir, termasuk juga bagi penguasa dari suku Amaliq dan lainnya. Sebagaimana "Kaisar" yang merupakan sebutan bagi setiap penguasa Romawi yang berkuasa di wilayah Syam yang kafir, "Kisra" bagi penguasa Persia, dan "Tubba'" bagi penguasa Yaman yang kafir, "Najasyi" bagi penguasa Habasyah, dan "Batolimus" bagi penguasa India. Dikatakan bahwa nama Firaun pada masa nabi Musa adalah Al-Walid bin Mus'ab bin Ar-Rayan, atau Mus'ab bin Ar-Rayan.Apapun namanya, Allah melaknatnya, dan dia berasal dari keturunan Amaliq bin Lawdz bin Aram bin Sam bin Nuh. Julukannya adalah Abu Murrah dan asal-usulnya adalah dari bangsa Persia di daerah "Istakhr". Terkait firman Allah سبحانه وتعالى,(Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu) Ibnu Jarir berkata bahwa maknanya “Dalam hal yang Kami perbuat untuk kalian berupa penyelamaan kalian dari siksaan Fir'aun terdapat ujian yang besar dari Tuhan kalian; yaitu nikmat yang besar bagi kalian.Ali bin Abi Thalhah mengutip dari Ibnu Abbas bahwa bahwa (cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu) ini adalah nikmat. Mujahid berkata bahwa (cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu) berarti nikmat yang besar dari Tuhan kalian. Demikian juga yang diungkapkan Abu Al-‘Aliyah, Abu Malik, As-Suddi, dan lainnya.Asal kata "bala’" adalah ujian. Terkadang ujian ini bisa berupa kebaikan atau keburukan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan) (Surah Al-Anbiya': 35) dan (Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali) (Surah Al-A'raf: 168).Ibnu Jarir berkata bahwa sering kali disebut dalam konteks keburukan, yaitu “Balautuhu Abluuhu balaa’an” (Aku mengujinya dengan ujian yang buruk). Sedangkan dalam konteks kebaikan “Ubliihi iblaa’an wa balaa’an” (Aku mengujinya dengan ujian yang baik). Zuhair bin Abi Sulma: Allah membalas kebaikan atas perbuatan mereka kepada kalian.Dan menguji mereka dengan cobaan baik Dia berkata:"Dia menyatukan dua bahasa karena maksudnya yaitu Allah memberikan kepada mereka berdua nikmat terbaik yang digunakan untuk menguji hamba-hambaNya." Dikatakan: “Maksud dari dari firmanNya (Dan pada yang demikian itu) yaitu merujuk pada siksa yang berupa tindakan membunuh anak laki-laki dan membiarkan hidup anak perempuan. Al-Qurtubi berkata: “Ini adalah pendapat mayoritas, dan kata-kata tersebut disebutkan setelah menjelaskan tentang firman yang pertama, kemudian dia berkata,”hal ini adalah pendapat mayoritas, yaitu mengacu pada tindakan membunuh dan sejenisnya. Ujian yang dimaksud di sini adalah ujian yang buruk, maknanya yaitu bahwa tindakan membunuh itu dibenci dan merupakan suatu ujian Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Fir'aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan (50)) maknanya yaitu, setelah Kami menyelamatkan kalian dari Fir'aun dan pengikutnya, mengeluarkan kalian bersama nabi Musa عليه السلام, Fir'aun keluar mengejar kalian, lalu Kami memisahkan kalian dengan laut, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang hal itu secara rinci sebagaimana yang akan dijelaskan pada babnya, dan pembahasan yang paling sederhana tentang itu akan dijelaskan dalam Surah Asy-Syu'ara, jika Allah menghendaki" (Kami menyelamatkan kalian) maknanya Kami membebaskan kalian dari mereka (Fir'aun dan pengikutnya) memisahkan antara kalian dan mereka, dan Kami menenggelamkan mereka, sementara kalian menyaksikannya.Semua itu untuk melegakan hati kalian dan itu lebih menghinakan musuh kalian" Disebutkan bahwa hari itu adalah hari Asyura, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas.” Rasulullah ﷺ tiba di Madinah, dan melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah ﷺ bertanya,”Hari apa ini? sehingga kalian berpuasa?” Mereka menjawab,”Ini adalah hari yang baik di mana Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, lalu nabi Musa عليه السلام berpuasa” Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, “Kami lebih berhak dan lebih dekat dengan Musa عليه السلام daripada kalian,” lalu Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari itu dan memerintahkan untuk untuk berpuasa pada hari itu
Sumber: https://tafsirweb.com/348-surat-al-baqarah-ayat-50.html
Informasi
Surat
البقرة (Al-Baqarah)
Sapi — 286 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
50 dari 286 ayat
Juz
Juz 1
Halaman
Halaman 8
Ruku
Ruku 7
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 2 (3/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-57 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-2