الانعام (Al-An'am)

Per AyatMushaf
قُلْ
katakanlah
لَّآ
tidak
اَقُوْلُ
aku mengatakan
لَكُمْ
bagi kalian
عِنْدِيْ
kepunyaanku/ada padaku
خَزَاۤىِٕنُ
perbendaharaan
اللّٰهِ
Allah
وَلَآ
dan tidak
اَعْلَمُ
aku mengetahui
الْغَيْبَ
yang gaib
وَلَآ
dan tidak
اَقُوْلُ
aku mengatakan
لَكُمْ
bagi kalian
اِنِّيْ
sesungguhnya aku
مَلَكٌۚ
malaikat
اِنْ
jika
اَتَّبِعُ
aku mengikuti
اِلَّا
kecuali
مَا
apa
يُوْحٰٓى
diwahyukan
اِلَيَّۗ
kepadaku
قُلْ
katakanlah
هَلْ
apakah
يَسْتَوِى
sama
الْاَعْمٰى
orang yang buta
وَالْبَصِيْرُۗ
dan orang yang melihat
اَفَلَا
apakah tidak
تَتَفَكَّرُوْنَ
kamu berpikir
ࣖ
﴿٥٠﴾
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”
839 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah (wahai rasul), kepada kaum musyrikin, ”sesungguhnya aku tidak mengklaim bahwa aku memiliki pembendaharaan langit dan bumi sehingga aku bisa berbuat apa saja di dalamnya, dan aku pun tidak mengaku-ngaku mengetahui perkara-perkara ghaib, dan aku juga tidak mengaku bahwa aku adalah malaikat. Aku hanyalah seorang utusan yang di utus dari sisi Allah. Aku sekedar mengikuti apa yang di wahyukan (Allah) kepadaku dan kemudian aku sampaikan wahyuNya itu kepada umat manusia. ”Katakanlah (wahai rasul) kepada orang-orang musyrik itu, ”apakah sama orang kafir yang buta untuk menyaksikan ayat-ayat Allah sehingga dia tidak mengimaninya dengan orang mukmin yang dapat melihat ayat-ayat Allah lalu mengimaninya? .Apakah kalian tidak mau memikirkan ayat-ayat Allah agar dapat melihat kebenaran dan kemudian mengimaninya?”

Sumber: https://tafsirweb.com/2174-surat-al-anam-ayat-50.html

Tafsir as-Sa'di

50. Allah berfirman kepada NabiNya agar berkata kepada orang-orang yang mengusulkan turunnya ayat-ayat Allahatau kepada orang-orang yang berkata kepadanya bahwa kamu hanya mengajak kami untuk menyekutukan Allah dengan sesuatu, “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku.” Maksudnya, kunci-kunci rizki dan rahmatNya. “Dan tidak pula aku mengetahui yang ghaib.” Karena itu semua hanyalah hak Allah, Dia-lah yang membuka rahmatNya kepada manusia, maka tidak ada yang bisa menghalangi, dan apa yang di halangi oleh Allah, maka tidak ada yang mampu melepaskan sesudahnya.Hanya dia yang mengetahui alam ghaib dan alam nyata. Dia tidak menunjukan ghaibNya kepada seorang pun kecuali rasulNya yang diridhaiNya. “Dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat.” Sehingga aku menjadi pelaksanaan perbuatan yang kuat. Aku tidak mengklaim mempunyai kedudukan tinggi daripada kedudukan lebih yang Allah berikan kepadaku. “ Aku tidak mengikuti kecuali apa yang di wahyukan kepadaku.” Ini adalah tujuanku, ujung dan akhir perkaraku, aku mengamalkannya untuk diriku sendiri dan mengajak seluruh manusia kepadanya.Jika kedudukanku di ketahui, maka untuk apa orang masih mencari-cari atau menuntut sesuatu dariku yang tidak aku klaim? Apakah seseorang diharuskan memikul sesuatu yang bukan kewajibanNya? Untuk apa apabila aku mendakwahimu dengan ayat yang di wahyukan kepadaku kamu telah menuduhku mengklaim kedudukan tinggi yang bukan milikku?Katakanlah kepada mereka tentang perbedaan antara orang yang menerima dakwahku, tunduk kepada apa yang di wahyukan kepadaku dengan orang yang tidak demikian, “ katakanlah, ‘ apakah sama orang yang buta yang melihat?’ maka apakah kamu tidak memikirkanNya?” lalau kamu menundukkan perkara di tempatnya yang semestinya, dan kamu memilih yang lebih baik dan lebih layak untuk di pilih.

