الانعام (Al-An'am)

Per AyatMushaf
وَاَنْ
dan hendaknya
اَقِيْمُوا
mendirikan
الصَّلٰوةَ
sholat
وَاتَّقُوْهُۗ
dan bertkawalah kepadaNya
وَهُوَ
dan Dia
الَّذِيْٓ
yang
اِلَيْهِ
kepadaNYa
تُحْشَرُوْنَ
kamu dikumpulkan
﴿٧٢﴾
dan agar melaksanakan salat serta bertakwa kepada-Nya.” Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya kamu semua akan dihimpun.
861 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan demikian pula kita semua diperintahkan untuk mendirikan shalat secara sempurna dan supaya kita takut kepadaNya dengan cara melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. ”Dia lah Allah yang kepadaNya semua makhluk akan dikumpulkan pada hari kiamat.

Sumber: https://tafsirweb.com/2196-surat-al-anam-ayat-72.html

Tafsir as-Sa'di

72. “Dan agar mendirikan shalat.” Maksudnya, kami diperintahkan untuk mendirikannya dengan rukun-rukun, syarat-syarat, Sunnah-sunnah dan penyempurna-penyempurnanya. “Serta bertakwa kepadaNYa,” dengan melakukan apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang. “Dan Dia-lah Tuhan Yang kepadaNya-lah kamu akan dihimpunkan.’ Kamu dikumpulkan pada Hari Kiamat, lalu Dia membalasmu sesuai dengan perbuatanmu, baik dan buruknya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2196-surat-al-anam-ayat-72.html

Tafsir Al-Wajiz

72 Juga memerintahkan kita agar mendirikan sholat secara sempurna pada waktunya serta bertakwa kepada-Nya, menjauhi maksiat kepada Allah dan takut atas azab-Nya”. Itulah petunjuk yang benar. Dialah Tuhan yang kepada-Nya-lah kamu akan dikumpulkan di akhirat untuk dihisab.Hanya milik-Nya lah kekuasaan untuk memberi keputusan di hari kiamat. Tidak akan ada yang bermanfaat bagi kalian kecuali ilmu yang baik berupa takwa, sholat dan sebagainya.

