الانعام (Al-An'am)
Per AyatMushaf
مَنْ
barang siapa
جَاۤءَ
datang
بِالْحَسَنَةِ
dengan kebaikan
فَلَهٗ
maka baginya
عَشْرُ
sepuluh
اَمْثَالِهَا
serupanya/kali lipat amalnya
ۚوَمَنْ
dan barang siapa
جَاۤءَ
datang
بِالسَّيِّئَةِ
dengan kejahatan
فَلَا
maka tidak
يُجْزٰٓى
diberi balasan
اِلَّا
kecuali/melainkan
مِثْلَهَا
serupa/seimbang dengannya
وَهُمْ
dan/sedang mereka
لَا
tidak
يُظْلَمُوْنَ
mereka dianiaya
﴿١٦٠﴾
Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).
949 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Barang siapa bertemu dengan tuhannya pada hari kiamat dengan amal kebaikan dari amal-amal yang shalih, maka baginya sepuluh kali lipat (pahala) dari kebaikannya itu. Dan barangsiapa bertemu dengan tuhannya dengan dosa, maka dia tidak dikenai hukuman, melainkan dengan yang sebanding dengan kesalahannya. Dan mereka tidaklah terzhalimi meski sebesar dzarrah sekalipun.
Sumber: https://tafsirweb.com/2284-surat-al-anam-ayat-160.html
Tafsir as-Sa'di
160. Kemudian Allah menyebutkan sifat balasan. Dia berfirman, “Barangsiapa membawa amal baik,” perkataan dan perbuatan, lahir dan batin yang terkait dengan hak Allah dan hak hamba-hambaNya, “maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” Ini adalah pelipatgandaan minimal. “Dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat, maka dia tidak diberi pembalasan melainkan yang seimbang dengan kejahatannya.” Ini adalah keadilan dan kebaikan Allah yang sempurna dan bahwa Dia tidak berlaku dzalim sedikit pun.Oleh karena itu dia berfirman, “Sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan).”
Sumber: https://tafsirweb.com/2284-surat-al-anam-ayat-160.html
Tafsir Al-Wajiz
160 Aturan umum untuk orang-orang yang beriman adalah bahwa: Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat amalnya; dan kadang ditambah hingga tujuh ratus kali lipat. Dan terkadang juga diberi balasan tanpa perhitungan. Dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, tanpa ada tambahan.Pembuat amal saleh tidak dizalimi dengan pengurangan pahala, begitu juga para pembuat keburukan tidak dizalimi dengan tambahan siksa.
Sumber: https://tafsirweb.com/2284-surat-al-anam-ayat-160.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat yang mulia ini merupakan penjelasan rinci dari apa yang dijelaskan secara umum pada ayat lain, yaitu firmanNya: (Barang siapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik dari pada kebaikannya itu) (Surah An-Naml: 89).Telah disebutkan beberapa hadits yang sesuai dengan ayat ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ bersabda dalam riwayat dari Tuhannya, yaitu: “Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Dzat yang Maha Penyayang. Barang siapa berniat melakukan suatu kebaikan, lalu dia tidak mengerjakannya, maka dicatat baginya pahala satu kebaikan; dan jika dia mengerjakannya, maka dicatat baginya sepuluh pahala kebaikan sampai tujuh ratus pahala kebaikan hingga dilipatgandakan menjadi sangat banyak Barang siapa berniat mengerjakan suatu kejahatan, lalu dia tidak melakukannya, maka dicatat baginya pahala satu kebaikan. Jika dia melakukannya, maka dicatat baginya dosa satu kejahatan atau Allah menghapuskannya.Dan tidak ada seorang pun yang binasa karena Allah melainkan hanyalah orang yang binasa”
Sumber: https://tafsirweb.com/2284-surat-al-anam-ayat-160.html
Informasi
Surat
الانعام (Al-An'am)
Binatang Ternak — 165 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
160 dari 165 ayat
Juz
Juz 8
Halaman
Halaman 150
Ruku
Ruku 121
Manzil
Manzil 2
Hizb
Hizb 30 (60/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-949 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-6