النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
وَاِذَا
dan apabila
حُيِّيْتُمْ
kamu dihormati
بِتَحِيَّةٍ
dengan penghormatan
فَحَيُّوْا
maka hormatilah
بِاَحْسَنَ
dengan yang lebih baik
مِنْهَآ
daripadanya
اَوْ
atau
رُدُّوْهَا
kembalikan ia
ۗ
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
كَانَ
adalah Dia
عَلٰى
atas
كُلِّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
حَسِيْبًا
perhitungan
﴿٨٦﴾
Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu.
579 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan apabila seorang muslim mengucapkan salam kepada kalian,maka jawablah dia dengan balasan salam yang lebih utama dari ungkapan salam yang dia ucapkan,baik dari segi lafazh salamnya maupun keceriaan raut muka,atau jawablah dengan ungkapan yang serupa dengan ucapan salam yang diucapkannya.Dan masing-masing akan memperoleh pahala dan balasannya.Sesungguhnya allah akan memberikan balasan terhadap segala sesuatu.
Sumber: https://tafsirweb.com/1618-surat-an-nisa-ayat-86.html
Tafsir as-Sa'di
86. Salam penghormatan adalah sebuah kata yang bersumber dari salah seorang dari dua orang yang bertemu dengan maksud penghormatan dan doa serta segala hal yang mengiringi ucapan tersebut berupa wajah yang berseri dan semisalnya. Dan bentuk salam yang paling tinggi adalah apa yang dijelaskan oleh syariat, baik sebagai permulaan maupun jawabannya.Allah memerintahkan kaum Mukminin bahwa bila mereka diberikan ucapan salam dengan salam apa pun, maka sepatutnya mereka membalasnya dengan yang lebih baik darinya, baik perkataan maupun wajah yang berseri, atau dengan yang sama persis dengannya. Pemahaman terbalik (mafhum al- Mukhalafah) dari hal tersebut adalah larangan dari tidak membalas sama sekali atau membalasnya namun lebih rendah darinya. Dari ayat ini dapat diambil juga sebuah dalil tentang anjuran memulai salam dan ucapan selamat dari dua aspek: Pertama, bahwasanya Allah memerintahkan untuk membalasnya dengan yang lebih baik atau sama persis dengannya, hal ini menuntut bahwa ucapan penghormatan itu sangat dianjurkan oleh syariat.Kedua, dapat disarikan dari kata kerja yang menunjukkan “lebih” atau “paling” yaitu kata lebih baik, di mana hal itu menunjukkan akan adanya keikutsertaan ucapan penghormatan dan balasannya dengan baik, sebagaimana dasarnya memang seperti itu. Ada pengecualian dari keumuman ayat yang mulia tersebut bagi orang yang memberikan penghormatan dengan suatu kondisi yang tidak diperintahkan, seperti memberikan salam kepada orang yang sedang membaca al-quran atau sedang mendengarkan khutbah atau seorang yang sedang shalat dan semacamnya, sesungguhnya dalam kondisi ini tidaklah dianjurkan untuk membalas salam tersebut, demikian juga dikecualikan dari ayat ini adalah orang yang telah diperintahkan oleh syariat untuk dijauhi dan tidak diberikan ucapan penghormatan, seperti seorang pelaku maksiat yang tidak bertaubat, yang mana orang tersebut akan tercegah dari kemaksiatannya dengan tindakan itu, maka, sesungguhnya orang seperti itu dihajr (dijauhi) tidak diberikan ucapan penghormatan dan ucapan penghormatan darinya tidaklah dibalas, yang demikian itu karena bertentangan dengan kemaslahatan yang lebih besar. Dan yang termasuk dalam membalas ucapan penghormatan adalah setiap ucapan penghormatan yang telah terbiasa diucapkan oleh suatu masyarakat, dan ucapan itu bukanlah suatu yang dilarang secara syariat, maka harus dibalas sepertinya atau lebih baik darinya.Kemudian Allah menjanjikan balasan (kebaikan) atas segala perbuatan baik dan mengancam segala perbuatan buruk dengan FirmanNya, “SEsungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu,” Allah menyimpan segala perbuatan-perbuatan para hamba, yang baik maupun yang buruk, yang kecil maupun yang besar, kemudian Allah akan membalas mereka dengan apa yang ditetapkan oleh karunia, keadilan, dan hikmahNya yang terpuji.