Sumber: https://tafsirweb.com/2174-surat-al-anam-ayat-50.html

Tafsir Al-Wajiz

50 Katakanlah wahai Nabi: Aku tidak mengatakan kepadamu wahai orang-orang yang membangkang lagi kafir bahwa perbendaharaan takdir dan rizki Allah ada padaku, sehingga aku dapat memberikan rizki ataupun mendatangkan mukjizat sebagaimana yang kalian minta. Dan aku tidak pula kepadamu bahwa aku seorang malaikat yang datang dengan berbagai hal yang menakjubkan. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku, kemudian aku sampaikan kepada kalian.

Sumber: https://tafsirweb.com/2174-surat-al-anam-ayat-50.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 50-54 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya ﷺ: (Katakanlah, "Aku tidak mengatakan kepada kalian, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku") yaitu aku tidak memiliki dan mengaturnya (dan tidak (pula) aku mengetahui yang gaib) yaitu aku tidak berkata kepada kalian bahwa sesungguhnya aku mengetahui perkara ghaib, karena sesungguhnya itu merupakan ilmu Allah سبحانه وتعالى; dan aku tidak mengetahuinya kecuali yang diperlihatkan oleh Allah kepadaku (dan tidak (pula) aku mengatakan kepada kalian bahwa aku adalah malaikat) yaitu aku tidak mengklaim bahwa bahwa diriku adalah malaikat. Aku hanya seorang manusia yang diberi wahyu oleh Allah سبحانه وتعالى. Dia memuliakan dan memberiku nikmat dengan itu.Oleh karena itu Allah berfirman: (Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku) yaitu aku tidak menyimpang darinya meskipun hanya sejengkal, dan tidak pula kurang dari itu. (Katakanlah, "Apakah sama orang yang buta dan orang yang melihat?”) yaitu apakah orang yang mengikuti kebenaran dan mendapat petunjuk kepada kebenaran itu sama dengan orang yang tersesat dari kebenaran sehingga dia tidak mengikutinya? (Maka apakah kalian tidak memikirkannya?) Ini semabagimana firman Allah: (Adakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta?Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran (19)) (Surah Ar-Ra'd).Firman Allah (Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedangkan bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaat pun) yaitu berilah peringatan dengan Al-Qur'an ini, wahai Muhammad! (orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka) (Surah Al-Mu’minun: 57) yaitu orang-orang (yang takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk) (Surah Ar-Ra’d:21) (Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya) yaitu hari kiamat (sedangkan bagi mereka tidak ada) pada hari itu (seorang pelindung dan pemberi syafaat pun) yaitu tidak ada kerabat dan orang yang memberi syafaat bagi mereka dari azabNya, jika Allah menghendakinya (agar mereka bertakwa) yaitu peringatkanlah tentang hari yang tidak ada hakim saat itu selain Allah سبحانه وتعالى (agar mereka bertakwa) jadi mereka beramal (shalih) di dunia ini, yang membuat Allah menyelamatkan mereka pada hari kiamat dari azabNya, dan Dia akan melipatgandakan kepada mereka pahalaNya dengan sangat banyak.Firman Allah (Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan di petang hari, sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya) yaitu janganlah kamu menjauhkan orang-orang yang disifati dengan sifat itu darimu, melainkan jadikanlah mereka sebagai teman-teman duduk dan teman-teman dekatmu. Sebagaimana firmanNya: (Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas (28)) (Surah Al-Kahfi).Firman Allah: (orang-orang yang menyeru Tuhannya) yaitu mereka menyembah dan memohon kepadaNya (di pagi hari dan petang hari) Sa'id bin Al-Musayyib, Mujahid, dan Qatadah berkata yang dimaksud adalah shalat fardu. Ini sebagaimana firman ALlah: (Dan Tuhanmu berfirman, "Berdoalah kepada-Ku (serulah Aku), niscaya akan Kuperkenankan bagi kalian”) (Surah Ghafir: 60) yaitu Aku menerima doa kalian.Firman Allah: (sedangkan mereka menghendaki keridaan-Nya) yaitu dengan amal itu mereka mengharapkan ridha Allah yang mulia, mereka kerjakan ikhlas dalam melakukan ibadah dan ketaatan. Firman Allah: (Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka, dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu) sebagaimana nabi Nuh berkata untuk menjawab orang-orang yang berkata, (Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? (112) Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kalian menyadari (113)) (Surah Asy-Syu'ara) yaitu sesungguhnya hisab mereka intu di sisi Allah سبحانه وتعالى, dan aku tidak bertanggung jawab sedikitpun atas hisab mereka, sebagaimana mereka tidak bertanggung jawab sedikit pun atas hisabku.Firman Allah: (Yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim) yaitu jika kamu melakukan itu, dan keadaannya seperti itu. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud, dia berkata,”Para pemuka Quraisy lewat di hadapan Rasulullah ﷺ dan di sisi beliau terdapat Khabbab, Shuhaib, Bilal, dan Ammar. Lalu mereka berkata, "Wahai Muhammad, apakah kamu rela bersama dengan orang-orang itu?" Lalu turunlah ayat: (Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya) sampai dengan firmanNya: (Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?) Diriwayatkan dari Al-Miqdam bin Syuraih, dari ayahnya, dia berkata,”Sa'd berkata,”Ayat ini diturunkan terkait enam sahabat Nabi ﷺ, di antaranya adalah Ibnu Mas'ud” Dia berkata,"Kami menemani dan dekat Rasulullah ﷺ”.Lalu orang-orang Quraisy berkata, “Kamu selalu mendekati mereka dan menjauh dari kami" Lalu turunlah ayat: (Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan di petang hari) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan demikianlah Kami uji sebagian mereka dengan sebagian yang lain) yaitu Kami menguji mereka satu sama lain (supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata, "Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka?”) Demikian itu karena di awal pengutusan Rasulullah ﷺ seringkali diikuti oleh orang-orang yang dari kalangan laki-laki, wanita, budak-budak lelaki, dan budak-budak perempuan, dan tidak ada yang mengikuti beliau dari golongan orang-orang terpandang kecuali sedikit. Sebagaimana yang dikatakan kaum nabi Nuh kepadanya (Dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja) (Surah Hud: 27) Tujuan orang-orang musyrik Quraisy itu adalah menghina orang-orang mukmin dari kalangan orang-orang yang lemah.Mereka menyiksa siapa saja dari orang-orang lemah yang berada di bawahnya. Mereka berkata,(Orang-orang seperti inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah?) yaitu bahwa Allah tidak layak memberi petunjuk kepada orang-orang ini berupa, jika apa yang mereka ikuti itu baik, dan kami dibiarkan" Sebagaimana firman Allah: (Kalau sekiranya dia (Al-Qur'an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tidak mendahului kami (beriman) kepadanya) (Surah Al-Ahqaf: 11) dan (Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman, "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuannya)?" (73)) (Surah Maryam) Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk hal itu: (Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedangkan mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata (74)) (Surah Maryam) Allah سبحانه وتعالى juga menjawab mereka ketika mereka berkata: (Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah oleh Allah kepada mereka? (Allah berfirman menjawab mereka), "Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepada-Nya)?) yaitu tidaklah Allah itu lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur kepadaNya dengan ucapan, perbuatan, hati mereka.Allah memberi taufik dan memberi petunjuk kepada keselamatan (Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus (16)) (Surah Al-Maidah) sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik (69)) (Surah Al-'Ankabut) dan dalam hadits shahih disebutkan,”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada bentuk kalian, dan tidak (pula) kepada warna kulit kalian, tetapi Allah memandang kepada kalbu dan amal perbuatan kalian” Firman Allah: (Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, "Salamun 'alaikum.”) yaitu muliakanlah mereka dengan menjawab salam mereka, dan sampaikan kabar gembira kepada dengan rahmat Allah yang luas mencakup mereka semua.Oleh karena itu Allah: (Tuhan kalian telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang) yaitu Dia mewajibkan rahmat atas DzatNya Yang Maha Mulia sebagai bentuk karunia, kebaikan, dan anugerahNya untuk mereka (Yaitu bahwa barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kalian lantaran kejahilan) Beberapa ulama salaf berkata, setiap orang bermaksiat kepada Allah adalah orang yang bodoh. (kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan) yaitu kembali dari apa yang mereka lakukan sebelumnya berupa perbuatan maksiat dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, dan memperbaiki amal perbuatannya di waktu mendatang (maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)

Sumber: https://tafsirweb.com/2174-surat-al-anam-ayat-50.html

Informasi

Surat

الانعام (Al-An'am)

Binatang Ternak — 165 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

50 dari 165 ayat

Juz

Juz 7

Halaman

Halaman 133

Ruku

Ruku 106

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 27 (53/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-839 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-6