القدر (Al-Qadr)
Per AyatMushaf
سَلٰمٌ
sejahtera
ۛهِيَ
ia/malam itu
حَتّٰى
hingga
مَطْلَعِ
terbit
الْفَجْرِ
fajar
ࣖ
﴿٥﴾
Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.
6130 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sepanjang malam itu aman, tidak ada keburukan padanya hingga terbit fajar
Sumber: https://tafsirweb.com/12909-surat-al-qadr-ayat-5.html
Tafsir as-Sa'di
5. “Malam itu (penuh) kesejahteraan,” yakni sejahtera dari berbagai aib dan keburukan karena banyaknya kebaikan pada malam itu “sampai terbit fajar,” yakni bermula sejak tenggelamnya matahari hingga terbitnya fajar. Berbagai hadist mutawatir banyak menyebutkan keutamannya, malam itu berada di bulan Ramadhan pada sepuluh malam terakhir khususnya, dan terutama pada malam-malam ganjil. Malam qadar berlaku setiap tahun hingga Kiamat tiba.Karena itu Nabi beri’tikaf dan memperbanyak ibadah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan demi mengharapkan malam qadar. Wallahu a’lam.
Sumber: https://tafsirweb.com/12909-surat-al-qadr-ayat-5.html
Tafsir Al-Wajiz
5. Malam ini adalah malam (yang penuh) kesejahteraan dan penuh kebaikan mulai permulaannya sampai terbitnya fajar.
Sumber: https://tafsirweb.com/12909-surat-al-qadr-ayat-5.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-5 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menurunkan Al-Qur'an di malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang penuh keberkahan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkati) (Surah Ad-Dukhan: 3) yaitu Lailatul Qadar yang ada dalam bulan Ramadhan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan)Al-Qur’an) (Surah Al-Baqarah: 185) Ibnu Abbas dan lainnya berkata bahwa Allah سبحانه وتعالى menurunkan Al-Qur'an sekaligus dari Lauhil Mahfuz ke Baitul 'Izzah di langit dunia.Kemudian diturunkan secara terpisah-pisah sesuai dengan kejadian-kejadian dalam masa dua puluh tiga tahun kepada Rasulullah ﷺ. Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengagungkan perkara Lailatul Qadar yang dikhususkan dengan diturunkan di dalamnya. Jadi Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (2) Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (3)) Karena melakukan ibadah di malam Lailatul Qadar sebanding pahala melakukan ibadah selama seribu bulan, telah disebutkan di dalam hadits shahih Bukhari Muslim dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Barangsiapa yang melakukan shalat di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mengharapkan pahala Allah, maka diampunilah baginya semua dosanya yang terdahulu” Firman Allah: (Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan (4)) yaitu banyak malaikat yang turun di malam kemuliaan ini karena banyaknya keberkahannya.Dan para malaikat turun bersamaan dengan turunnya keberkahan dan rahmat, sebagaimana mereka turun ketika Al-Qur'an dibacakan dan mengelilingi perkumpulan yang melakukan dzikir dan meletakkan sayap mereka menaungi orang yang menuntut ilmu dengan benar karena menghormatinya. Adapun tentang kata “ar-ruh” di sini, dikatakan bahwa yang dimaksud adalah malaikat Jibril yang hal ini termasuk “athaf khas ‘alal ‘am”. Dikatakan juga bahwa “ar-ruh” adalah malaikat tertentu, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam surah An-Naba’.Hanya Allah yang lebih Mengetahui. Diriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Malam itu (penuh) kesejahteraan) dia berkata, yaitu penuh keselamatan, setan tidak mampu berbuat keburukan atau melakukan gangguan padanya. Qatadah dan lainnya berkata yaitu semua urusan ditetapkan di dalamnya dan semua ajal serta rezeki ditakdirkan, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (4)) (Surah Ad-Dukhan) Firman Allah: (Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) diriwayatkan dari Asy-Sya'bi tentang firmanNya: (untuk mengatur segala urusan (4) Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar (5)) dia berkata yaitu salamnya para malaikat di malam Lailatul Qadar kepada orang-orang yang ada di dalam masjid sampai fajar terbit.Qatadah dan Ibnu Zaid berkata tentang firmanNya: (malam itu (penuh) kesejahteraan) yaitu semuanya baik, tidak ada suatu keburukan pada malam itu sampai matahari terbit
Sumber: https://tafsirweb.com/12909-surat-al-qadr-ayat-5.html
Informasi
Surat
القدر (Al-Qadr)
Kemuliaan — 5 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
5 dari 5 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 598
Ruku
Ruku 539
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 120 (239/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-6130 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-97