البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
فَبَدَّلَ
maka telah mengganti
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
ظَلَمُوْا
(mereka) dzalim
قَوْلًا
perkataan
غَيْرَ
selain
الَّذِيْ
yang
قِيْلَ
dikatakan
لَهُمْ
kepada mereka
فَاَنْزَلْنَا
maka Kami turunkan
عَلَى
atas
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
ظَلَمُوْا
(mereka) dzalim
رِجْزًا
siksa
مِّنَ
dari
السَّمَاۤءِ
langit
بِمَا
dengan apa
كَانُوْا
mereka adalah
يَفْسُقُوْنَ
mereka berbuat fasik
ࣖ
﴿٥٩﴾
Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (perintah lain) yang tidak diperintahkan kepada mereka. Maka Kami turunkan malapetaka dari langit kepada orang-orang yang zalim itu, karena mereka (selalu) berbuat fasik.
66 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka telah mengganti orang-orang yang zalim lagi sesat itu dari kalangan Bani Israil terhadap firman Allah, dan mereka Mengubah ucapan dan tindakan secara bersamaan. ketika mereka masuk dengan mengangkat dengan pantat mereka Seraya berkata “biji-bijian dalam gandum” dan mereka mengolok-olok ajaran agama Allah, maka Allah pun menurunkan terhadap mereka siksaan dari langit akibat pembangkangan mereka tersebut dan keluarnya mereka dari ketaatan kepada Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/366-surat-al-baqarah-ayat-59.html

Tafsir as-Sa'di

59. “Lalu orang-orang yang zhalim mengganti,” yakni yang zhalim diantara mereka. Allah tidak berkata "lalu mereka mengganti", karena tidak semua dari mereka itu mengganti “perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka, ” dan mereka berkata, gantikanlah kata (bebaskanlah kami dari dosa) dengan kata (yang berarti sebuah biji dari gandum) dengan maksud penghinaan atas perintah Allah dan olok-olokan. Ketika mereka mengganti perkataan itu padahal sangatlah ringan, maka penggantian mereka terhadap perbuatan adalah lebih patut dan utama.Oleh karena itu mereka memasukinya dengan merangkak dengan pantat mereka, dan ketika kezhaliman ini merupakan penyebab terbesar akan azab Allah terhadap mereka, Allah berfirman, “sebab itu kami timpakan atas orang-orang yang zhalim itu, ” diantara mereka “hukuman”, yaitu azab “dari langit”, disebabkan karena kefasikan dan kezhaliman mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/366-surat-al-baqarah-ayat-59.html

Tafsir Al-Wajiz

Kemudian orang-orang zalim di antara mereka mengubah ucapan yang telah disampaikan kepada mereka dan berkata: “Hinthah atau biji tanaman gandum, sebagai ganti {Hitthah} [QS Al-Baqarah/58 dan QS Al-A’raf/161] lalu mereka masuk dengan merangkak di atas kelemahan mereka, kemudian kami menurunkan kepada orang-orang yang zalim dengan menentang perintah kami suatu siksa dari langit akibat kemaksiatan dan keberpalingan mereka dari ketaatan

