الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Per AyatMushaf
وَلَوْ
dan kalau
اَنَّهُمْ
sekiranya mereka
اَقَامُوا
(mereka) menegakkan
التَّوْرٰىةَ
Taurat
وَالْاِنْجِيْلَ
dan Injil
وَمَآ
dan apa
اُنْزِلَ
diturunkan
اِلَيْهِمْ
kepada mereka
مِّنْ
dari
رَّبِّهِمْ
Tuhan mereka
لَاَكَلُوْا
niscaya mereka mendapat makanan
مِنْ
dari
فَوْقِهِمْ
atas mereka
وَمِنْ
dan dari
تَحْتِ
bawah
اَرْجُلِهِمْۗ
kaki mereka
مِنْهُمْ
diantara mereka
اُمَّةٌ
umat/golongan
مُّقْتَصِدَةٌ
pertengahan
ۗ
وَكَثِيْرٌ
dan kebanyakan
مِّنْهُمْ
diantara mereka
سَاۤءَ
amat buruk
مَا
apa
يَعْمَلُوْنَ
mereka kerjakan
ࣖ
﴿٦٦﴾
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (Al-Qur'an) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka. Di antara mereka ada sekelompok yang jujur dan taat. Dan banyak di antara mereka sangat buruk apa yang mereka kerjakan.
735 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan seandainya mereka mengerjakan kandungan taurat dan injil dan wahyu yang diturunkan kepadamu wahai rasul,(yaitu al-qur’an al-karim), niscaya mereka benar-benar akan dilimpahi rizki dari segala jalan, lalu kami turunkan hujan pada mereka dan Kami tumbuhkan tanam-tanaman. Ini adalah balasan dunia. Dan sesungguhnya diantara ahli kitab ada segolongan yang lurus lagi tetap bertahan di atas kebenaran.Dan kebanyakan dari mereka sangat buruk perbuatannya dan telah tersesat dari jalan yang lurus.

Sumber: https://tafsirweb.com/1950-surat-al-maidah-ayat-66.html

Tafsir as-Sa'di

66. “Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat, Injil dan (al-Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya,” yakni mereka melaksanakan perintah-perintahNya, menjauhi larangan-laranganNya, seperti yang dianjurkan dan diperintahkan oleh Allah, dan termasuk pelaksanaannya adalah beriman kepada apa yang diserukan oleh Taurat dan Injil untuk beriman kepada Muhammad dan kepada al-Quran. Sekiranya mereka menunaikan nikmat besar yang diturunkan oleh Allah kepada mereka, yakni karena mereka dank arena perhatian kepada mereka, “niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka.” Yakni, Allah akan melimpahkan rizki kepada mereka, langit dibuatnya menurunkan hujan, bumi dibuatnya menumbuhkan tanaman sebagaimana Firman Allah, "seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertaqwa maka Kami pasti akan bukakan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi"(Al-A’raf:96). “Di antara mereka,” yakni di antara Ahli KItab, “ada golongan yang pertengahan.” Maksudnya, mengamalkan Taurat dan Injil dengan amal yang biasa-biasa saja, tidak kuat dan giat. “Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka,” maksudnya, yang berbuat buruk dari mereka berjumlah banyak. Adapun orang-orang yang giat di kalangan mereka hanyalah sedikit.

Sumber: https://tafsirweb.com/1950-surat-al-maidah-ayat-66.html

Tafsir Al-Wajiz

66. Dan sekiranya mereka mengamalkan aturan-aturan Taurat dan Injil yang di antaranya adalah mengimani risalah Muhammad ﷺ dan mengikuti kitab-kitab yang diturunkan Tuhan kepada mereka, maka sungguh mereka akan menikmati rejeki yang luas dan kehidupan yang tenang di setiap bidangnya. Di antara mereka ada sekelompok orang yang tidak fanatik dalam beragama (Yahudi dan Nasrani).Mereka adalah orang-orang mukmin yang masuk Islam. Dan kebanyakan mereka itu buruk amalnya, yaitu orang-orang yang tetap teguh atas kekufuran, dan mengingkari risalah Rasulullah ﷺ

