الطارق (At-Tariq)

Per AyatMushaf
اِنْ
tidak
كُلُّ
setiap
نَفْسٍ
jiwa/diri
لَّمَّا
melainkan
عَلَيْهَا
atasnya
حَافِظٌۗ
penjaga
﴿٤﴾
setiap orang pasti ada penjaganya.
5935 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

1-4. Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang datang di malam hari, Tahukah kamu besarnya bintang itu? Ia adalah bintang yang bersinar terang, Tidak ada satu jiwapun kecuali ditugaskan untuknya seorang malaikat pengawas yang menjaga amal amalnya, agar amal amalnya itu dihisab pada hari kiamat.

Sumber: https://tafsirweb.com/12516-surat-at-tariq-ayat-4.html

Tafsir as-Sa'di

Ayat 1-4 Allah berfirman, “Demi langit dan yang datang pada malam hari,” kemudian yang datang di malam hari dijelaskan dengan FirmanNya, “(Yaitu) bintang yang cahayanya menembus,” yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi.Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam.Obyek sumpahnya adalah Firman Allah, “Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya,” yang menjaga amal perbuatannya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas.

Sumber: https://tafsirweb.com/12516-surat-at-tariq-ayat-4.html

Tafsir Al-Wajiz

4. Segala sesuatu pasti ada penjaga dari Tuhannya. Sebagai pengganti atau wakil untuk menjaganya, dan mengawasi segala perbuatannya.Penjaga itu adalah para malaikat.

Sumber: https://tafsirweb.com/12516-surat-at-tariq-ayat-4.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 1-10 Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan menyebut nama langit dan semua bintang yang bersinar. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demi langit dan yang datang pada malam hari (1)) Kemudian Allah berfirman: (tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu? (2)) Kemudian ditafsirkan dengan firmanNya: ((yaitu) bintang yang cahayanya menembus (3)) Qatadah dan lainnya berkata bahwa sesungguhnya bintang dinamakan “Ath-Thariq” tidak lain karena ia hanya dapat dilihat di malam hari, dan tersembunyi di siang hari.Hal ini diperkuat dengan apa yang disebutkan dalam hadits shahih,”Beliau ﷺ melarang seseorang mendatangi keluarganya di malam hari yang sudah larut” yaitu dia pulang ke rumahnya dengan tiba-tiba di malam hari Firman Allah سبحانه وتعالى: (yang cahayanya menembus) Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah yang menyinari. Firman Allah سبحانه وتعالى: (tidak ada suatu jiwa (diri) pun melainkan ada penjaganya (4)) yaitu setiap jiwa terdapat malaikat yang menjaganya yang ditugaskan Allah سبحانه وتعالى untuk melindunginya dari berbagai bencana dan penyakit. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah) (Surah Ar-Ra'd: 11) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? (5)) peringatan bagi manusia tentang kelemahan asal kejadiannya yang mana dia diciptakan dari hal itu dan membimbingnya untuk mengakui adanya hari kebangkitan, karena sesungguhnya Tuhan yang mampu memulai penciptaannya itu juga mampu mengembalikannya dengan lebih baik.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Dialah Yang Menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagiNya) (Surah Ar-Rum: 27) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dia diciptakan dari air yang terpancar (6)) yaitu air mani yang dikeluarkan laki-laki dan bertemu dengan perempuan, maka terjadilah anak dari keduanya dengan seizin Allah سبحانه وتعالى.Oleh karena itu Allah berfirman: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada (7)) yaitu dari tulang sulbi laki-laki dan dari tulang dada wanita.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada (7)) yaitu sulbi laki-laki dan tulang dada wanita yang berwarna kuning tipis, yang mana tidak ada kejadian anak melainkan dari keduanya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “taribatul mar’ah” adalah tempat kalungnya Demikian juga dikatakan Ikrimah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “At-tara’ib” adalah di antara payudaranya Diriwayatkan dari Qatadah tentang firmanNya: (yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada (7)) yaitu di antara tulang sulbi dan bagian bawah kerongkongannya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah matinya) (8)) Terkait ini ada dua pendapat: Pendapat pertama adalah bahwa Allah berkuasa mengembalikan air mani yang telah terpancarkan ini ke tempat keluarnya. Pendapat ini dikatakan Mujahid, Ikrimah, dan selain keduanya. Pendapat kedua bahwa sesungguhnya Allah berkuasa menghidupkan kembali manusia yang diciptakan dari air mani ini, yaitu mengembalikan dan membangkitkannya lagi menuju negeri akhirat.Karena sesungguhnya Tuhan yang memulai penciptaan itu mampu mengembalikan ciptaanNya. Allah سبحانه وتعالى telah menyebutkan dalil yang menunjukkan hal ini di dalam Al-Qur'an di berbagai tempat. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Pada hari ditampakkan segala rahasia (9)) yaitu, pada hari kiamat semua rahasia ditampakkan sehingga menjadi jelas dan terang, dan tidak ada lagi rahasia karena semuanya menjadi terang dan semua yang tersembunyi menjadi terlihat. Firman Allah سبحانه وتعالى: (maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu) yaitu bagi manusia pada hari kiamat (satu kekuatan pun) yaitu, dalam dirinya (dan tidak (pula) seorang penolong) yaitu dari luar dirinya. yaitu, tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkannya dari azab Allah dan tidak ada seorang pun yang mampu menolong orang lain dari hal itu

Sumber: https://tafsirweb.com/12516-surat-at-tariq-ayat-4.html

Informasi

Surat

الطارق (At-Tariq)

Yang Datang Di Malam Hari — 17 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

4 dari 17 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 591

Ruku

Ruku 528

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 118 (236/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-5935 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-86