النساۤء (An-Nisa')

Per AyatMushaf
مُّذَبْذَبِيْنَ
mereka dalam keadaan ragu-ragu
بَيْنَ
antara
ذٰلِكَۖ
demikian
لَآ
tidak
اِلٰى
kepada
هٰٓؤُلَاۤءِ
ini/itu
وَلَآ
dan tidak
اِلٰى
kepada
هٰٓؤُلَاۤءِ
ini/itu
ۗ
وَمَنْ
dan barang siapa
يُّضْلِلِ
menyesatkan
اللّٰهُ
Allah
فَلَنْ
maka tidak
تَجِدَ
mendapat
لَهٗ
baginya
سَبِيْلًا
jalan
﴿١٤٣﴾
Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir), tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.
636 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya diantara karakter orang-orang munafik adalah keragu-raguan,bimbang,dan goncang. Mereka tidak pernah tegak diatas suatu keadaan. Mereka bukan bersama kaum Mukminin dan tidak pula bersama orang-orang kafir.Dan barangsiapa yang Allah palingkan hatinya dari keimanan kepadaNya dan berpegang teguh dengan petunjukNya, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapati baginya jalan menuju hidayah dan keyakinan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1675-surat-an-nisa-ayat-143.html

Tafsir as-Sa'di

143. “ Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian iman atau kafir tidak masuk kepada golongan ini orang-orang yang beriman dan tidak pula kepada golongan itu orang-orang itu.” Maksudnya mereka bimbang antara golongan orang-orang beriman dan kelompok orang-orang kafir. Mereka tidak bersama kelompok orang-orang yang beriman, lahir maupun batin dan tidak juga bersama kelompok orang-orang kafir, lahir maupun batin. Mereka memberikan batin kepada kelompok orang-orang kafir dan memberikan lahir kepada kelompok orang-orang beriman.Ini adalah kesesatan yang paling besar yang harus diperhitungkan. Karena itu Allah berfirman, “Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapatkan jalan untuk memberi petunuk baginya,” maksudnya, kalian tidak akan mendapat jalan lain untuk memberi petunjuk kepadanya dan tidak ada sarana untuk manyadarkan mereka untuk meninggalkan kesesatannya.Karena sesungguhnya pintu rahmat telah tertutup untuknya, dan semua berubah menjadi musibah. Sipat-sipat yang tercela ini dengan peringatan darinya, menunjukan bahwa orang-orang beriman memiliki sipat-sipat berlawanan dengan sipat-sipat yang di atas, yaitu kejujuran lahir maupun batin, serta keihklasan, dan bahwa mereka sangat diketahui dengan apa yang ada pada mereka, semangat mereka dalam shalat dan ibadah mereka serta dzikir mereka yang banyak kepada Allah. Dan bahwa mereka telah diberikan petunjuk oleh Allah dan diberikan taufikNya kepada jalan yang lurus, maka seorang yang berakal patut mengajukan dirinya diantara kedua perkara tersebut, dan memilih yang terbaik untuknya di antara kedua hal tersebut, dan hanya Allah tempat meminta pertolongan.

Sumber: https://tafsirweb.com/1675-surat-an-nisa-ayat-143.html

Tafsir Al-Wajiz

143 Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang iman atau kafir,: tidak masuk kepada golongan orang-orang beriman sehingga iman mereka menjadi ikhlas dan tidak pula kepada golongan orang-orang kafir sehingga kekufuran mereka menjadi jelas. Barangsiapa yang tidak dikehendaki Allah maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan untuk memberi petunjuk dan kebenaran