Sumber: https://tafsirweb.com/1950-surat-al-maidah-ayat-66.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 64-66 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang Yahudi (semoga laknat Allah atas mereka secara terus-menerus sampai hari kiamat) bahwa mereka dengan ucapan mereka, menyifati Allah سبحانه وتعالى bahwa Allah itu bakhil. Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka ucapkan dengan keluhuranNya yang Maha besar. Sebagaimana mereka menyifatiNya bahwa Allah itu miskin dan mereka itu kaya.Mereka mengungkapkan sifat bakhil itu dengan berkata (Tangan Allah terbelenggu). Diriwayatkan dari (Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu") dia berkata,”Mereka tidak bermaksud mengatakan tangan Allah terikat. Akan tetapi mereka berkata, bahwa Allah itu bakhil, yaitu Dia menahan apa yang ada di sisiNya.Maha Tinggi Allah dari ucapan mereka dengan keluhuranNya yang Maha Besar. Demikian juga yang diriwayatkan dari Mujahid, ‘Ikrimah, Qatadah. As-Suddi, dan Adh-Dhahhak. dia membaca (Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal (29)) (Surah Al-Isra’) yaitu Dia melarang kebakhilan dan berbuat mubadzir, yaitu berlebihan dalam berinfak bukan pada tempatnya.Dia mengibaratkan kebakhilan itu dengan firmanNya (Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu) Inilah yang dimaksud oleh orang-orang Yahudi itu, semoga laknat Allah atas mereka. Ikrimah juga berkata,”Sesungguhnnya ayat itu diturunkan terkait rahib Yahudi, semoga laknat Allah atasnya, Pembahasan yang tentang itu telah disebutkan bahwa dia mengatakan (Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya) Lalu Abu Bakar As-Siddiq memukulnya. Allah سبحانه وتعالى membalas apa yang mereka ucapkan dan melawan apa yang mereka buat-buat, lalu Allah berfirman (sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu) Demikianlah yang terjadi pada mereka; sesungguhnya apa yang ada pada mereka berupa kebakhilaan, kedengkian, kelicikan dan kehinaan itu merupakan perkara yang besar.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (taukah ada bagi mereka bagian dari kerajaan (kekuasaan) Kendatipun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia (53) atau mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang telah Allah berikan kepada manusia itu) (Surah An-Nisa’: 53,54) dan (Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia) (Surah Ali Imran: 112) Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki) yaitu bahkan bahkan Dia Maha Luas karuniaNya, Maha melimpah pemberianNya.Dimana tidak ada sesuatu pun kecuali perbendaharaan di sisiNya. Dialah Dzat yang kepada semua makhlukNya itu memberikan nikmat, hanya Dia, tidak ada sekutu bagiNya, Dzat yang menciptakan segala sesuatu yang kita butuhkan di malam dan siang hari, di tempat diam dan perjalanan kita, dan di semua kondisi kita. Sebagaimana Allah berfirman (Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya.Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (34)) (Surah Ibrahim) dan ayat-ayat tentang ini sangat banyak.Firman Allah (Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran) yaitu apa yang diberikan Allah kepadamu, wahai Muhammad, sebagai nikmat itu menjadi hal yang sebaliknya menurut musuh-musuhmu yaitu orang-orang Yahudi dan orang yang serupa dengan mereka. Sebagaimana hal itu menambah keimanan, amal shalih, dan ilmu bermanfaat bagi orang-orang mukmin. Hal itu menambah kedengkian orang-orang kafir kepadamu dan umatmu (kedurhakaan) yaitu berlebihan dan melampaui batas hukum dalam banyak hal. (dan kekafiran) yaitu kebohongan.