الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
وَجَعَلُوْا
dan mereka menjadikan
لِلّٰهِ
Allah
شُرَكَاۤءَ
sekutu-sekutu
الْجِنَّ
jin
وَخَلَقَهُمْ
dan/padahal Dia menciptakan mereka
وَخَرَقُوْا
dan mereka mengada-adakan
لَهٗ
bagiNya (Allah)
بَنِيْنَ
anak laki-laki
وَبَنٰتٍۢ
dan anak perempuan
بِغَيْرِ
dengan tidak/tanpa
عِلْمٍۗ
ilmu pengetahuan
سُبْحٰنَهٗ
Maha Suci Dia
وَتَعٰلٰى
dan Maha Tinggi
عَمَّا
dari apa
يَصِفُوْنَ
mereka sifatkan
ࣖ
﴿١٠٠﴾
Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), “Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan,” tanpa (dasar) pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka gambarkan.
889 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang musyrik menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah dalam penyembahan , terdorong keyakinan dari mereka bahwa jin-jin dapat memberikan manfaat atau menimpakan mudarat, padahal Allah lah yang menciptakan mereka dan semua yang mereka sembah dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Dia sendiri yang menciptakan, maka sudah sepantasnya hanya Dia yang berhak disembah, tanpa sekutu bagiNya di dalamnya. Dan sungguh kaum musyrikin telah mengadakan kedustaan atas nama Allah ketika mereka menisbatkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kepadaNya, lantaran kebodohan mereka terhadap sifat-sifat kesempurnaan yang wajib bagi Allah.Dia Maha suci lagi maha tinggi dari penisbatan kaum musyrikin kepadaNya yang berupa kedustaan dan kebohongan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2224-surat-al-anam-ayat-100.html
Tafsir as-Sa'di
100. Allah memberitakan walaupun Allah telah memberikan kebaikan kepada hamba-hambaNya, menjelaskan kepada mereka dengan ayat-ayat yang jelas dan hujjah yang nyata bahwa orang-orang musyirik dari kalangan Quraisy dan lain-lain mengangkat tandingan untukNya. Mereka berdoa dan beribadah kepada makhluk dari kalangan jin dan malaikat, di mana mereka dalah makhluk Allah yang tidak sedikit pun memiliki keistimewaan rububiyah dan uluhiyah.Mereka menjadikannya sebagai tandingan bagi pemilik hak penciptaan dan pemberi perintah, pemberi seluruh nikmat yang bermacam-macam, dan penolak seluruh kesulitan. Begitilah orang-orang musyirik membuat kebohongan dan kedustaan dari diri mereka bahwa Allah mempunyai anak-anak laki-laki dan perempuan tanpa dasar ilmu samal sekali. Siapkah orang-orang yanhg lebih zhalim daripada orang yanhg berkata atas Nama Allah tanpa ilmu, dan berdusta atasNya dengan menisbatkan kekurangan paling buruk di mana Allah wajib di sucikan darinya?Oleh karena itu, Allah menyucikan diriNya dari kedustaan orang-orang musyirik Dia berfirman, “Mahasuci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan.” Karena Dia adalah Allah, Dzat yang memiliki seluruh kesempurnaan yang disucikan dari segala aib, cacat, dan kekurangan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2224-surat-al-anam-ayat-100.html
Tafsir Al-Wajiz
100. Dan sebagian orang-orang musyrik itu menjadikan jin sebagai sekutu Allah, lalu mereka menyembah dan mengagungkannya, sedangkan Allah adalah Dzat yang menciptakan mereka (jin), dan mereka (orang musyrik) mengetahui hal itu. Lalu bagaimana bisa makhluk menjadi sekutu Dzat yang menciptakannya?Mereka membuat-buat kebohongan dan membuatkan anak-anak laki-laki bagiNya seperti Uzair dan Isa, dan anak-anak perempuan seperti malaikat, ketika mereka beranggapan bahwa malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah, karena kebodohan mereka tentang Allah dan keagunganNya. Maha suci Allah, dan jauh dari apa yang digambarkan orang-orang itu, yaitu kebohongan dan kebathilan
Sumber: https://tafsirweb.com/2224-surat-al-anam-ayat-100.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat ini membantah orang-orang musyrik yang menyembah bersama Allah tuhan selain Dia, mereka menyekutukanNya dalam beribadah kepadaNya, bahwa mereka menyembah jin. Mereka menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu Allah dalam ibadah mereka; Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan, dan mereka ingkari. Jika ditanyakan, bagaimana bisa jin disembah, padahal sesungguhnya mereka hanya menyembah berhala-berhala?Maka jawabannya bahwa mereka tidak menyembah berhala-berhala itu melainkan karena taat kepada jin, dan jin telah memerintahkan mereka untuk melakukan hal itu. Sebagaimana firmanNya: (Yang mereka sembah selain Allah itu tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah setan yang durhaka (117) yang dilaknati Allah dan setan itu mengatakan, "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bagian yang telah ditentukan (untuk saya) (118) dan saya benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan saya suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barang siapa yang menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata (119) Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka (120)) (Surah An-Nisa’) dan (Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku) (Surah Al-Kahfi: 50).Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu) yaitu Allah menciptakan jin-jin itu, Dialah Tuhan Maha Pencipta semata, tidak ada sekutu bagiNya, maka bagaimana bisa disembah bersamaNya sesembahan selain Dia?Sebagaimana yang dikatakan nabi Ibrahim: (Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu? (95) Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu (96)) (Surah Ash-Shaffat) Makna ayat menunjukkan bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat yang hanya Dia sendiri yang mampu menciptakan.Oleh karena itu, hanya Dia semata yang wajib disembah, tidak ada sekutu bagiNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan mereka berbohong (dengan mengatakan), "Bahwasannya Allah mempunyai anak laki-laki dan anak perempuan," tanpa (dasar) ilmu pengetahuan) Allah memperingatkan akan kesesatan orang yang sesat dalam menggambarkan Allah سبحانه وتعالى bahwa Dia beranak, sebagaimana yang disangkakan oleh orang-orang Yahudi terhadap Uzair, dan yang dikatakan oleh orang-orang Nasrani terhadap nabi Isa, dan perkataan sebagian orang-orang musyrik Arab bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang Maha Agung.Makna firmanNya, (Kharaqu) yaitu mereka membuat-buat kedustaan dan kebohongan terhadap Allah, menurut pendapat ulama Salaf. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang dengan makna firmanNya, "Kharaqu" membuat kebohongan Ibnu Jarir mengatakan,"Maka maknanya adalah: Mereka dalam ibadahnya menyembah Allah dengan jin, padahal Allahlah yang menciptakan jin-jin itu, tanpa ada yang ikut serta dan membantuNya" (dan mereka berbohong (dengan mengatakan),"Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, " tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan) hakikat dari apa yang mereka katakan, akan tetapi hal itu karena kebodohan dan ketidaktahuan mereka tentang Allah dan kebesaranNya, karena sesungguhnya tidaklah layak bagi Tuhan itu memiliki anak, istri dan sekutu dalam menciptakan semuanya. Oleh karena itu Allah berfirman: (Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan) yaitu, Maha Suci, Maha Bersih lagi Maha Agung Allah dari apa yang digambarkan oleh orang-orang bodoh dan tersesat itu yang telah mengatakan bahwa Allah memiliki anak, tandingan, teman, dan sekutu
Sumber: https://tafsirweb.com/2224-surat-al-anam-ayat-100.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
100 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 140
Ruku
Ruku 113
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 28 (56/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-889 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6