الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
وَنُقَلِّبُ
dan Kami memutar balikkan
اَفْـِٕدَتَهُمْ
hati mereka
وَاَبْصَارَهُمْ
dan penglihatan mereka
كَمَا
sebagaimana
لَمْ
tidak
يُؤْمِنُوْا
mereka beriman
بِهٖٓ
dengannya/kepadanya
اَوَّلَ
pertama
مَرَّةٍ
kali
وَّنَذَرُهُمْ
dan Kami biarkan mereka
فِيْ
dalam
طُغْيَانِهِمْ
kedurhakaan/kesesatan mereka
يَعْمَهُوْنَ
mereka kebingungan
ࣖ
۔
﴿١١٠﴾
Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesatan.
899 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan kami membalikan hati dan pandangan mereka, lalu kami menghalanginya untuk dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah , sehingga mereka tidak beriman kepadanya, sebagaimana mereka tidak beriman kepada ayat-ayat Al –qur’an ketika diturunkan pertama kali. dan kami biarkan mereka dalam pembangkangan mereka kepada Allah dalam keadaan kebingungan, tidak memperoleh petunjuk menuju yang haq dan jalan yang benar.
Sumber: https://tafsirweb.com/2234-surat-al-anam-ayat-110.html
Tafsir as-Sa'di
110. ”Dan begitu pula kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya pada permulaanNya, dan kami biarkan mereka bergemilang dalam kesesatannya yang sangat.” Kami menghukum mereka jika mereka tidak beriman pertama kali, pada saat itu penyeru mendatangi mereka dengan hujah pun telah tegak atas mereka dengan memalingkan hati mereka, menghalangi mereka dari keimanan, dan tidak memberi kepada mereka taufik kepada jalan yang lurus. Ini adalah keadilan Allah dan hikmahNya, kepada hamba-hambaNya karena diri merekalah yang mananam untuk diri mereka, pintu telah dibuka didepan mereka tetapi mereka tidak memasukinya. Jalan telah dijelaskan tetapi mereka tidak melewatinya.Jika setelah itu mereka gagal mendapatkan taufik, maka itu sudah sesuai dengan kondisi mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2234-surat-al-anam-ayat-110.html
Tafsir Al-Wajiz
110. Kalian juga tidak akan bisa merasakan bahwa mukjizat itu telah datang (kepada mereka) karena Kami akan membolak-balik hati mereka dengan pemikiran-pemikiran yang sia-sia, dan mengalihkan penglihatan mereka dengan khayalan, sehingga mereka tidak mengimani mukjizat itu sebagaimana mereka tidak mengimani Al-Qur’an ketika rasulullah mengajak mereka untuk mengimaninya. Dan kami membiarkan mereka dalam kesesatan.
Sumber: https://tafsirweb.com/2234-surat-al-anam-ayat-110.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 109-110 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik, bahwa mereka bersumpah dengan nama Allah dengan penuh kesungguhan dalam sumpah mereka, yaitu mereka bersumpah dengan sumpah yang kuat: (bahwa sungguh jika datang kepada mereka sesuatu mukjizat) yaitu mukjizat dan sesuatu yang luar biasa (mereka benar-benar akan beriman kepadanya) yaitu mereka benar-benar percaya kepadanya (Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu hanya berada di sisi Allah") yaitu, katakanlah, wahai Muhammad kepada orang-orang yang meminta mukjizat kepadamu karena kekeras kepalaan, keingkaran, dan pembangkangan mereka, bukan untuk mendapat petunjuk dan bimbingan, sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu kembali kepada Allah. Jika Dia berkehendak, maka Dia akan mendatangkannya kepada kalian; dan jika Dia berkehendak, Dia akan membiarkan kalian. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu (59)) (Surah Al-Isra’).Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian bahwa apabila mukjizat datang mereka tidak akan beriman) Dikatakan bahwa orang yang diajak bicara dalam ayat (Dan apakah yang memberitahukan kepada kalian (109)) adalah orang-orang musyrik. Ini adalah pendapat yang diikuti Mujahid. Seakan-akan Dia berfirman kepada mereka,”Apakah yang memberitahu kepada kalian tentang kebenaran kalian dari sumpah-sumpah yang kalian ucapkan itu” Mujahid berkata tentang firmanNya: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka) yaitu Kami membatasi antara mereka dengan keimanan.Sekalipun datang kepada mereka semua mukjizat, mereka tetap tidak beriman, sebagaimana Kami membatasi antara mereka dengan keiimanan pada awalnya. Demikian juga dikatakan oleh Ikrimah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,”Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang apa yang dikatakan oleh para hamba sebelum mereka mengatakannya, dan perbuatan mereka sebelum mereka melakukannnya.Allah berfirman: (dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagaimana yang diberitakan oleh Dzat Yang Maha Mengetahui) (Surah Fathir: 14) Maha Besar dan Maha Tinggi Allah.Dia juga berfirman (supaya jangan ada orang yang mengatakan: "Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah) (56) atau supaya jangan ada yang berkata: 'Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa' (57) Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab 'Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik' (58)) (Surah Az-Zumar) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa jika mereka dikembalikan, sungguh mereka tidak mengikuti jalan petunjuk.Allah berfirman: (Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka) (Surah Al-An'am: 28) Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al-Qur'an) pada permulaannya) Allah berfirman yaitu jika mereka dikembalikan ke dunia, sungguh tetap akan dibatasi antara mereka dan petunjuk, sebagaimana Kami membatasi antara mereka dan keimanan sejak awal ketika mereka di dunia.Firman Allah: (dan Kami biarkan mereka) yaitu Kami meninggalkan mereka (dalam kesesatannya). Abu Al-‘Aliyah, Ar-Rabi' bin Anas, dan Qatadah berkata tentang kesesatan mereka itu (bergelimang). Al-A'masy berkata bahwa maknanya adalah bermain-main.Sedangkan Ibnu Abbas. Mujahid. Abu Al-‘Aliyah, Ar-Rabi, dan lainnya berkata maknanya adalah mereka kebingungan dalam kekafiran mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/2234-surat-al-anam-ayat-110.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
110 dari 165 ayat
Juz
Juz 7
Halaman
Halaman 141
Ruku
Ruku 114
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 28 (56/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-899 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6