الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
لَا
jangan
تَتَّخِذُوا
kamu mengambil/menjadikan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اتَّخَذُوْا
(mereka) mengambil/menjadikan
دِيْنَكُمْ
agamamu
هُزُوًا
ejekan
وَّلَعِبًا
dan permainan
مِّنَ
dari
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اُوْتُوا
(mereka) diberi
الْكِتٰبَ
Kitab
مِنْ
dari
قَبْلِكُمْ
sebelum kalian
وَالْكُفَّارَ
dan orang-orang kafir
اَوْلِيَاۤءَۚ
pemimpin
وَاتَّقُوا
dan bertakwalah
اللّٰهَ
Allah
اِنْ
jika
كُنْتُمْ
kalian adalah
مُّؤْمِنِيْنَ
orang-orang yang beriman
﴿٥٧﴾
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.
726 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, janganlah kalian menjadikan orang-orang yang memperolok dan mempermainkan agama kalian dari kalangan ahli kitab dan orang-orang kafir sebagai orang yang kalian berikan loyalitas kalian. Dan takutlah kepada Allah jika kalian benar-benar beriman kepada Nya dan kepada syariatNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/1941-surat-al-maidah-ayat-57.html

Tafsir as-Sa'di

57-58. Allah melarang hamba-hambaNya yang beriman untuk mengangkat Ahli KItab, Yahudi dan Nasrani dan orang-orang kafir yang lain menjadi pemimpin, di mana orang-orang Mukmin itu mencintai dan memberikan loyalitas kepada mereka, membocorkan rahasia orang-orang Mukmin kepada mereka, membantu mereka dalam sebagian perkara yang merugikan Islam dan kaum Muslimin. Ilmu yang dimiliki oleh orang-orang yang beriman menuntut mereka untuk tidak mengangkat mereka sebagai pemimpin dan mendorong mereka untuk memusuhi mereka.Begitu pula ketakwaan mereka kepada Allah yang berarti menjalankan perintah-perintahNya dan menghindari larangan-laranganNya, termasuk yang mendorong mereka untuk memusuhi mereka. Begitu pula keadaan orang-orang kafir, orang-orang mesyirik yang memusuhi orang-orang Muslimin; mereka mencaci agama Islam, menjadikannya sebagai bahan pelecehan dan permainan, penghinaan dan peremahan, khususnya shalat, yang merupakan syiat Islam yang paling jelas dan ibadah yang paling mulia. Jika mereka di ajak shalat, mereka menjadikannya sebagai ejekan dan penghinaan, hal itu karena mereka tidak memahami dank arena kebodohan besar mereka, kalau seandaunya mereka mempunyai akal, niscaya mereka akan tunduk kepadanya, dan niscaya mereka mengetahui bahwa ia adalah lebih besar daripada seluruh keutamaan yang menjadi hiasan jiwa.Jika kamu mengetahui wahai orang-orang yang beriman keadaan orang-orang kafir dan kerasnya permusuhan mereka kepadaMu dan kepada agamaMu, maka barangsiapa tidak memusuhi mereka, maka hal itu menunjukan bahwa Islam baginya adalah murah, dia tidak peduli terhadap irang yang menghina agama atau melecehkannya dengan kekufuran dan kesesatan, dia tidak memiliki harga diri sedikit dan kemanusiaan. Bagaimana kamu mengklaim agama yang lurus pada dirirmu, dan bahwa ia adalah agama yang benar dan yang selainnya adalah bathil, semantara kamu rela mengangkat orang yang menjadikan agama sebagai bahan ejekan dan cemoohan sebagai pemimpin, dan dia menggolongkan agama tersebut dan pengikitnya sebagai orang-orang yang bodoh dan dungu? Ini mengandung dorongan yang kuat untuk memusuhi mereka, hal ini diketahui oleh orang-orang yang memiliki pemahaman yang paling ringan sekalipun.

Sumber: https://tafsirweb.com/1941-surat-al-maidah-ayat-57.html

Tafsir Al-Wajiz

57. Wahai orang-orang mukmin, janganlah kalian mendukung orang-orang yang menjadikan agama sebagai gurauan dan permainan, dari golongan orang-orang musyrik dan para pendusta, Dan jangan sampai menjadikan mereka penolong yang kalian sukai, sekalipun mereka menunjukkan kecintaan dan kasih sayang kepada kalian, serta takutlah kepada azab Allah karena mendekati mereka, jika kalian benar-benar beriman, karena orang mukmin itu takut kepada Allah dan tidak akan mendukung musuh-musuhNya. Ayat ini turun untuk para lelaki muslim yang senang dengan dua laki-laki yang menampakkan keislamannya kemudian berkhianat (melakukan kemunafikan)

Sumber: https://tafsirweb.com/1941-surat-al-maidah-ayat-57.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 57-58 Ini merupakan peringatan tentang perbuatan berteman dengan musuh-musuh Islam dan para pemeluknya, yaitu Ahli Kitab dan orang-orang musyrik yang menganggap remeh dan menjadikan bahan ejekan terhadap amal baik yang dilakukan oleh orang-orang muslim yang berupa syariat Islam yang suci, penuh hikmah, yang memuat semua kebaikan dunia dan akhirat. Mereka menjadikannya permainan, dan menganggapnya sebagai permainan dalam pandangan mereka yang rusak, dan pemikiran mereka yang dangkal. Sebagaimana yang dikatakan oleh seseorang: Betapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar, hal itu berasal dari pemahaman yang sakit.Firman Allah سبحانه وتعالى: (di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir) huruf “min” di sini untuk menjelaskan jenis, sebagaimana firmanNya: (maka jauhilah oleh kalian barang yang najis) [Surah Al-Hajj: 30].Sebagian ulama’ membaca “Wal Kuffaari” yaitu menjadi khafdh sebagai athaf. Adapun ulama’ lainnya membacanya menjadi manshub sebagai ma’mul dari (janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu) maknanya adalah bukanlah orang-orang kafir itu sabagai wali, yaitu janganlah kalian menjadikan Ahli Kitab dan orang-orang kafir sebagai wali kalian Firman Allah: (bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman) yaitu bertakwalah kepada Allah dari menjadikan musuh-musuh kalian dan agama kalian itu sebagai pelindung, jika kalian benar-benar beriman kepada syariat Allah yang dijadikan bahan ejekan dan permainan oleh mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.Dan hanya kepada Allah tempat kembali(mu) (28)) (Surah Ali Imran).Firman Allah: (Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) shalat, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan) yaitu demikian pula ketika kalian menyerukan azan untuk mengajak melaksanakan shalat, yang merupakan amalan terbaik bagi orang yang berakal dan memiliki pengetahuan (mereka menjadikannya) juga (buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal) tentang makna ibadah kepada Allah dan syariat-syariatNya"

Sumber: https://tafsirweb.com/1941-surat-al-maidah-ayat-57.html

Informasi

Surat

الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Hidangan — 120 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

57 dari 120 ayat

Juz

Juz 6

Halaman

Halaman 117

Ruku

Ruku 94

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 24 (47/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-726 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-5