Sumber: https://tafsirweb.com/366-surat-al-baqarah-ayat-59.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman sembari mencela mereka karena enggan berjihad dan memasuki tanah suci ketika mereka datang dari negeri Mesir bersama nabi Musa عليه السلام. Mereka diperintahkan untuk memasuki tanah suci yang menjadi warisan mereka dari nenek moyang mereka, yaitu Israil, dan melawan orang-orang Amaliq yang kafir. Mereka menolak untuk memerangi (orang-orang Amaliq), dan menjadi lemah, serta takut.Lalu Allah سبحانه وتعالى menghukum mereka dengan memberi mereka kebingungan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Ma'idah.Oleh karena itu, pendapat yang lebih tepat dari dua pendapat bahwa kota ini adalah Baitul Maqdis, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh As-Suddi, Ar-Rabi' bin Anas, Qatadah, dan Abu Muslim Al-Asfahani, serta beberapa orang lainnya. Allah سبحانه وتعالى juga berfirman dengan menceritakan tentang nabi Musa, (Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang.....) (Surah Al-Ma'idah: 21).Ketika mereka keluar dari kebingungan selama empat puluh tahun bersama nabi Yusha bin Nun, Allah memberi kemenangan bagi mereka pada malam Jumat, dan matahari ditahan sebentar untuk mereka pada hari itu hingga kemenangan dapat diraih. Ketika mereka menaklukkan negeri itu, mereka diperintahkan untuk masuk melalui pintu dari negeri itu (dengan bersujud) yaitu sebagai bentuk syukur kepada Allah سبحانه وتعالى atas apa yang telah dianugerahkan kepada mereka berupa kemenangan, pertolongan, mengembalikan mereka kepada negeri mereka, dan pembebasan mereka dari kebingungan dan kesesatan. Dari Ibnu Abbas tentang ayat Allah,( dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud) Dia berkata maknanya adalah, dalam keadaan rukuk dari pintu yang kecil.Dari Ibnu Abbas (dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa") dia berkata maknanya adalah ampunan dan memohonlah ampunan Hal yang serupa juga diriwayatkan dari ‘Atha', Al-Hasan, Qatadah, dan Ar-Rabi' bin Anas. (niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu, dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik) Ini adalah jawaban dari perintah Allah. Maknanya adalah jika kalian melaksanakan apa yang Kami perintahkan, maka Kami akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melipat gandakan bagi kalian orang-orang yang berbuat kebaikan. Kesimpulan dari perintah ini adalah agar mereka tunduk kepada Allah سبحانه وتعالى ketika mencapai kemenangan, baik dalam perbuatan maupun perkataan, dan agar mereka mengakui dosa-dosa mereka, memohon ampun atas dosa-dosa itu, serta bersyukur atas nikmat.Menyegerakan untuk melakukan itu adalah sesuatu yang disukai oleh Allah سبحانه وتعالى. Terkait firman Allah سبحانه وتعالى, (Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan kepada mereka) diriwayatkan dari Abu Hurairah, dari nabi Muhammad ﷺ, beliau bersabda, "Telah dikatakan kepada Bani Israil: “Masuklah ke pintu dengan keadaan sujud dan ucapkanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa" Namun mereka masuk dengan merangkak di atas lutut mereka dan mengganti perkataan tersebut dengan mengucapkan “butiran dari sehelai rambut" Kesimpulan dari apa yang telah disebutkan oleh para mufasir, dan apa yang ditunjukkan oleh konteks hadits itu yaitu bahwa mereka mengganti perintah Allah سبحانه وتعالى kepada mereka dari ketaatan dengan sebuah ucapan dan tindakan. Mereka diperintahkan untukm masuk dengan keadaan sujud, tetapi mereka merangkak pada lutut mereka, dengan mengangkat kepala mereka.Mereka juga diperintahkan untuk mengucapkan "Hittah" yaitu "bebaskanlah dari kami dosa dan kesalahan kami," tetapi mereka meremehkannya dan menggantinya dengan "butiran yang ada di sehelai rambut”. Ini merupakan bentuk perlawanan dan pertentangan. Oleh karena itu, Allah menurunkan azab dan siksaNya kepada mereka karena kemaksiatan mereka, yaitu enggan untuk menaatiNya.Karena itu, Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu dari langit, karena mereka berbuat fasik) Dari Ibnu Abbas, berkata: “Setiap sesuatu yang disebutkan dalam kitab Allah tentang “Ar-Rijzu” maksudnya adalah siksaan. Begitu juga Mujahid, Abu Malik, As-Suddi, dan Al-Hasan berkata bahwa “Ar-Rijzu” adalah siksaan. Abu Al-Aliyah berkata bahwa “Ar-Rijzu”berarti kemurkaan.Asy-Sya’bi berkata bahwa “Ar-Rijzu” bisa berarti wabah penyakit atau kedinginan. Said bin Jubair berkata bahwa “Ar-Rijzu” adalah wabah penyakit

Sumber: https://tafsirweb.com/366-surat-al-baqarah-ayat-59.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

59 dari 286 ayat

Juz

Juz 1

Halaman

Halaman 9

Ruku

Ruku 7

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 2 (3/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-66 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2