الاعلى (Al-A'la)
Per AyatMushaf
اِنَّ
sungguh
هٰذَا
ini
لَفِى
benar-benar dalam
الصُّحُفِ
kitab-kitab
الْاُوْلٰىۙ
terdahulu
﴿١٨﴾
Sesungguhnya ini terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu,
5966 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
18-19. Sesungguhnya apa yang dikabarkan kepada kalian dalam surat ini termasuk apa yang maknanya terpatri pada shuhuf shuhuf yang diturunkan sebelum al-qur’an, Yaitu shuhuf Ibrahim dan Musa.
Sumber: https://tafsirweb.com/12564-surat-al-ala-ayat-18.html
Tafsir as-Sa'di
Ayat 18-19 “Sesungguhnya ini,” yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal indah dan berita-berita bagus “benar-benar terdapat dalm kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa,” keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad . Semua perintah-perintah diatas terdapat dalam seluruh syariat karen berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah tersebut merupakan maslahat diseluruh waktu dan tempat.
Sumber: https://tafsirweb.com/12564-surat-al-ala-ayat-18.html
Tafsir Al-Wajiz
18. Ini semua adalah keberuntungan bagi orang-orang yang senantiasa mensucikan hatinya dan senantiasa sholat. Bagi mereka kehidupan akhirat lebih baik daripada dunia seisinya.Keterangan ini juga terdapat dalam kitab-kitab yang turun sebelum Al-quran
Sumber: https://tafsirweb.com/12564-surat-al-ala-ayat-18.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 14-19 Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14)) yaitu menyucikan dirinya dari akhlak-akhlak yang rendah dan mengikuti apa yang diturunkan Allah سبحانه وتعالى kepada RasulNya ﷺ (dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15)) yaitu mendirikan shalat tepat pada waktunya karena mengharapkan ridha Allah dan taat kepada perintahNya serta menunaikan syariatNya. Qatadah berkata tentang ayat ini: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15)) yaitu mengeluarkan zakat untuk hartanya dan membuat ridha Penciptanya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia (16)) yaitu kalian mendahulukannya daripada perkara akhirat, dan kalian menonjolkannya karena di dalamnya terdapat kemanfaatan dan kebaikan dalam penghidupan kalian (Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) yaitu pahala Allah di negeri akhirat lebih baik dan lebih kekal daripada dunia, karena sesungguhnya dunia itu pasti lenyap dan fana, sedangkan kehidupan akhirat itu mulia dan kekal.Maka bagaimana orang yang berakal bisa lebih memilih hal yang fana atas hal yang kekal, dan lebih mementingkan hal yang cepat lenyapnya serta berpaling dari memperhatikan negeri yang kekal? Ibnu Jarir memilih pendapat yang mengatakan bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya, (Inna haza) itu ditujukan kepada firmanNya: (Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) (14) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia shalat (15) Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia (16) Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal (17)) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya ini) yaitu yang terkandung dari ayat itu. (benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu (18) (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa (19)) Apa yang dipilih Ibnu Jarir ini baik dan kuat. Telah diriwayatkan juga hal yang serupa dari Qatadah dan Ibnu Zaid.
Sumber: https://tafsirweb.com/12564-surat-al-ala-ayat-18.html
Informasi
Surat
الاعلى (Al-A'la)
Maha Tinggi — 19 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
18 dari 19 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 592
Ruku
Ruku 529
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 119 (237/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-5966 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-87