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Katakanlah, "Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedangkan Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh) (Surah Fushilat: 44) dan (Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian (82)) (Surah Al-Isra’) serta firman Allah (Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat) yaitu hati mereka tidak bersatu, bahkan terjadi permusuhan di antara kelompo mereka satu sama lain, karena mereka tidak sepakat dalam kebenaran, mereka menentang dan mendustakanmu.Firman Allah (Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya) yaitu setiap kali mereka merencanakan banyak sebab yang mereka gunakan untuk menjebakmu dengan itu dan setiap kali mereka menyepakati perkara untuk memerangimu, lalu Allah membatalkannya dan menolak tipu daya itu mereka atas diri mereka sendiri. Tipu muslihat mereka yang buruk itu meliputi mereka (dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan) yaitu termasuk watak mereka bahwa mereka selalu berbuat kerusakan di bumi dan Allah tidak menyukai sifatnya ini, Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertakwa) yaitu jika mereka beriman kepada Allah dan RasulNya dan menghindari apa yang mereka perbuat berupa perbuatan dosa dan hal-hal yang haram (tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan) yaitu Kami akan menghilangkan dari mereka sesuatu yang membahayakan dan Kami menuntun mereka menuju tujuan mereka. (Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya) Ibnu Abbas dan lainnya, berkata bahwa hal itu adalah Al-Qur'an (niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka) Yaitu jika mereka mengerjakan apa yang ada dalam kitab-kitab yang ada pada mereka dari para nabi dengan apa adanya tanpa menyimpang, mengganti, dan mengubah sesuatu, maka hal itu akan membimbing mereka untuk mengikuti kebenaran dan mengamalkan apa yang sesuai dengan yang diturunkan Allah kepada nabi Muhammad ﷺ. Sesungguhnya di dalam kitab-kitab mereka menyebutkan sesuatu yang membenarkannya dan memerintahkan untuk mengikutinya dengan tegas Firman Allah (niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka) yaitu dengan hal itu rezeki yang banyak yang turun kepada mereka dari langit dan tanaman yang tumbuh dari bumi.Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas (niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas) yaitu sungguh Dia akan mengutus langit untuk menurunkan hujan yang deras kepada mereka (dan dari bawah kaki mereka) yaitu dikeluarkan dari bumi keberkahannya. Demikian juga yang dikatakan oleh Mujahid, Sa’id bin Jubair, Qatadah, dan As-Suddi, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (96)) (Surah Al-A’raf) Allah سبحانه وتعالى berfirman (Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (41)) (Surah Ar-Rum).Sebagian mereka berkata bahwa maknanya (niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka) yaitu tanpa mengalami kesusahan, kelelahan, kesengsaraan, dan kesakitan. Ibnu Jarir berkata,”Sebagian ulama’ berkata bahwa maknanya adalah "Mereka berada dalam kebaikan". Sebagaimana seseorang berkata,"Dia berada dalam kebaikan dari ujung kepala sampai ke ujung kakinya." Kemudian dia membalas pendapat ini, karena pertentangan hal itu dengan pendapat-pendapat ulama salaf.Firman Allah سبحانه وتعالى (Di antara mereka ada golongan yang pertengahan. Dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka) sebagaimana firmanNya (Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan hak dan dengan yang hak itulah mereka menjalankan keadilan (159)) (Surah Al-A’raf), dan firmanNya tentang para pengikut nabi Isa (Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik (27)) (Surah Al-Hadid) Lalu Allah menjadikan kedudukan tertinggi mereka itu sebagai kedudukan pertengahan, yang merupakan kedudukan menengah dari umat ini, dan kedudukan di atas itu adalah kedudukan orang-orang yang mendahulukan kebaikan, sebagaimana dalam firmanNya سبحانه وتعالى (Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah.Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar (32) (Bagi mereka) surga 'Adn mereka masuk ke dalamnya) (Sura Fathir: 32,33) Pendapat yang benar adalah bahwa ketiga kelompok dari umat ini semuanya masuk surga

Sumber: https://tafsirweb.com/1950-surat-al-maidah-ayat-66.html

Informasi

Surat

الماۤئدة (Al-Ma'idah)

Hidangan — 120 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

66 dari 120 ayat

Juz

Juz 6

Halaman

Halaman 119

Ruku

Ruku 94

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 24 (47/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-735 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-5