الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Per AyatMushaf
لَقَدْ
sungguh
كَفَرَ
telah kafir
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
قَالُوْٓا
(mereka) berkata
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
هُوَ
Dia
الْمَسِيْحُ
Al Masih
ابْنُ
putera
مَرْيَمَۗ
Maryam
قُلْ
katakanlah
فَمَنْ
maka siapakah
يَّمْلِكُ
yang menguasai
مِنَ
dari
اللّٰهِ
Allah
شَيْـًٔا
sesuatu
اِنْ
sesungguhnya
اَرَادَ
menghendaki
اَنْ
sesungguhnya
يُّهْلِكَ
membinasakan
الْمَسِيْحَ
Al Masih
ابْنَ
putera
مَرْيَمَ
Maryam
وَاُمَّهٗ
dan ibunya
وَمَنْ
dan siapa/orang
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
جَمِيْعًا
seluruhnya
ۗوَلِلّٰهِ
dan milik Allah
مُلْكُ
kerajaan
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِ
dan bumi
وَمَا
dan apa
بَيْنَهُمَا
diantara keduanya
ۗ
يَخْلُقُ
Dia menciptakan
مَا
apa
يَشَاۤءُ
Dia kehendaki
ۗوَاللّٰهُ
dan milik Allah
عَلٰى
atas
كُلِّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
قَدِيْرٌ
Maha Kuasa
﴿١٧﴾
Sungguh, telah kafir orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam.” Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi?” Dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
686 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sungguh telah kafir kaum nasrani yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah itu adalah Isa –almasih putra Maryam. Katakanlah (wahai Rasul), kepada orang-orang bodoh dari kalangan Nasrani itu, ”Seandainya isa al-masih adalah tuhan, sebagaimana yang mereka klaim, tentulah dia akan sanggup menolak ketetapan Allah, apabila ketetapan itu datang kepadanya untuk membinasakannya dan membinasakan ibunya dan seluruh orang yang berada di muka bumi semuanya. Dan sungguh ibunda isa telah meninggal, namun Isa tidak dapat menepis kematian dari ibunya.Begitu pula, dia tidak dapat menghalnginya dari dirinya sendiri. Karena sesungguhnya mereka berdua adalah termasuk hamba-hamba Allah, yang tidak mampu menolak kematian dari diri mereka berdua. Maka ini merupakan dalil yang menunjukan bahwa sesungguhnya isa adalah manusia biasa seperti layaknya segenap anak keturunan Adam, Dan semua objek yang ada di langit dan muka bumi adalah milik Allah, Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya dan mengadakannya.Dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. Atas dasar itu, hakikat tauhid menuntut pengesaan Allah dengan memiliki sifat-sifat Rububiyah dan Uluhiyah, maka tidak ada siapapun yang menyertaiNya dari makhlukNya dalam hal tersebut. Dan kebanyakan manusia terjerumus kedalam kesyirikan dan kesesatan akibat pengkultusan mereka terhadap pribadi para nabi dan orang-orang shalih, sebagaimana kaum nasrani mengkultuskan pribadi isa al-masih.Maka alam smesta ini semuanya adalah milik Allah dan hak menciptakan ada di tanganNya semata. Dan apa yang muncul dari kejadian luar biasa dan tanda-tanda kekuasaan, semua itu kembali tergantung kepada Allah. Dia menciptakan apa saja yang dikehendakiNya dan berbuat apa yang diinginkanNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1901-surat-al-maidah-ayat-17.html