Sumber: https://tafsirweb.com/1618-surat-an-nisa-ayat-86.html
Tafsir Al-Wajiz
86. Wahai orang-orang mukmin, ketika kalian diberi penghormatan, yaitu diberi salam, maka balaslah dengan penghormatan yang lebih baik, yaitu balaslah dengan salam yang lebih baik atau minimal membalas penghormatan yang sama. Sesungguhnya Allah menghisab setiap sesuatu dan akan membalas hal itu
Sumber: https://tafsirweb.com/1618-surat-an-nisa-ayat-86.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 84-87 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba dan RasulNya, yaitu nabi Muhammad ﷺ, untuk berperang, dan siapa pun yang tidak mampu atas hal itu, maka tidak ada kewajiban atas hal itu. Itulah sebabnya Allah berfirman, (tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri) Diriwayatkan dari Abu Ishaq, dia berkata: "Aku berkata kepada Al-Bara’: “Seseorang yang menyerang orang-orang musyrik, apakah dia seperti orang yang mengarahkan dirinya kepada kehancuran?" Dia menjawab: "Tidak, Sesungguhnya Allah mengutus RasulNya ﷺ dan berfirman, (Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri) Sesungguhnya hal itu dalam mengeluarkan harta.Firman Allah, (Doronglah semangat para mukmin ...) yaitu untuk berperang dan doronglah mereka untuk itu, dan beri mereka semangat untuk melakukannya, sebagaimana beliau bersabda kepada mereka pada hari perang Badar ketika mengatur barisan: “Majulah kalian ke surga, yang luasnya seluas langit dan bumi” Firman Allah, (Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu) yaitu, dengan kehadiranmu di antara mereka untuk berperang, dimana kamu mendorong semangat mereka untuk melawan musuh dan mempertahankan kehormatan Islam serta umatnya, serta menambah keteguhan dan kesabaran mereka. Firman Allah, (Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)) yaitu Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa atas mereka di dunia dan akhirat, sebagaimana Dia berfirman (apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain) (Surah Muhammad: 4) Firman Allah (Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) dari padanya) yaitu barangsiapa berusaha dalam sebuah hal yang diiringi dengan kebaikan maka dia akan mendapatkan bagian dari hal itu. (Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bagian (dosa) dari padanya) yaitu baginya akibat dari perkara yang dia usahakan dan niatkan.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih dari Nabi ﷺ “Penuhilah oleh kalian, nanti kalian akan diberikan pahala, dan Allah pasti akan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya melalui lisan NabiNya” Mujahid bin Jabir berkata, "Ayat ini diturunkan tentang syafa'at manusia satu sama lain" Hasan Al-Bashri berkata, "Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Barangsiapa yang memberi syafaat) dan tidak berfirman, “Barangsiapa diberi syafaat" FirmanNya, (Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) Ibnu Abbas, ‘Atha', ‘Athiyah, Qatadah, dan Mathar Al-Warraq berkata, (Muqiita) maknanya adalah Maha Memelihara. Mujahid berkata, "Maha Menyaksikan" Sa’id bin Jubair, As-Suddi, dan Ibnu Zaid berkata, "Maha Kuasa" Firman Allah, (Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan sepadan)) yaitu jika seorang muslim memberi salam kepadamu, maka balaslah dengan salam yang lebih baik darinya atau balaslah dengan salam yang serupa. Tambahan dalam salam itu dianjurkan, dan salam yang serupa adalah wajib.Diriwayatkan dari Hasan Al-Bashri, dia berkata, "Memberi salam adalah tindakan sukarela, sedangkan membalas salam adalah kewajiban" Ini adalah pendapat para ulama secara umum, bahwa membalas salam adalah wajib bagi orang yang menerima salam. Dia akan berdosa jika dia tidak melakukannya, karena dia melanggar perintah Allah seperti dalam firmanNya (maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan sepadan)) Telah disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada dalam tanganNya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu perkara yang jika kalian amalkan maka kalian akan saling menyayangi?Tebarkanlah salam di antara kalian" Firman Allah (Allah, tidak ada Tuhan selain Dia) memberitahukan tentang keesaanNya dengan ketuhanan kepada semua makhluk, dan mengandung sumpah berdasarkan firmanNya (Sesungguhnya Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang tidak ada keraguan terjadinya) dan huruf “Lam” disini adalah untuk menunjukkan “Qasam” (sumpah). Jadi firman Allah (Allah, tidak ada Tuhan selain Dia) adalah pemberitahuan dan sumpah bahwa Dia akan mengumpulkan orang-orang terdahulu dan yang paling akhir pada satu tempat, lalu Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan amal perbuatannya. Adapun firmanNya (Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah?) yaitu tidak ada yang lebih benar daripada Dia dalam firmanNya, beritaNya, janjiNya dan ancamanNya, maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia
Sumber: https://tafsirweb.com/1618-surat-an-nisa-ayat-86.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
86 dari 176 ayat
Juz
Juz 5
Halaman
Halaman 91
Ruku
Ruku 72
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 18 (36/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-579 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4