الّيل (Al-Lail)

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
عَلَيْنَا
bagi Kami
لَلْهُدٰىۖ
kesudahan/akherat
﴿١٢﴾
Sesungguhnya Kamilah yang memberi petunjuk,
6070 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

12-13. Sesungguhnya Kami, dengan karunia dan hikmah Kami menjelaskan jalan hidayah yang menyampaikan kepada Allah dan surge NYA, dari jalan kesesatan. Hanya milik Kami lah kehidupan dunia dan akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/12780-surat-al-lail-ayat-12.html

Tafsir as-Sa'di

12. “Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk,” yakni jalan yang lurus yang akan mengantarkan menuju Allah dan mendekatkan pada keridhaanNya. Sedangkan kesesatan, jalannya tertutup, tidak bisa mencapai Allah dan hanya mengantarkan orang menuju siksaan yang dahsyat.

Sumber: https://tafsirweb.com/12780-surat-al-lail-ayat-12.html

Tafsir Al-Wajiz

12. Dan tugas kami dengan keadilan dan kebijaksanaan kami, yaitu menunjukkan jalan petunjuk daripada menunjukkan jalan kesesatan

Sumber: https://tafsirweb.com/12780-surat-al-lail-ayat-12.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 12-21 Qatadah berkata tentang firmanNya: (Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk (12)) yaitu Kami menjelaskan yang halal dan yang haram. Selain Qatadah berkata bahwa barang siapa yang menempuh petunjuk, maka dia akan sampai kepada Allah. Dia menjadikannya sebagaimana firmanNya سبحانه وتعالى: (Dan hak bagi Allah (menerangkan) jalan yang lurus) (Surah An-Nahl: 9) Hal ini diriwayatkan Ibnu Jarir.Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia (13)) yaitu semuanya adalah milik Kami, dan Akulah yang mengatur keduanya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka Kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala (14)) Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah bergejolak. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka (15)) yaitu tidak ada yang dijerumuskan ke dalamnya sehingga diliputi api neraka dari segala penjuru kecuali hanya orang yang paling celaka.Kemudian menjelaskannya, jadi Allah berfirman: (yang mendustakan) yaitu, dengan hatinya (dan berpaling) yaitu semua anggota tubuhnya tidak mau mengamalkannya.Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Semua umatku akan masuk surga pada hari kiamat, kecuali orang yang membangkang” Mereka bertanya,"Siapakah orang yang membangkang itu, wahai Rasulullah ﷺ?" Maka beliau ﷺ menjawab: “Barang siapa yang taat kepadaku, maka masuk surga; dan barangsiapa durhaka kepadaku, maka dia membangkang” Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu (17)) yaitu akan dijauhkan dari neraka orang yang bertakwa dan orang yang paling bertakwa, kemudian dijelaskan dengan firmanNya: ((yaitu) yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya (18)) yaitu membelanjakan hartanya untuk ketaatan kepada Tuhannya, untuk mensucikan diri, harta dan segala sesuatu yang dikaruniakan Allah kepadanya berupa agama dan dunia (padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya (19)) yaitu, bukan untuk membalas hartanya yang pernah diberikan orang lain kepadanya, melainkan dia mengeluarkannya hanya (tetapi semata-mata karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi (20)) yaitu hanya semata-mata karena mengharapkan untuk dapat melihat Allah di akhirat di dalam taman-taman surga. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan (21)) yaitu orang yang disifati dengan sifat-sifat ini akan diridhai.

Sumber: https://tafsirweb.com/12780-surat-al-lail-ayat-12.html

Informasi

Surat

الّيل (Al-Lail)

Malam — 21 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

12 dari 21 ayat

Juz

Juz 30

Halaman

Halaman 595

Ruku

Ruku 534

Manzil

Manzil 7

Hizb

Hizb 119 (238/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-6070 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-92