النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْٓا
beriman
اٰمِنُوْا
beriman
بِاللّٰهِ
dengan/kepada Allah
وَرَسُوْلِهٖ
dan Rasul-RasulNya
وَالْكِتٰبِ
dan Kitab
الَّذِيْ
yang
نَزَّلَ
Dia turunkan
عَلٰى
atas
رَسُوْلِهٖ
Rasul-RasulNya
وَالْكِتٰبِ
dan Kitab
الَّذِيْٓ
yang
اَنْزَلَ
(Allah) turunkan
مِنْ
dari
قَبْلُ
sebelumnya
ۗوَمَنْ
dan barang siapa
يَّكْفُرْ
kafir
بِاللّٰهِ
dengan/kepada Allah
وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ
dan Malaikat-MalaikatNya
وَكُتُبِهٖ
dan Kitab-KitabNya
وَرُسُلِهٖ
dan Rasul-RasulNya
وَالْيَوْمِ
dan hari
الْاٰخِرِ
akhirat
فَقَدْ
maka sesungguhnya
ضَلَّ
ia telah sesat
ضَلٰلًا
kesesatan
ۢ
بَعِيْدًا
jauh
﴿١٣٦﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.
629 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya serta menjalankan syariatNya, konsistenlah kalian diatas keadaan kalian berupa keimanan yang mantap kepada Allah dan rasulNya Muhammad dan dalam ketaatan kepada keduanya, dan kepada al-qur’an yang diturunkanNya kepadanya serta kepada seluruh kitab suci yang Allah turunkan kepada para rasul. Dan barangsiapa kafir kepada Allah malaikat-malaikatNya yang dimuliakan, kitab-kitabnya yang diturunkan sebagai petunjuk bagi makhluk-makhlukNya, dan para rasulNya yang Allah pilih untuk menyampaikan risalahNya, serta kepada hari akhir yang mana manusia akan bangkit dari kematian mereka untuk dihadapkan kepada Allah dan perhitungan amal hari itu,maka sungguh dia telah keluar dari agama islam dan jauh dari jalan kebenaran sejauh-jauhnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1668-surat-an-nisa-ayat-136.html
Tafsir as-Sa'di
136. Ketahuilah bahwa perintah ini bisa jadi diarahkan kepada orang yang belum masuk dalam sesuatu pun atau belum berjulukan dengan suatu pun darinya, maka perintah ini menjadi perintah untuknya agar masuk ke dalamnya, yang demikian itu adalah seperti perintah kepada orang yang belum beriman untuk beriman, seperti Firman Allah, "Hai orang-orang yang telah diberi Al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (Al Quran) yang membenarkan Kitab yang ada pada kamu sebelum Kami mengubah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku." (an-NIsa:47) Atau diarahkan kepada orang yang telah masuk kedalam sesuatu, maka perintah ini menjadi perintah ini menjadi perintah untuknya agar memperbaiki apa yang didapatkan darinya atau memperoleh apa yang belum didapatkan, di antara hal itu adalah apa yang telah disebutkan oleh Allah dalam ayat ini berupa perintah untuk kaum Mukminin agar beriman, karena sesungguhnya hal itu menunjukkan suatu perintah kepada mereka dengan perkara yang memperbaiki keimanan mereka berupa keikhlasan, kejujuran, menghindari kerusakan dan bertaubat dari segala bentuk kelalaian, juga menunjukkan perintah dengan perkara yang belum ada dari seorang Mukmin berupa ilmu keimanan dan perbuatan-perbuatannya, karena setiap kali suatu nash sampai kepadanya lalu ia paham maskudnya dan meyakininya, maka hal itu adalah keimanan yang diperintahkan kepadanya. demikian juga seluruh perbuatan-perbuatan lahiriyah dan batiniyah, seluruhnya dari keimanan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh banyak nash-nash dan telah disepakati oleh para ulama salaf umat ini, kemudian konsisten terhadap hal tersebut dan tegar di atasnya hingga maut menjemput, seperti Firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Ali Imran:102).Dalam ayat ini, Allah memerintahkan untuk beriman kepadaNya, kepada Rasul-rasulNya, kepada al-Quran dan kitab-kitab sebelumnya. Semua itu adalah di antara keimanan yang wajib di mana seorang hamba tidaklah dikatakan beriman kecuali