النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
ۨالَّذِيْنَ
orang-orang yang
يَتَرَبَّصُوْنَ
(mereka) menunggu
بِكُمْۗ
dengan/untuk kalian
فَاِنْ
maka jika
كَانَ
ada
لَكُمْ
bagi kalian
فَتْحٌ
kemenangan
مِّنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
قَالُوْٓا
mereka berkata
اَلَمْ
bukankah
نَكُنْ
kami berada
مَّعَكُمْ
beserta kamu
ۖ
وَاِنْ
dan jika
كَانَ
ada
لِلْكٰفِرِيْنَ
bagi orang-orang kafir
نَصِيْبٌ
bagian/kemenangan
قَالُوْٓا
mereka berkata
اَلَمْ
bukankah
نَسْتَحْوِذْ
kami turut memenangkan
عَلَيْكُمْ
atas kalian
وَنَمْنَعْكُمْ
dan membela kamu
مِّنَ
dari
الْمُؤْمِنِيْنَ
orang-orang mukmin
ۗ
فَاللّٰهُ
maka Allah
يَحْكُمُ
memberi keputusan
بَيْنَكُمْ
di antara kamu
يَوْمَ
hari
الْقِيٰمَةِ
kiamat
ۗ
وَلَنْ
dan tidak
يَّجْعَلَ
akan menjadikan
اللّٰهُ
Allah
لِلْكٰفِرِيْنَ
bagi orang-orang kafir
عَلَى
atas
الْمُؤْمِنِيْنَ
orang-orang mukmin
سَبِيْلًا
jalan
ࣖ
﴿١٤١﴾
(yaitu) orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu. Apabila kamu mendapat kemenangan dari Allah mereka berkata, “Bukankah kami (turut berperang) bersama kamu?” Dan jika orang kafir mendapat bagian, mereka berkata, “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang mukmin?” Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu pada hari Kiamat. Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman.
634 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang munafik adalah mereka yang menunggu-nunggu sesuatu yang akan menimpa kalian wahai kaum Mukminin yang berupa musibah-musibah dan peperangan. Apabila Allah menganugerahkan pada kalian bagian dari karuniaNya dan memenangkan kalian atas musuh kalian dan kalian berhasil mendapatkan harta rampasan perang mereka berkata kepada kalian, ”Bukankah kami bersama kalian dan mendukung kalian?” Dan apabila orang-orang yang mengingkari agama ini memperoleh kesempatan menang dan harta rampasan, orang-orang munafik berkata kepada orang-orang kafir, ”Bukaknkah kami telah membantu kalian dengan apa yang telah kami berikan kepada kalian dan kami melindungi kalian dari kaum MUkminin?” Allah akan megadili antara kalian dan mereka pada hari kiamat. Dan Allah tidak akan mengadakan jalan bagi orang-orang kafir untuk mengalahkan hamba-hambaNya yang shalih.Dan kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa adalah kebaikan di dunia dan di akhirat.

Sumber: https://tafsirweb.com/1673-surat-an-nisa-ayat-141.html

Tafsir as-Sa'di

141. Kemudian Allah menyebutkan penegasan perwalian orang-orang munafik kepada orang-orang kafir serta permusuhan mereka terhadap orang-orang Mukmin, maka firmaNya, “yaitu orang-orang yang menunggu peristiwa yang akan terjadi pada dirimu hai orang Mukmin,” maksudnya, mereka menunggu apa yang akan terjadi pada kalian, baik maupun buruk, dimana mereka telah menyiapkan masing-masing jawaban untuk kedua kemungkinan tersebut sesuai dengan kemunafikan mereka. “ Maka jika terjadi maka jika terjadi kemenangan dari Allah, mereka berkata, bukankah kami turut berperang beserta kamu?“ lalu mereka menampakan diri dan sikap bahwa mereka bersama kaum Mukminin secara lahir maupun batin agar mereka selamat dari celaan dan tuduhan, dan agar mereka di sertakan dalam bagian ghanimah atau fai’ serta kaum Mukminin menolong mereka. “ Dan jika orang-orang kafir dapat keberuntungan,” Allah tidak berkata , “kemenangan”, karena mereka tidaklah memperoleh kemenangan yang merupakan tonggak dasar akan pembelaan terhadap mereka yang berkelanjutan. Akan tetapi mereka mendapatkan bagian yang sementara sebagai hikmah dari Allah, maka bila demikian, “mereka berkata, “bukankah kami turut memenangkanmu", artinya, kami membuat kalian menguasai, “dan membela kamu dari orang-orang Mumin?” Maksudnya, mereka berpura-pura pada orang-orang kafir dengan membela mereka, dan menolong mereka dari kaum Mukminin dengan segala bentuk pertolongan yang menyelamatkan mereka dari penghancuran dan pembunuhan dalam peperangan serta menampakan permusuhan dalam kaum Mukminin dan sebagainya dari perkara-perkara yang telah diketahui oleh mereka. “Maka Allah memberi keputusan di antara kamu di Hari Kiamat,” lalu Allah memberi balasan kepada kaum Mukminin secara lahit maupun batin dengan syurga, dan menyiksa orang-orang menafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyirik laki-laki dan perempuan. “Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman,” yaitu, kekuasan dan kontrol atas mereka.Bahkan akan ada sekelompok dari kaum Mukminin yang ditolong atas kebenaran, tidaklah aka nada yang mampu memudharatkan mereka dari orang-orang yang menghinakan mereka dan tidak pula orang –orang yang bertentangan dengan mereka, dan Allah akan terus mengadakan kemenangan bagi kaum Mukminin dan menoloak kekuasaan kaum kafir, dimana semua itu di saksikan oleh mata kepala. Hingga sebagian orang Mukminin yang dikuasai oleh kelompok kaum kafir tetapi saja terhormat, mereka tidak diganggu karena agama mereka dan tidak juga mereka rendah walaupun berada di tengah-tengah orang-orang kafir; mereka tetap memiliki kemuliaan yang penuh dari Allah. Akhirnya segala pujian milik Allah, pertama dan terakhir, lahir dan batin.

