البلد (Al-Balad)

Per AyatMushaf
وَالَّذِيْنَ
dan orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
بِاٰيٰتِنَا
dengan ayat-ayat Kami
هُمْ
mereka
اَصْحٰبُ
golongan
الْمَشْئَمَةِۗ
kiri
﴿١٩﴾
Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.
6042 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang yang kafir kepada al-qur’an, pada hari kiamat mereka digiring ke kiri ke api neraka.

Sumber: https://tafsirweb.com/12715-surat-al-balad-ayat-19.html

Tafsir as-Sa'di

19-20. “Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami,” dengan mencampakkan hal-hal ini di balik punggung mereka ( tidak menghiraukan) dan tidak membenarkan Allah, tidak beriman padaNya, tidak melakukan amal baik dan tidak bersikap kasih sayang terhadap hamba-hamba Allah, mereka itulah “golongan kiri, mereka berada dalam neraka yang tertutup rapat,” yakni tertutup. Berada di tempat yang amat luas yang terbentang dari belakangnya agar pintu-pintunya tidak terbuka hingga mereka berada dalam kesempitan, kesedihan, dan kesusahan.

Sumber: https://tafsirweb.com/12715-surat-al-balad-ayat-19.html

Tafsir Al-Wajiz

19-20. Dan orang-orang yang menyangkal ayat-ayat kami, baik yang terkandung dalam Al-Qur’an atau di alam semesta, mereka adalah orang-orang golongan kiri yang mengambil buku catatan amal mereka menggunakan tangan kiri dan dimasukkan ke dalam neraka. Bagi mereka adalah neraka yang sangat mengerikan

Sumber: https://tafsirweb.com/12715-surat-al-balad-ayat-19.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 11-20 Hasan Al-Bashri berkata tentang firmanNya: (Maka tidakkah sebaiknya ia menempuh jalan yang mendaki lagi sulit (11)) yaitu jalan yang mendaki dalam neraka Jahanam. Qatadah berkata bahwa sesungguhnya hal itu merupakan jalan mendaki, sulit, dan keras, maka jinakkanlah dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah. Qatadah berkata tentang firmanNya: (Tahukah 'kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (12)) kemudian Allah memberitahukan cara melaluinya, lalu Allah berfirman: ((yaitu) melepaskan budak dari perbudakan (13) atau memberi makan (14)) Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (Maka tidakkah sebaiknya (dengan hartanya itu) ia menempuh jalan yang mendaki lagi sukar? (11)) yaitu tidakkah sebaiknya dia menempuh jalan yang membawanya kepada keselamatan dan kebaikan.Kemudian Dia menjelaskannya lalu berfirman: (Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu (12) (Yaitu) melepaskan budak dari perbudakan (13) atau memberi makan) dibaca (fakku raqabatin) dengan diidhafahkan. Dan dibaca juga sebagai fi’il yang mengandung dhamir sebagai fa’il, sedangkan “Ar-raqabah” sebagai maf’ulnya. Kedua bacaan ini maknanya berdekatan.Firman Allah: (Atau memberi makan pada hari kelaparan (14)) Ibnu Abbas berkata bahwa maknannya adalah kelaparan. Demikian juga dikatakan Ikrimah, Mujahid, dan beberapa orang lainnya. “As-saghab” adalah kelaparan. Firman Allah سبحانه وتعالى: ((kepada) anak yatim) yaitu berilah makan anak yatim di hari seperti itu (yang ada hubungan kerabat) yaitu yang mempunyai hubungan kerabat darinya.Diriwayatkan dari Salman bin Amir, dia berkata,”Aku pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:”Bersedekah kepada orang yang miskin itu berpahala sedekah; dan kepada orang miskin yang memiliki hubungan kerabat itu dua pahala, pahala sedekah dan pahala silaturahmi” Firman Allah سبحانه وتعالى: (atau orang miskin yang sangat fakir (16)) yaitu sangat fakir sehingga menempel di tanah, lagi tak punya apa-apa. Ibnu Abbas berkata tentang firmanNya (dza matrabah) yaitu orang miskin yang terlempar di jalan yang tidak mempunyai rumah, dan sesuatu yang menghindarinya dari menempel di tanah. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan dia termasuk orang-orang yang beriman (17)) yaitu selain dari semua sifat yang baik dan suci itu, dia adalah orang yang beriman hatinya dan mengharapkan pahala amalnya itu di sisi Allah سبحانه وتعالى.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik (19)) (Surah Al-Isra’) Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang) yaitu dia termasuk orang-orang mukmin yang beramal shalih dan saling berpesan untuk bersabar dalam menghadapi gangguan manusia dan tetap bersikap penyayang kepada mereka Firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka adalah golongan kanan (18)) yaitu orang-orang yang disifati dengan sifat-sifat ini adalah golongan kanan.Kemudian Allah berfirman: (Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri (19)) yaitu golongan kiri (Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat (20)) yaitu lalu ditutup rapat-rapat sehingga tidak ada jalan selamat dan jalan keluar bagi mereka darinya.Ibnu Abbas, Mujahid, dan Qatadah berkata tentang firman Allah سبحانه وتعالى: (yang ditutup rapat) yaitu, ditutup rapat; Ibnu Abbas berkata bahwa semua pintunya ditutup. Mujahid berkata bahwa “ashuddul bab” dengan bahasa Quraisy yaitu aku menutup pintu. Hal ini akan dijelaskan dalam hadits dalam surah (Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela (1)) (Surah Al-Humazah)

Sumber: https://tafsirweb.com/12715-surat-al-balad-ayat-19.html

Informasi

Surat

البلد (Al-Balad)

Negeri — 20 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

19 dari 20 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 594

Ruku

Ruku 532

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 119 (238/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-6042 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-90