dengannya; beriman secara global, apabila tidak sampai kepadanya rincian tentangnya, dan beriman secara rinci bila hal bersangkutan diketahui secara rinci. Barangsiapa yang beriman dengan keimanan yang diperintahkan tersebut, sesungguhnya ia telah mendapat hidayah dan telah selamat.Barangsiapa yang kafir “kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan Hari kemudian, maka sungguh orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,” yaitu, kesesatan apa lagi yang paling jauh dari kesesatan orang yang meninggalkan petunjuk yang lurus dan menempuh jalan yang menyampaikannya kepada siksa yang pedih? Ketahuilah bahwa kufur kepada sesuatu dari perkara-perkara yang disebutkan tersebut adalah seperti kufur kepada seluruhnya, karena hal itu saling berkaitan dan tidak mungkinnya keimanan kepada sebagian tanpa kepada sebagian lainnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1668-surat-an-nisa-ayat-136.html
Tafsir Al-Wajiz
136 Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya sebagaimana firman Allah pada surat Al ahzab ayat 1 wahai Nabi bertakwalah kepada Allah, dan beriman kepada Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, juga serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir, atau ingkar kepada salah satu rukun iman baik kepada malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya dari petunjuk dan kebenaran, maka dari itu hendaknya mereka kembali pada jalan hidayah. Ayat ini turun untuk segolongan mukmin ahli kitab.Mereka berkata kepada Rasul, kami beriman kepada engkau dan kitabmu, juga kepada Musa dan Taurat dan juga Uzair. Namun kami ingkar kepada kitab dan rasul selain itu. kemudian Allah menurunkan ayat ini.
Sumber: https://tafsirweb.com/1668-surat-an-nisa-ayat-136.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hamba-hambaNya yang mukmin untuk menerapkan semua prinsip keimanan, cabang-cabangnya, rukun-rukunnya, dan pilar-pilarnya. Ini bukan semata-mata untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan, melainkan untuk menyempurnakan, mengokohkan, meneguhkan, dan melakukannya secara berkelanjutan. Sebagaimana yang diucapkan oleh seorang mukmin dalam setiap shalat: (Tunjukilah kami jalan yang lurus (6)) [Surah Al-Fatihah], yang berarti, “Perlihatkanlah kami pada jalan itu, tambahkanlah kepada kami petunjuk, dan teguhkanlah kami pada jalan itu” Jadi Dia memerintahkan mereka untuk beriman kepadaNya dan RasulNya, sebagaimana Allah berfirman: (Hai orang-orang yang beriman (kepada para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya) [Surah Al-Hadid: 28].Firman Allah (dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya) yaitu Al-Qur’an (serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya) yaitu mencakup semua kitab suci sebelumnya. Allah berfirman dalam Al-Quran: (Dia menurunkan) karena Dia menurunkan secara terpisah pada peristiwa-peristiwa yang sesuai dengan kebutuhan hamba-hambaNya dalam urusan dunia dan akhirat mereka.Adapun kitab-kitab sebelumnya turun dalam satu kesatuan, Oleh karena itu, Allah berfirman: (serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya) kemudian Allah berfirman: (Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya) yaitu dia telah menyimpang dari jalan petunjuk dan menjauh dengan sejauh-jauhnya dari tujuan"
Sumber: https://tafsirweb.com/1668-surat-an-nisa-ayat-136.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
136 dari 176 ayat
Juz
Juz 5
Halaman
Halaman 100
Ruku
Ruku 81
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 20 (40/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-629 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4