Sumber: https://tafsirweb.com/1673-surat-an-nisa-ayat-141.html

Tafsir Al-Wajiz

141 Orang-orang yang menunggu-nunggu peristiwa baik atau buruk yang akan terjadi pada dirimu, atau azab kepada kalian, maka jika kemenangan dari Allah dianugerahkan kepada kalian wahai orang mukmin berupa pertolongan atau mendapatkan harta rampasan maka mereka akan berkata: “Bukankah kami turut berperang beserta kamu dalam memperjuangkan Islam, maka berikanlah bagian kami?” Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan kemenangan mereka berkata sebagaimana yang mereka katakan pada perang Uhud, mereka berkata kepada musuh-musuh kalian orang kafir: “Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin. Namun kami tidak ikhlas melakukan itu untuk kalian. Sebab niat kami adalah menghalangi orang-orang mukmin dari kalian sampai mereka tidak mampu untuk melawan kalian” Maksudnya adalah bahwa mereka akan condong kepada pemenang.Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dengan adil antara orang mukmin dan munafik sehingga kebenaran akan terungkap. Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman selagi mereka dalam keadaan beriman dengan sungguh-sungguh, melakukan kebenaran dan perintah syariat dan tidak rela atas kebatilan. Sehingga dengan begitu derajat orang mukmin akan terangkata atas orang kafir dan munafik.

Sumber: https://tafsirweb.com/1673-surat-an-nisa-ayat-141.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang munafik bahwa mereka selalu menunggu hal buruk terhadap orang-orang mukmin, yaitu mereka menunggu keruntuhan keadaan mereka dan munculnya kekufuran atas diri mereka, serta hilangnya agama mereka. (Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah) yaitu berupa pertolongan, dukungan, kemenangan, dan harta rampasan (mereka berkata: "Bukankah kami (turut berperang) beserta kamu?") yaitu mereka mendekati orang-orang mukmin dengan ucapan ini. (Dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan) yaitu giliran kemenangan mereka terhadap orang-orang mukmin di beberapa keadaan sebagaimana yang terjadi pada hari perang Uhud. Maka sesungguhnya para utusan itu diuji kemudian setelah itu ada hasil lainnya (mereka berkata: "Bukankah kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?") yaitu Kami membantu kalian dalam dalam bathin kalian, dan Kami tidak melindungi mereka dari kerusakan dan kehinaan sampai kalian membantu mereka. As-Suddi berkata tentang firmanNya (Bukankah kami turut memenangkanmu) Kami membuat kalian menang, sebagaimana firmanNya (Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah) (Surah Al-Mujadilah: 19) Ini juga merupakan cara mereka mendekati orang-orang kafir.Sesungguhnnya mereka membujuk kelompok ini dan kelompok itu agar beruntung di sisi mereka dan dan merasa aman dengan mereka hal itu karena kelemahan keimanan dan sedikitnya keyakinan mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat) berdasarkan apa yang Dia ketahui dari kalian, wahai orang-orang munafik berupa hal-hal buruk yang dirahasiakan, Maka janganlah kalian bangga dengan berlalunya hukum-hukum syari'at di dunia ini yang nampak dimana di dalamnya terdapat hikmah, namun pada hari Kiamat, apa yang kalian tampakkan tidak akan memberimu manfaat. Akan tetapi, hari itu adalah hari dimana segala yang tersembunyi akan terungkap, dan apa yang ada di dalam dada akan dihitung.Firman Allah, (dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman) Diriwayatkan dari Sabi’ Al-Kindi, dia berkata,”Seseorang datang kepada Ali bin Abi Thalib dan berkata,”Bagaimana menurutmu tentang ayat ini (dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman)? Ali menjawab, “Mendekatlah” dia membaca (Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat, dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman) As-Suddi berkata, (Sabila) maknanya adalah hujjah, dan mungkin juga makna dari ayat (dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman) bahwa di dunia mereka tidak akan bisa menaklukkan dan menumbangkan orang-orang mukmin sepenuhnya. Jika mereka mendapatkan kemenangan di beberapa keadaan atas orang-orang mukmin, namun akhirnya nasib baik berada pada orang-orang yang bertakwa di dunia dan di akhirat.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tegaknya saksi-saksi (hari kiamat) (51) (yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang zalim permintaan maafnya dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk (52)) (Surah Ghafir) Hal ini merupakan jawaban atas apa yang diharapkan dan ditunggu oleh orang-orang munafik, yaitu keruntuhan orang-orang mukmin, dan jawaban atas apa yang telah mereka lakukan berupa membujuk orang-orang kafir karena takut bahwa jika bujukan mereka terhadap orang-orang kafir itu tampak bagi orang-orang mukmin, maka orang-orang mukmin akan menghancurkan mereka.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka (52)) (Surah Al-Ma'idah).Banyak ulama fiqh menggunakan ayat ini sebagai dalil atas dua pendapat ulama’ yang paling benar, yaitu larangan menjual seorang budak muslim kepada orang kafir, karena tindakan ini mengakibatkan penguasaan dan penghinaan orang kafir atas orang muslim, dan di antara mereka ada yang mengatakan dengan benar bahwa dia harus membatalkannya segera, berdasarkan firman Allah, (dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman)

Sumber: https://tafsirweb.com/1673-surat-an-nisa-ayat-141.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

141 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 101

Ruku

Ruku 81

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 20 (40/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-634 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4