النساۤء (An-Nisa')
Per AyatMushaf
وَرَفَعْنَا
dan Kami angkat
فَوْقَهُمُ
atas mereka
الطُّوْرَ
bukit Tursina
بِمِيْثَاقِهِمْ
dengan perjanjian mereka
وَقُلْنَا
dan Kami katakan
لَهُمُ
kepada mereka
ادْخُلُوا
masuklah
الْبَابَ
pintu/gerbang
سُجَّدًا
bersujud
وَّقُلْنَا
dan Kami katakan
لَهُمْ
kepada mereka
لَا
jangan
تَعْدُوْا
kamu melanggar
فِى
dalam/tentang
السَّبْتِ
hari Sabtu
وَاَخَذْنَا
dan Kami telah mengambil
مِنْهُمْ
dari mereka
مِّيْثَاقًا
perjanjian
غَلِيْظًا
kokoh
﴿١٥٤﴾
Dan Kami angkat gunung (Sinai) di atas mereka untuk (menguatkan) perjanjian mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka, “Masukilah pintu gerbang (Baitulmaqdis) itu sambil bersujud,” dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka, “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabat.” Dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kukuh.
647 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan kami angkat diatas kepala-kepala mereka gunung thursina (Sinai), ketika mereka menolak untuk konsisten dengan perjanjian yang telah ditegaskan, yang diberikan kepada mereka untuk mengamalkan hukum-hukum kitab taurat, dan kami perintahkan mereka untuk memasuki pintu gerbang baitul maqdis dengan bersujud, tetapi mereka malah masuk sambil merangkak dengan pantat-pantat mereka. Dan kami perintahkan mereka untuk tidak berbuat melampaui batas dengan berburu ikan pada hari sabtu, namun mereka melakukan tindakan di luar batas dan berburu ikan. Dan kami telah mengikat janji kuat kepada mereka,lalu mereka melanggarnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/1686-surat-an-nisa-ayat-154.html
Tafsir as-Sa'di
153-158. Pertanyaan ini, yang bersumber dari Ahli Kitab yang dialamatkan kepada Rasulullah adalah bentuk kedurhakaan dan usulan, dan tindakan mereka menjadikan pertanyaan ini sebagai patokan hingga mereka percaya atau mendustakan, pertanyaan itu adalah bahwa mereka meminta kepada beliau agar seluruh al-Quran diturunkan secara langsung sekali turun saja sebagaimana Taurat dan Injil diturunkan. Ini adalah tindakan kezhaliman yang sangat jauh dari mereka (dan juga kebodohan), karena sesungguhnya Rasul itu adalah seorang manusia dan seorang hamba yang diatur, beliau tidak memiliki kuasa dalam hal itu sama sekali, akan tetapi perkara itu adalah milik Allah saja, Allah –lah yang mengutus dan menurunkan apa yang dikehendaki atas hamba-hambaNya, seperti Firman Allah tentang Rasul tatkala menyebutkan ayat-ayat yang menerangkan usulan orang-orang musyrik terhadap Muhammad, "katakanlah mahasuci tuhanku tidakla keadaanku kecuali seorang pemberi kabar gembira dan sebagai seorang utusan" (Al-Isra:93).Demikian juga tindakan mereka menjadikan pembeda antara kebenaran dan kebatilan dengan hanya sebatas turunnya al-Kitab secara keseluruhan atau terpisah-pisah, hal itu adalah sebuah tuduhan yang tidak berdasarkan dalil sama sekali, tidak sesuai bahkan tidak ada syubhat. Lalu darimana datangnya dalil pada kenabian seorang nabi di antara nabi-nabi bahwa seorang rasul yang datang kepada kalian dengan membawa kitab yang turun secara terpisah-pisah, sehingga kalian tidak beriman kepadanya dan tidak mempercayainya? Akan tetapi turunnya al-Quran secara berangsur-angsur sesuai dengan kondisi, adalah menunjukkan akan keagungan Allah dan perhatianNya kepada orang yang kitab tersebut diturunkan kepadanya, sebagaimana Allah berfirman, “Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar).Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.” (Al-Furqan: 32-33). Ketika Allah menyebutkan keberatan mereka yang batil, Allah mengabarkan bahwa perbuatan mereka yang seperti itu bukanlah suatu yang aneh bahkan telah ada sikap-sikap sebelumnya dari mereka yang jelek yang lebih buruk yang mereka tempuh bersama Rasul yang mereka klaim bahwa mereka beriman kepadanya, yaitu permohonan mereka kepada beliau agar dapat melihat Allah secara nyata, tindakan mereka menjadikan patung anak sapi sebagai tuhan yang mereka sembah, setelah mereka menyaksikan bukti-bukti nyata kekuasaan Allah dengan mata kepala mereka, dan penolakan mereka untuk meneriman hukum-hukum dari kitab mereka yaitu Taurat, hingga Allah mengangkat bukit Thur di atas kepala-kepala mereka, dan mereka di ancam bahwasannya bila mereka tidak beriman, niscaya Allah akan menjatuhkan bukit itu kepada mereka. Lalu mereka meneriman hal itu dengan mata tertunduk dan keimanan palsu yang menyerepaui iman asasi.Dan juga berupa penolakan mereka untuk memasuki pintu-pintu negeri dimana mereka di perintahkan untuk memasukinya sebagai orang-orang yang bersujud dan memohon ampun, tetapi mereka menyali perintah dan perbutan yang di wajibkan. Juga tindakan melampui batas di antara mereka terhadap hari Sabtu, sehingga Allah menghukum mereka dengan hukuman yang keji tersebut, dan diambilnya perjanjian yang kuat atas mereka namun mereka melemparnya di belakang punggung mereka dan mereka kufur kepada ayat-ayat Allah, mereka membunuh rasul-rasul tanpa haq. Dan diantara perkataan mereka adalah; sesunguhnya mereka membunuh Al-masih isa dan menyalibnya, padahal kenyataannya mereka tidaklah membunuh Al- Masih dan tidak pula menyalibnya, akan tetapi orang lain diserupakan dengannya hingga mereka membunuh orang lain tersebut dan menyalibnya.Dan perngakuan mereka bahwa hati mereka tertutup, tidak memahami apa yang dikatakan dan tidak mengerti. Mereka juga menghalangi manusia dari jalan Allah hingga mereka mengalangi manusia dari kebenaran, mengajak manusia kepada apa yang mereka yakini berupa kesesatan dan penyimpangan, dan mereka juga mengambil riba dari harta-harta yang di larang, padahal Allah melarang mereka daripadanya dan telah menegaskannya. Maka orang yang malakukan perbuatan ini tidaklah aneh bila keluar dari mereka permintaan Rasul Muhammad untuk menunjukan kitab berbentuk buku kepada mereka dari langit.Jalan ini adalah sebaik-baik jalan dalam berdebat dengan lawan yang kafir, yaitu bila terjadi sanggahan yang bathil yang membuatnya jadi syubhat baginya dan bagi orang lain dalam menolak kebenaran, agar ia menjelaskan kondisinya yang licik dan perbuatan-perbuatan mereka yang keji yang merupakan perkara yang paling jelek darinya. Agar setiap orang mengetahui bahwasanya sanggahan itu berasal dari lembah yang berbahaya, dan sungguh sebelum itu ada hal-hal yang lain yang dijadikan sanggahan. Demikian juga setiap sanggahan yang mereka utarakan atas kenabian Muhammad, mungkin dapat di lawan dengan yang sama dengannya atau dengan yang lebih kuat darinya pada kenabian orang yang mereka akui beriman kepadanya, agar kejahatan mereka selesai dengan hal tersebut dan kebathilan mereka terputus.Dan setiap hujjah yang mereka tempuh untuk menetapkan kenabian orang yang mereka Imani, dan serupa dengannya atau yang lebih kuat darinya adalah menunjukan dan menetapkan kanabian Muhammad. Dan tatkala maksud dari penyebutan kejelekan-kejelekan mereka oleh Allah itu adalah bantahan, Allah tidak meluaskan penjelasan pada bagian ini, akan tetapi Allah mengisyaratkan tentangnya dan mengindikasikan tempat-tempatnya (dalam al-Quran), dan sesungguhnya Allah telah meluaskan penjelasannya pada tempat lain yang sesuai untuk diperluas.
Sumber: https://tafsirweb.com/1686-surat-an-nisa-ayat-154.html
Tafsir Al-Wajiz
154 Ketika orang Yahudi menentang syariat Musa, Allah telah mengangkat bukit Thursina ke atas kepala mereka layaknya naungan di atas mereka, dan Kami perintahkan mereka untuk memasuki pintu kota Baitul Maqdis dengan tunduk dan khusyuk, dan Kami perintahkan pula kepada mereka untuk masuk setelah Nabi Musa : “Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu dengan meninggalkan perintah”, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh untuk menjalankan perintah Taurat.
