الاخلاص (Al-Ikhlas)
Per AyatMushaf
اَللّٰهُ
Allah
الصَّمَدُۚ
tempat bergantung
﴿٢﴾
Allah tempat meminta segala sesuatu.
6223 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah yang sempurna dalam sifat-sifat kemuliaan dan keutamaan serta keagungan, yang dituju oleh makhluk-makhluk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Sumber: https://tafsirweb.com/13123-surat-al-ikhlas-ayat-2.html
Tafsir as-Sa'di
2. “Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu,” yakni yang dituju dalam seluruh kebutuhan. kepadaNya mereka meminta apa yang mereka perlukan dan keadaNya mereka bergantung pada apa yang mereka inginkan, karena Dia Maha Sempurna dalam sifat-sifatNya, Maha Mengetahui Yang sempurna ilmuNya, Maha Penyantun yang sempurna SantunNya, Maha Penyayang yang sempurna rahmatNya, yang meliputi segala sesuatu dan seperti itulah seluruh sifat-sifatNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/13123-surat-al-ikhlas-ayat-2.html
Tafsir Al-Wajiz
2. Allah adalah Dzat yang menguasai tujuan dari semua kebutuhan selama-lamanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/13123-surat-al-ikhlas-ayat-2.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 1-4 Telah disebutkan sebab penurunannya. Yaitu Dialah Tuhan yang Satu, Yang Esa, Yang tidak ada tandingan bagiNya, tidak ada pembantu bagiNya, tidak ada lawan bagiNya, tidak ada yang serupa denganNya, dan tidak ada yang setara denganNya. Lafaz ini tidak boleh dikatakan secara itsbat terhadap seseorang kecuali hanya Allah سبحانه وتعالى, karena Dia Maha Sempurna dalam segala sifat dan perbuatanNya.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa maknanya adalah Tuhan Yang Maha Sempurna dalam perilakuNya, Maha Mulia yang Maha Sempurna dalam kemuliaanNya, Maha Agung yang Maha Sempurna dalam keagunganNya, Maha Penyantun yang Maha Sempurna dalam sifat penyantunNya, Maha Mengetahui yang Maha Sempurna dalam pengetahuanNya, dan Maha Bijaksana yang Maha Sempurna dalam kebijaksanaanNya. Dialah Allah yang Maha Sempurna dalam kemuliaan dan perilakuNya. Dan hanya Dialah Allah سبحانه وتعالى yang berhak memiliki sifat ini yang tidak layak bagi selain Dia.Tidak ada yang setara denganNya dan tidak ada yang sama denganNya, Maha Suci Allah yang Maha Esa lagi Maha Menang. Diriwayatkan dari Abu Wa'il tentang firmanNya: (yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu) Tuhan yang perilakuNya tidak ada yang menandingiNya. ‘Ashim meriwayatkan hal yang semisal dari Abu Wa'il, dari Ibnu Mas'ud. Ar-Rabi' bin Anas berkata bahwa maknanya adalah Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.Seakan-akan pendapat ini menjadikan firman setelahnya merupakan tafsirnya, yaitu firmanNya: (Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3) Pendapat ini merupakan pendapat yang bagus. Telah disebutkan dalam hadits dari riwayat Ibnu Jarir, dari Ubay bin Ka'b tentang itu yang menerangkannya dengan jelas. Al-Hafizh Abu Al-Qasim Ath-Thabrani berkata dalam kitab sunahnya setelah menyebutkan banyak pendapat tentang tafsir “Ash-Shamad” bahwa semuanya itu benar termasuk sifat Rabb kita سبحانه وتعالى; yaitu yang menjadi tempat bergantung bagi segala keperluan.Dia adalah tujuan semuanya. Dia tidak berongga, tidak makan, dan tidak minum, dan Dia kekal setelah semua makhluk. Firman Allah: (Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (3) dan tidak ada seorangpun yang setara denganNya (4)) yaitu Dia tidak memiliki anak, tidak memiliki orang tua, dan tidak mempunyai istri.Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya (4)) yaitu tidak memiliki istri Hal ini sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri, Dia menciptakan segala sesuatu) (Surah Al-An'am: 101) yaitu Dialah Dzat yang memiliki segala sesuatu dan yang Menciptakannya, maka bagaimana mungkin Dia mempunyai tandingan dari kalangan makhlukNya yang menyamaiNya atau mendekatiNya?Maha Tinggi lagi Maha Suci Allah dari semuanya itu. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak” (88) Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar (89) hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh (90) karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak (91) Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak (92) Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba (93) Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti (94) Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri (95)) (Surah Maryam)
Sumber: https://tafsirweb.com/13123-surat-al-ikhlas-ayat-2.html
Informasi
Surat
الاخلاص (Al-Ikhlas)
Ikhlas — 4 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
2 dari 4 ayat
Juz
Juz 30
Halaman
Halaman 604
Ruku
Ruku 554
Manzil
Manzil 7
Hizb
Hizb 120 (240/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-6223 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-112