الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
فَلَوْلَآ
maka mengapa tidak
اِذْ
ketika
جَاۤءَهُمْ
datang kepada mereka
بَأْسُنَا
siksaan Kami
تَضَرَّعُوْا
mereka menundukan hati
وَلٰكِنْ
akan tetapi
قَسَتْ
menjadi keras
قُلُوْبُهُمْ
hati mereka
وَزَيَّنَ
dan menampakan bagus
لَهُمُ
kepada mereka
الشَّيْطٰنُ
syaitan
مَا
apa
كَانُوْا
mereka adalah
يَعْمَلُوْنَ
mereka kerjakan
﴿٤٣﴾
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
832 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Mengapa umat-umat yang mendustakan itu tidak menghinakan diri kepada kami ketika siksa kami datang kepada mereka?, Akan tetapi hati mereka malah mengeras dan setan telah membuat mereka berpandangan baik terhadap apa yang mereka perbuat berupa maksiat-maksiat dan kesyirikan yang mereka kerjakan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2167-surat-al-anam-ayat-43.html
Tafsir as-Sa'di
43. “Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras” membatu sehingga ia tidak lunak untuk menerima kebenaran. “Dan setan pun menampakkan kepada mereka bagusnya kemaksiatan yang selalu mereka kerjakan.” Maka mereka mengira bahwa sesuatu yang mereka pegang adalah agama yang benar, sehingga mereka menikmati kebatilan sesaat, dan setan mempermainkan akal mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2167-surat-al-anam-ayat-43.html
Tafsir Al-Wajiz
43 Maka mengapa mereka tidak memohon kepada Allah seraya tunduk merendahkan diri untuk bertaubat ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka justru telah menjadi keras dan tidak bergerak menuju keimanan, dan syaitanpun membagus-baguskan keburukan amal yang selalu mereka kerjakan. Serta memperdaya mereka untuk tetap dalam kekufuran. Padahal mereka diperintahkan untuk senantiasa merendahkan diri, namun mereka tidak melakukannya.
Sumber: https://tafsirweb.com/2167-surat-al-anam-ayat-43.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 40-45 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Berbuat lagi Dzat yang mengatur makhlukNya sesuai yang Dia kehendaki. Tidak ada yang bisa menolak hukumNya, dan tidak ada satu punyang mampu mengubah hukumNya atas makhlukNya, bahkan hanya Dialah Tuhan tidak ada sekutu bagiNya. Dzat yang ketika diminta, maka Dia mengabilkannya bagi orang yang Dia kehendaki.Oleh karena itu Allah berfirman: (Katakanlah, "Terangkanlah kepadaku jika datang siksaan Allah kepada kalian, atau datang kepada kalian hari kiamat”) yaitu datang kepada kalian ini atau itu (apakah kalian menyeru (tuhan) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar) yaitu janganlah kalian berdoa kepada, selain Allah, karena kalian mengetahui bahwa tidak ada satu pun yang mampu menghilangkan hal itu selain Dia.Oleh karena itu Allah berfirman: (jika kalian orang-orang yang benar) yaitu dalam perbuatan kalian yang mengambil tuhan-tuhan bersama Dia ((Tidak), tetapi hanya Dialah yang kalian seru, maka Dia menghilangkan bahaya yang karenanya kalian berdoa kepada-Nya, jika Dia menghendaki, dan kalian tinggalkan sembahan-sembahan yang kalian sekutukan (dengan Allah) (41)) yaitu dalam keadaan darurat kalian tidak berdoa kepada siapa pun selain Allah, dan hilanglah dari kalian berhala-berhala dan tandingan-tangingan kalian.Sebagaimana firmanNya: (Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru, kecuali Dia) (Surah Al-Isra: 67) Firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat yang sebelum kamu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan) yaitu kemiskinan dan kesulitan dalam hidup (dan kemelaratan) yaitu penyakit dan luka (supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri) yaitu mereka berdoa kepada Allah, merendahkan diri dan tunduk kepadaNya.Allah berfirman: (Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka) yaitu kenapa ketika Kami menguji mereka dengan hal itu, mereka tidak menundukkan dan mendekatkan diri kepada Kami (bahkan hati mereka telah menjadi keras) yaitu tidak lembut dan tidak khusyu’ (dan setan pun menghiasi untuk mereka yang selalu mereka kerjakan) yaitu kemusyrikan, keingkaran, dan kemaksiatan (Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka) yaitu mereka berpaling dari hal itu dan melupakannya serta meninggalkannya (Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka) yaitu Kami membukakan untuk mereka pintu-pintu rezeki dari setiap hal yang mereka pilih.Itu merupakan pembiaran dari Allah untuk mereka, dan pemenuhan keinginan mereka, kami berlindung kepada Allah dari tipu daya itu. Oleh karena itu Allah berfirman: (sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka) yaitu berupa harta, anak, dan rezeki (Kami siksa mereka dengan tiba-tiba) yaitu ketika keadaan lalai (maka ketika itu mereka terdiam putus asa) yaitu mereka putus asa dari setiap kebaikan.Al-Walibi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa “Al-mublis” adalah orang yang putus asa Qatadah berkata bahwa siksa atas suatu kaum secara tiba-tiba adalah urusan Allah. Allah tidak akan menyiksa suatu kaum begitu saja, kecuali di saat mereka lalai, lengah, dan hanyut dalam kenikmatan mereka. Maka janganlah teperdaya oleh ujian Allah, Sesungguhnya tidak ada teperdaya oleh ujian Allah kecuali kaum yang fasik Malik meriwayatkan dari Az-Zuhri terkait firmanNya: (Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka) yaitu kemakmuran dan kemudahan dunia.Diriwayatkan dari Uqbah ibnu Amir, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Apabila kamu melihat Allah memberikan kesenangan dunia kepada seorang hamba yang berbuat maksiat terhadapNya sesuka hatinya, maka sesungguhnya hal itu adalah istidraj”. Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan ayat: (Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (44)) (sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa) sebagaimana Allah berfirman (Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (45))
Sumber: https://tafsirweb.com/2167-surat-al-anam-ayat-43.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
43 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 132
Ruku
Ruku 106
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 27 (53/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-832 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6