Sumber: https://tafsirweb.com/1686-surat-an-nisa-ayat-154.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 153-154 Ini mereka ucapkan karena keras kepala, pembangkangan, kekufuran, dan kesesatan. Sebagaimana orang-orang kafir Quraisy sebelum mereka pernah meminta hal serupa, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Al-Isra’ (Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami (90)) (Surah Al-Isra’), Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman (Maka sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata: "Perlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyata". Maka mereka disambar petir karena kezalimannya) yaitu karena kezaliman, kedengkian, kesombongan, dan pembangkangan mereka.Hal ini ditafsirkan dalam surah Al-Baqarah, dimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya" (55) Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur (56)) (Surah Al-Baqarah) Firman Allah سبحانه وتعالى (dan mereka menyembah anak sapi, sesudah datang kepada mereka bukti-bukti yang nyata) yaitu setelah mereka menyaksikan mukjizat-mukjizat yang jelas dan bukti-bukti yang kuat yang ada pada nabi Musa عليه السلام di negeri Mesir, termasuk kehancuran musuh mereka, Firaun dan semua pasukannya di laut.Mereka tidak berpindah dari keyakinan mereka, kecuali sebentar, sampai mereka tiba di suatu kaum yang sedang sibuk menyembah berhala-berhala mereka. Mereka pun berkata kepada nabi Musa عليه السلام: (Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani lsrail berkata: "Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)". Musa menjawab: "Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)" (138) Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang seIalu mereka kerjakan (139)) [Surah Al-A'raf].Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kisah mereka yang mengambil anak lembu sebagai sesuatu yang disembah yang disebutkan dalam surah Al-A'raf, dan surah Thaha. Setelah nabi Musa عليه السلام pergi untuk bermunajat kepada Allah سبحانه وتعالى, kemudian ketika dia kembali, hal tersebut sudah terjadi. Allah menjadikan taubat mereka yang menjadikan dan membuat-buat kegiatan penyembahan itu dengan membunuh hambaNya di antara mereka yang tidak menyembah anak lembu itu, sehingga Dia membuat mereka membunuh satu sama lain, kemudian Allah menghidupkan mereka dan berfirman (lalu Kami maafkan (mereka) dari yang demikian).Kemudian berfirman (Dan telah Kami berikan kepada Musa keterangan yang nyata) Hal itu ketika mereka menolak untuk berpegang teguh pada hukum-hukum Taurat dan memperlihatkan keengganan mereka terhadap apa yang disampaikan oleh nabi Musa عليه السلام, lalu Allah mengangkat gunung di atas kepala mereka, dan mewajibkan mereka atas hal itu, sehingga mereka patuh dan bersujud, serta mereka melihat ke atas kepala mereka karena khawatir bahwa gunung itu akan runtuh ke atas mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka:"Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu...) [Surah Al-A'raf: 171] dan (Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud"), yaitu mereka mengingkari apa yang diperintahkan kepada mereka yang berupa ucapan dan perbuatan.Mereka diperintahkan untuk memasuki pintu Baitul Maqdis dengan bersujud dan mereka berkala “Khitthah” yaitu “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami karena meninggalkan jihad dan keengganan kami dari jihad itu, sehingga kami merasa hina selama empat puluh tahun” lalu mereka masuk dengan merangkak di atas lutut mereka dan mereka berkata “Khinthah fi Sya’rah” (butiran yang ada di sehelai rambut). (dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu") yaitu Kami memerintahkan mereka untuk mematuhi hari Sabtu dan menghindari apa yang telah dilarang Allah untuk mereka pada hari itu selama syariat itu masih diterapkan kepada mereka. (dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh) yaitu perjanjian yang kuat. Lalu mereka melanggar, mengingkari, dan melakukan tipu daya agar bisa melakukan sesuatu yang dilaarang oleh Allah, sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-A'raf dalam firmanNya: (Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut...) [Surah Al-A'raf: 163].Kemudian, akan ada hadits Shafwan bin 'Assal dalam surah Al-Isra’ tentang firmanNya (Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata) Di dalamnya terkandung,”Wajib atas kalian, khususnya orang-orang Yahudi agar tidak melampaui batas dalam perkara hari sabtu”
Sumber: https://tafsirweb.com/1686-surat-an-nisa-ayat-154.html
Informasi
Surat
النساۤء (An-Nisa')
Wanita — 176 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
154 dari 176 ayat
Juz
Juz 6
Halaman
Halaman 102
Ruku
Ruku 83
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 21 (41/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-647 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-4