Tafsir as-Sa'di

17. Manakala Allah menyebutkan pengambilan janji atas orang-orang Yahudi dan Nasrani dan bahwa mereka tidak menunaikannya, justru mereka melanggarnya, maka Allah menyebutkan perkataan mereka yang buruk. Allah menyebutkan perkataan orang-orang Nasrani, perkataan yang tidak diucapkan oleh siapa pun selain mereka yaitu, bahwa Allah adalah al-Masih bin Maryam, dengan alasan karena dia dilahirkan tanpa bapak, maka mereka meyakini padanya dengan keyakinan yang batil ini, padahal Hawa sama dengannya, dia diciptakan tanpa ibu, bahkan Adam, dia lebih luar biasa, karena dia diciptakan tanpa bapak dan ibu.Mengapa mereka tidak menyematkan gelar ketuhanan kepada keduanya seperti yang mereka lakukan kepada al-Masih? Ini menunjukkan bahwa ucapan mereka itu hanyalah sekedar mengikuti hawa nafsu tanpa bukti dan argument. Maka Allah membantah mereka dengan dalil aqli (logika) yang jelas.Maka FirmanNya, “Katakanlah, ‘Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putra Maryam berserta ibunya dan seluruh orang—orang yang berada di bumi semuanya?’ “ jika orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri seandainya Allah hendak membinasakan mereka, maka hal itu menunjukkan kebatilan ketuhanan orang yang tidak mampu menolak kebinasaan dan tidak memiliki kekuatan untuk menyelamatkan diri darinya. Di antara bukti-bukti lain adalah, bahwa “kepunyaan Allah,” semata “kerajaan langit dan bumi.” Dia mengatur mereka dengan hukum alam, hukum syar’i dan hukuman balasan. Mereka adalah para makhluk yang dimiliki oleh Allah yang diatur.Apakah layak seorang hamba, makhluk yang miskin menjadi Tuhan Yang Mahakaya dari segala segi? Ini adalah kemustahilan paling besar. Dan tidak ada bukti dari kekaguman mereka dari penciptaan al-Masih putra Maryam tanpa bapak, karena Allah “menciptakan apa yang dikehendakiNya.” Jika Dia berkehendak, maka Dia menciptakan dari bapak dan ibu seperti manusia pada umumnya, jika Dia berkehendak, maka dari bapak tanpa ibu seperti Hawa, dan jika Dia berkehendak, maka dari ibu tanpa bapak seperti Isa, serta jika Dia berkehendak, maka tanpa bapak dan ibu seperti Adam.Allah menciptakan makhlukNya bermacam-macam dengan kehendakNya yang pasti terlaksana yang tiada sesuatu pun yang menghalang-halanginya. Oleh karena itu Dia berfirman, “Dan Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu.”