Sumber: https://tafsirweb.com/1675-surat-an-nisa-ayat-143.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 142-143 Telah disebutkan di permulaan surah Al-Baqarah firman Allah سبحانه وتعالى: (Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman) (Surah Al-Baqarah: 9).Di sini, Allah juga berfirman, (Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka) Tidak diragukan lagi bahwa Allah tidak mungkin diperdaya, karena Dia Maha Mengetahui rahasia dan hal yang disembunyikan dalam hati. Akan tetapi orang-orang munafik itu, karena kebodohan, kurangnya pengetahuan dan pemahaman, mereka percaya bahwa situasi mereka itu seperti yang diasumsikan oleh orang-orang di sekitar mereka dan hukum syariat tampak. Mereka juga berpikir bahwa itu terjadi pada keputusan Allah bagi mereka pada hari kiamat dan bahwa perkara mereka itu ada di sisiNya, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah سبحانه وتعالى bahwa mereka pada hari kiamat akan bersumpah kepada Allah bahwa mereka telah berjalan pada jalan lurus dan benar, dan mereka meyakini bahwa hal ini akan bermanfaat bagi mereka di sisi Allah.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, ((Ingatlah) hari (ketika) mereka semua dibangkitkan Allah lalu mereka bersumpah kepada-Nya (bahwa mereka bukan musyrikin) sebagaimana mereka bersumpah kepadamu; dan mereka menyangka bahwa mereka akan memperoleh suatu (manfaat). Ketahuilah, bahwa sesungguhnya merekalah orang-orang pendusta (18)) (Surah Al-Mujadilah).Firman Allah (dan Allah akan membalas tipuan mereka) yaitu Allah membiarkan mereka dalam kedurhakaan dan kesesatan mereka. Dia menjauhkan mereka dari kebenaran dan jalan menuju Allah di dunia, begitu juga pada hari kiamat. Firman Allah, (Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia.Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali) ini adalah sifat orang-orang munafik dalam mengerjakan shalat yang merupakan amalan yang paling mulia, paling utama, dan paling baik. Ketika mereka melakukan shalat, melakukannya dengan malas karena mereka tidak memiliki niat, keimanan, dan kekhusyu’an untuk melakukannya, serta tidak memikirkan maknanya. Firman Allah: (Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas) Ini adalah sifat yang tampak dari mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas) [Surah At-Taubah: 54].Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri mereka, lalu Allah berfirman: (Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia) yaitu mereka tidak memiliki keikhlasan atau hubungan yang baik dengan Allah.Sebaliknya, mereka menampakkan hal itu kepada manusia untuk berpura-pura dan membujuk mereka. Itulah sebabnya mereka seringkali meninggalkan shalat, terutama ketika orang-orang tidak menyaksikan mereka di waktu-waktu yang gelap seperti shalat ‘isya’ dan shalat subuh. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: "Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh.Jika mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan datang meskipun dengan merangkak. Aku sangat berkeinginan agar shalat ditegakkan, lalu aku perintahkan seorang laki-laki shalat bersama orang lain, sedangkan aku bersama beberapa laki-laki pergi membawa kayu bakar menuju orang-orang yang tidak ikut shalat berjamaah, hingga aku dapat membakar rumah mereka " Firman Allah, (Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali) yaitu saat shalat, mereka tidak khusyu’ dan tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan, bahkan mereka lupa dan teralihkan, dan mereka berpaling dari kebaikan yang seharusnya mereka dapatkan. Firman Allah: (Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini dan tidak (pula) kepada golongan itu) yaitu bahwa orang-orang munafik itu bingung antara keimanan dan kekafiran, mereka tidak benar-benar bersama orang-orang mukmin secara tampak maupun dalam hati mereka dan tidak pula bersama orang-orang kafir secara tampak maupun hati mereka.Secara tampak, mereka bersama orang-orang mukmin, tetapi dalam hati, mereka bersama orang-orang kafir. Di antara mereka ada yang merasa ragu, kadang-kadang dia condong kepada golongan ini dan kadang-kadang dia condong kepada golongan itu. (Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti….) (Surah Al-Baqarah:20).Mujahid berkata tentang ayat (Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir): tidak masuk kepada golongan ini) yakni para sahabat nabi Muhammad ﷺ (dan tidak (pula) kepada golongan itu) yaitu orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan baginya) yaitu siapa saja yang Dia belokkan dari jalan petunjuk, (maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya) (Surah Al-Kahfi: 17) bahwa siapa saja yang disesatkan Allah maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk baginya.Orang-orang munafik yang telah disesatkan dari jalan Allah itu tidak akan mendapatkan orang yang menunjukkan dan membimbing mereka untuk keluar dari situasi mereka saat itu. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang tidak bisa dihalangi keputusanNya dan tidak dimintai pertanggungjawaban atas apa yang Dia perbuat, sedangkan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.

Sumber: https://tafsirweb.com/1675-surat-an-nisa-ayat-143.html

Informasi

Surat

النساۤء (An-Nisa')

Wanita — 176 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

143 dari 176 ayat

Juz

Juz 5

Halaman

Halaman 101

Ruku

Ruku 82

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 20 (40/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-636 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-4