النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
اِنْ
jika
تُبْدُوْا
kamu melahirkan
خَيْرًا
kebaikan
اَوْ
atau
تُخْفُوْهُ
kamu menyembunyikannya
اَوْ
atau
تَعْفُوْا
kamu memaafkan
عَنْ
dari
سُوْۤءٍ
seburuk-buruk
فَاِنَّ
maka sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
كَانَ
adalah Dia
عَفُوًّا
Maha Pemaaf
قَدِيْرًا
Maha Kuasa
﴿١٤٩﴾
Jika kamu menyatakan sesuatu kebajikan, menyembunyikannya atau memaafkan suatu kesalahan (orang lain), maka sungguh, Allah Maha Pemaaf, Mahakuasa.
642 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Allah mengajak untuk memberikan maaf dan mengawali ajakan itu dengan menyebut bahwa seorang Mukmin kadang menampakkan kebaikannya atau menyembunyikannya. Begitu pula sikapnya terhadap perbuatan yang buruk, dia kadang memperlihatkannya ketika meminta keadlian dari pelaku keburukan,atau memberi maaf dan berlapang dada. Dan memberikan maaf itu lebih baik.Sesungguhnya diantara sifat Allah adalah pemaaf terhadap hamba-hambaNya, meskipun Dia Mahakuasa untuk menyiksa mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/1681-surat-an-nisa-ayat-149.html
Tafsir as-Sa'di
149. Kemudian Allah berfirman, : "jika kamu menampakan suatu kebaikan atau menyembunyikannya,” ini mencakup segala kebaikan, perkataan ,perbuatan, lahir maupun batin dan berupa wajib maupun sunah, “ atau memaafkan kasalahan orang lain,” maksudnya, dari seorang yang telah berbuat buruk pada tubuh, harta, dan kehormatan kalian, maka maafkanlah kesalahannyan tersebut.Karena balasan itu sesuai dengan perbuatan. Barangsiapa yang memaafkan karena Allah, niscaya Allah akan memaafkannya, dan barangsiap yang berbuat baik niscaya Allah akan berbuat baik kepadanya. Karena itulah Allah berfirman,” Maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf Lagi Maha Kuasa” maksudnya, maksudnya Allah memaafkan segala ketergelinciran hamba-hambanya dan dosa-dosa mereka yang besar.Allah menutup kekurangan mereka kemudian melakukan mereka dengan maaf yang penuh yang bersumber dari kekuatanNya. Ayat ini mengandung makna untuk mendalami makna nama-nama Allah dan sipat-sipatnya, dan bahwa penciptaan dan perintahNya itu berawal dari padaNya, dan ia adalah tuntutanya, karena itulah ketetapan hukum-hukum tersebut dikaitkan dengan nama-nama Allah yang baik sebagaimana yang terjadi pada ayat ini. Tatkala allah menyebutkan perbuatan baik dan memaafkan orang yang bersalah, Allah merangkaikan FirmanNya dengan mengarahkan kita untuk mengetahui nama-namaNya, dan bahwa hal itu akan mencukupi dari penyebutan namaNya yang khusus.
Sumber: https://tafsirweb.com/1681-surat-an-nisa-ayat-149.html
Tafsir Al-Wajiz
149 Jika kamu wahai orang-orang mukmin menyatakan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan suatu kesalahan dadri orang lain, maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf bagi para hamba-Nya yang melakukan dosa, lagi Maha Kuasa untuk memberi balasan atas perbuatan mereka, maka dari itu berpegang teguhlah dalam jalan Allah dengan memberi maaf atas apa yang ditakdirkan
Sumber: https://tafsirweb.com/1681-surat-an-nisa-ayat-149.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 148-149 Ibnu Abi Tahlhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia berkata, "Allah tidak suka seseorang berdoa untuk melawan seseorang kecuali jika dia dizalimi. Dia memberi kelonggaran baginya untuk berdoa untuk melawan orang yang telah menzaliminya, dan itulah firmanNya: (kecuali oleh orang yang dianiaya). Jika dia bersabar, maka itu lebih baik baginya.Hasan al-Bashri berkata, "Dia tidak seharusnya berdoa buruk untuk seseorang, tetapi dia sebaiknya berkata, 'Ya Allah, bantulah aku melawan orang ini dan berikanlah hakku darinya” Dalam riwayat lain darinya, dia berkata, "Allah telah memberi kelonggaran baginya untuk berdoa melawan orang yang menzaliminya tanpa menyerangnya" Abdul Karim bin Malik Al-Jazari berkata tentang ayat ini, "Ini adalah orang yang mengumpatmu, lalu kamu mengumpatnya kembali. Tetapi jika dia membuat tuduhan palsu terhadapmu, maka janganlah kau buat tuduhan palsu terhadapnya, berdasarkan firmanNya: (Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka (41)) [Surah Asy-Syura].Firman Allah: (Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa (149)) yaitu wahai manusia, jika kalian menyebarkan kebaikan atau menyembunyikannya, atau memaafkan orang yang berbuat jahat terhadap kalian, maka itu adalah tindakan yang mendekatkan kalian kepada Allah dan itu akan memperbanyak pahala kalian di sisiNya, karena di antara sifat Allah adalah Dia memaafkan hamba-hambaNya meskipun Dia Maha Kuasa untuk menghukum mereka. Oleh karena itu, Allah berfirman (maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa) Oleh karena itu juga di sebutkan dalam suatu riwayat bahwa para malaikat yang menyangga ‘Arsy itu mensucikan Allah, lalu sebagain mereka berkata,”Maha suci Engkau atas kemurahanMu atas pengetahuanMu” dan sebagian lainnya berkata,”Maha suci Engkau atas pemaafanMu atas kuasaMu” dalam hadits shahih disebutkan: "Tidaklah sedekah itu mengurangi banyaknya harta.Tidaklah Allah itu menambahkan seseorang dengan pemaafannya, melainkan akan bertambah kemuliaannya. Dan tidaklah seseorang tunduk kepada Allah, melainkan Dia mengangkat derajatnya"
Sumber: https://tafsirweb.com/1681-surat-an-nisa-ayat-149.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
149 dari 176 ayat
Juz
Juz 6
Halaman
Halaman 102
Ruku
Ruku 82
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 21 (41/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-642 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4