Sumber: https://tafsirweb.com/1901-surat-al-maidah-ayat-17.html

Tafsir Al-Wajiz

17 Sesungguhnya mereka telah menjadi kafir orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah wahai Rasul: “Maka siapakah gerangan yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?”. Meskipun Isa diklaim sebagai Tuhan oleh orang Nasrani maka dia tidak akan kuasa sedikitpun untuk menahan kebinasaan atau kematian yang datang kepadanya atau ibunya.Dia tidak kuasa atas itu, dan dia lebih tidak kuasa untuk menahan ketentuan Allah untuk kalian. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada sesuatu apapun yang dapat melemahkan-Nya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1901-surat-al-maidah-ayat-17.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 17-18 Allah berfirman seraya memberitahukan tentang keingkaran orang-orang Nasrani dalam klaim mereka tentang nabi Isa putra Maryam (yang sebenarnya adalah salah satu hamba dan makhluk Allah) bahwa dia adalah Allah.Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dengan ketinggianNya yang Maha Agung. Kemudian, Allah berfirman seraya memberitahukan tentang kekuasaanNya atas segala sesuatu dan bahwa semuanya berada di bawah kuasaNya. (Katakanlah: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?") yaitu jika Dia menghendaki hal itu, maka siapa yang bisa mencegahNya melakukan itu atau siapa yang mampu melarangNya agar tidak melakukan itu.Kemudian Allah berfirman (Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) bahwa semua makhluk yang ada itu adalah milikNya dan ciptaanNya.Dia Maha Kuasa atas apa yang Dia kehendaki. Dia tidak dimintai pertanggungjawaban atas apa yang Dia perbuat dengan kuasa, keadilan dan keagunganNya. Ini adalah balasan atas orang-orang Nasrani, laknat Allah atas mereka secara terus menerus sampai hari kiamat.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menolak orang-orang Yahudi dan Nasrani dalam kebohongan dan sesuatu yang mereka ada-adakan, (Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya") yaitu kami adalah keturunan para nabi dan mereka adalah anak-anakNya, Dia memberi pertolongan kepada mereka, jadi Dia mencintai kami. Mereka menuqilnya dari kitab mereka bahwa Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada hambaNya Israil,”Kamu adalah anakku pertamaku” Lalu mereka menafsirkan hal ini dengan penafsiran yang berbeda dan mengubahnya. Beberapa orang yang berakal di antara mereka yang memeluk Islam menolak mereka. lalu mereka berkata,”Julukan ini diberikan kepada mereka untuk memberi kemuliaan dan penghormatan” Sebagaimana orang-orang Nasrani yang menuqil dari kitab mereka bahwa Isa berkata kepada mereka, “Sesungguhnya, aku pergi kepada Bapa-ku dan Bapamu” yaitu Tuhanku dan Tuhan kalian.Akan tetapi yang jelas bahwa mereka tidak mengklaim kenabian seperti yang mereka klaimkan untuk nabi Isa. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kedudukan mereka di sisi Allah dan memperoleh perhatian khusus dariNya." Oleh karena itu mereka berkata (Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk menanggapi klaim mereka (Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?") yaitu jika kalian itu seperti yang kalian akui bahwa kalian adalah anak-anakNya dan kekasih-kekasihNya, maka kenapa Dia menyiapkan neraka Jahanam untuk kalian akibat dari keingkaran, kebohongan, dan sesuatu yang kalian ada-adakan? (tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya) yaitu kalian memiliki seorang teladan seperti diri kalian dari anak cucu Adam. Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang Maha Bijaksana bagi semua hamba-hambaNya (Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya) Dia Maha Berbuat sesuai dengan apa yang Dia kehendaki, tidak ada yang bisa menolak ketentuanNya, dan Dia itu sangat cepat perhitungannya. (Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya) yaitu bahwa semuanya itu adlaah milikNya dan di bawah kuasaNya (Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu)) yaitu tempat kembali, sehingga Dia akan memberi keputusan kepada hamba-hambaNya sesuai dengan kehendakNya, dan Dia Maha Adil yang tidak akan berbuat zalim.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Telah datang kepada Rasulullah ﷺ, Nu’man bin Adha’, Bahri bin Amr, dan Syas bin Adi. Mereka berbicara kepada Rasulullah ﷺ, lalu Rasulullah ﷺ berbicara kepada mereka, mengajak mereka kepada Allah, dan memperingatkan mereka tentang murkaNya. Lalu mereka berkata, “Kami tidak takut, wahai Muhammad, Kami ini demi Allah adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya” sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani.Kemudian Allah menurunkan ayat mengenai mereka, (Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya"…..) hingga akhir ayat. Hal itu diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Jarir. Mereka juga meriwayatkan melalui jalur As-Suddi tentang firman Allah (Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya") Adapun perkataan mereka (Kami ini adalah anak-anak Allah) yaitu mereka berkata,”Sesungguhnya Allah memberi wahyu kepada Israil (Ya’kub) bahwa anakmu adalah anak yang pertama di antara semua anak” Lalu Dia memasukkan mereka ke dalam neraka.Mereka di dalamnya selama empat puluh malam sampai api neraka itu menyucikan dan membersihkan dosa-dosa mereka. Kemudian seorang penyeru akan menyeru mereka bahwa setiap orang yang berkhitan dari Bani Israil akan keluar, lalu mereka keluar” Itu adalah ucapan mereka (Kami tidak akan dimasukkan ke dalam neraka kecuali hanya beberapa hari yang dapat dihitung)

Sumber: https://tafsirweb.com/1901-surat-al-maidah-ayat-17.html

Informasi

Surat

الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Hidangan — 120 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

17 dari 120 ayat

Juz

Juz 6

Halaman

Halaman 110

Ruku

Ruku 88

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 22 (44/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-686 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-5