Sumber: https://tafsirweb.com/2196-surat-al-anam-ayat-72.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 71-73 (Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita, tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang) yaitu dalam kekafiran. (sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita) yaitu perumpamaan kami itu serupa dengan orang yang disesatkan oleh setan di bumi. Qatadah berkata terkait firmanNya: (yang disesatkan oleh setan di bumi) yaitu, disesatkan di jalannya, sebagaimana firmanNya: (cenderung kepada mereka) (Surah Ibrahim: 37) Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Katakanlah, "Apakah kita akan menyeru selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita, tidak (pula) mendatangkan kemudaratan kepada kita) Ini merupakan perumpamaan yang dibuat Allah untuk tuhan-tuhan dan orang yang mengajak kepada mereka, dan orang-orang yang mengajak kepada petunjuk Allah, sebagaimana perumpamaan seorang laki-laki yang tersesat jalan dengan keadaan bingung.Ketika orang yang menyeru, berseru kepadanya,"Hai Fulan bin Fulan, kemarilah di jalan ini!" dan dia mempunyai teman-teman yang menyerunya,"Hai Fulan, kemarilaah jalan ini" Jika dia mengikuti orang yang menyeru yang pertama, maka orang yang menyeru itu akan melemparkannya kepada kehancuran; dan jika dia mengikuti orang yang mengajaknya ke jalan petunjuk, maka dia akan mendapatkan petunjuk. Ibnu Abi Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan, dalam keadaan bingung) dia berkata, seorang laki-laki yang bingung, lalu dia diseur oleh teman-temannya untuk ke jalan itu. Itu perumpamaan orang yang tersesat setelah mendapat petunjuk.Dia memounyai teman yang berada pada tujuan yang mereka jalani, lalu mereka mengajaknya pada jalan itu dan bergabung bersama mereka di jalan yang serupa. Maksud perkataan itu adalah dia menolak mereka dan tidak menoleh kepada mereka. Jika Allah berkehendak, sungguh Dia akan memberinya petunjuk dan mengembalikannya ke jalan itu.Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk) Sebagaimana firman Allah: (Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya) (Surah Az-Zumar: 37) dan (Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong (37)) (Surah An-Nahl: 37) Firman Allah: (dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam) yaitu Kami ikhlas dalam beribadah kepadaNya, tidak ada sekutu bagiNya (dan agar mendirikan salat serta bertakwa kepada-Nya) yaitu kami diperintahkan untuk mendirikan shalat dan bertakwa kepada Allah di semua keadaan (Dan Dialah Tuhan yang kepada-Nya lah kalian akan dihimpunkan) yaitu kiamat (Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar) yaitu dengan adil.Dia adalah Pencipta, Pemilik, dan Pengatur keduanya dan apa ada di keduanya. Firman Allah: (di waktu Dia mengatakan.”Jadilah" lalu terjadilah) yaitu hari kiamat yang difirmankan oleh Allah, "Jadilah" Maka terjadilah atas perintahNya dalam sekejap mata atau lebih cepat. Kata (yauma) menjadi manshub baik sebagai ‘athaf atas firmanNya (takutlah) artinya adalah,”Takutlah kepada hari di mana Allah berfirman,"Jadilah” maka terjadilah” atau ‘athaf pada firmanNya: (menciptakan langit dan bumi) yaitu Dia menciptakan hari di mana Dia berfirman,"Jadilah" maka terjadilah.Dia menyebutkan itu pada awal mula penciptaan dan ketika mengembalikannya, dan hal ini sesuai. Bisa juga kata (yauma) ‘athaf atas fi’il yang bentuknya adalah,”Ingatlah hari dimana DIa berfirman,”Jadilah” maka terjadilah hal itu. Firman Allah: (Benarlah perkataan-Nya, dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan) dua kalimat itu mengandung I’rab jar karena keduanya menjadi sifat dari (Tuhan semesta alam (71)) Firman Allah: (di waktu sangkakala ditiup) bisa juga menjadi badai dari firmanNya (di waktu Dia mengatakan.”Jadilah" lalu terjadilah) hari dimana sangkakala ditiup.Bisa juga menjadi zharaf pada firmanNya: (dan di tangan-Nyalah kekuasaan di waktu sangkakala ditiup) sebagaimana firmanNya: (Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini? Hanya kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan) (Surah Ghafir: 16) dan (Kerajaan yang hak pada hari itu adalah kepunyaan Tuhan Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari yang penuh kesukaran bagi orang-orang kafir (26)) (Surah Al-Furqan) dan ayat lain yang serupa.Patra mufasir berbeda pendapat terkait firmanNya: (di waktu sangkakala ditiup) Beberapa dari mereka berkata bahwa yang dimaksud dengan (Shur) di sini adalah jamak dari “Shurah”, yaitu hari ditiupkan pada hari itu, lalu dia menjadi hidup. Ibnu Jarir berkata,”Sebagaimana dikatakan “Sur” pada kata “Suurul Balad” (tembok-tembok negeri), yang bentuk jamak dari “surah”. Pendapat yang benar bahwa makna “Ash-Shur” adalah sangkakala yang ditiup oleh malaikat Israfil.Ibnu Jarir berkata,"Pendapat yang benar menurut kami adalah pendapat yang menunjukkan berita-berita dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda,"Sesungguhnya malaikat Israfil telah memasukkan sangkakala pada mulutnya dan mengernyitkan dahinya, dia menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya”

Sumber: https://tafsirweb.com/2196-surat-al-anam-ayat-72.html

Informasi

Surat

الانعام (Al-An'am)

Binatang Ternak — 165 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

72 dari 165 ayat

Juz

Juz 7

Halaman

Halaman 136

Ruku

Ruku 110

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 27 (54/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-861 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-6