الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
فَوَسْوَسَ
maka membisikkan pikiran jahat
لَهُمَا
kepada keduanya
الشَّيْطٰنُ
syaitan
لِيُبْدِيَ
untuk menampakkan
لَهُمَا
kepada keduanya
مَا
apa
وٗرِيَ
yang tertutup
عَنْهُمَا
dari keduanya
مِنْ
dari
سَوْاٰتِهِمَا
keburukan/aurat keduanya
وَقَالَ
dan (syaitan) berkata
مَا
apa
نَهٰىكُمَا
melarang kamu berdua
رَبُّكُمَا
Tuhanmu berdua
عَنْ
dari
هٰذِهِ
ini
الشَّجَرَةِ
pohon
ِالَّآ
kecuali
اَنْ
bahwa/supaya
تَكُوْنَا
adalah kamu berdua
مَلَكَيْنِ
Malaikat keduanya
اَوْ
atau
تَكُوْنَا
adalah kamu berdua
مِنَ
dari
الْخٰلِدِيْنَ
orang-orang kekal
﴿٢٠﴾
Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, “Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).”
974 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka setan membisikan keragu-raguan kepada Adam dan Hawwa untuk menjurumuskan mereka kedalam maksiat terhadap Allah dengan memakan buah dari pohon yang Allah larang mereka berdua dari (memakan buahnya) supaya mengakibatkan terbukanya apa yang tertutupi dari aurat mereka. Dan setan berkata kepada mereka dalam upaya memperdayai mereka berdua, ”sesungguhnya tuhan kalian melarang kalian dari memakan buah dari pohon ini hanyalah agar kalian tidak berubah menjadi malaikat dan agar kalian berdua tidak hidup kekal di dalam surga. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/2474-surat-al-araf-ayat-20.html

Tafsir as-Sa'di

20. keduanya senantiasa menaati perintah allah sampai iblis dating kepada mereka dengan makarnya. Dia menggoda mereka berdua dengan godaan yang menipu dan memperdaya keduanya. Dia berkata ”Rabb kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat” yakni dari jenis malaikat. ”atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surge)" seperti disebutkan di ayat yang lain, ”maukah saya tunjukan kepada kamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa?”

Sumber: https://tafsirweb.com/2474-surat-al-araf-ayat-20.html

Tafsir Al-Wajiz

20. Lalu setan menghasut keduanya, membisikkan sesuatu dari bumi ke langit, dan menggoda keduanya untuk memakan buah dari pohon tersebut, dengan tujuan untuk menyingkap dan berbuat buruk kepada keduanya dengan menampakkan aurat yang menutupi dan menyelimuti keduanya, sehingga tidak ada yang melihat aurat tersebut. Iblis berkata kepada keduanya: “Tuhan kalian tidak melarang kalian memakan buah dari pohon ini, kecuali supaya kalian tidak menjadi malaikat yang dekat (denganNya) atau termasuk makhluk abadi yang tidak akan mati selamanya”

Sumber: https://tafsirweb.com/2474-surat-al-araf-ayat-20.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 19-21 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa Dia memperbolehkan nabi Adam dan istrinya, Hawa di surga untuk memakan semua buah-buahan yang ada di dalamnya, kecuali satu pohon. Penjelasan tentang ini telah dijelaskan di surah Al-Baqarah. Lalu saat itu setan dengki kepada keduanya dan dan berusaha melakukan tipu daya dan bisikan untuk mencabut nikmat dan pakaian yang baik dari keduanya. (Dan setan berkata) yaitu dusta dan hal yang dibuat-buat (Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat) yaitu agar kalian berdua tidak menjadi malaikat atau kekal di sini.Jika kalian berdua memakannya, maka kalian akan memperoleh hal itu. Hal itu sebagaimana firmanNya: (Setan berkata, "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”) (Surah Thaha: 120) yaitu agar kalian berdua menjadi malaikat sebagaimana firmanNya (Allah menerangkan (hukum ini) kepada kalian, supaya kalian tidak sesat) yaitu agar kalian tidak tersesat (Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak berguncang bersama kalian) (Surah An-Nahl: 15) yaitu tidak berguncang dengan kalian. (Dan setan bersumpah kepada keduanya) yaitu setan bersumpah dengan menyebut nama Allah kepada mereka (Sesungguhnya saya termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua) yaitu sesungguhnya aku di sini sebelum kalian berdua, dan aku lebih mengetahui tempat ini.Ini merupakan salah satu pembahasan tentang "Mufa'alah", dan yang dimaksud adalah salah satu dari kedua pihak. Sebagaimana yang dikatakan oleh Khalid bin Zuhair yang merupakan sepupu dari Abu Dzu’aib: Dia bersumpah dengan nama Allah sumpah dengan kesungguhan, sungguh kalian benar-benar lebih enak daripada madu di saat menuainya. Yaitu Iblis bersumpah kepada keduanya dengan menyebut nama Allah tentang hal itu, sampai dia memperdaya keduanya, dan terkadang seorang mukmin terperdaya karena nama Allah disebutkan

Sumber: https://tafsirweb.com/2474-surat-al-araf-ayat-20.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

20 dari 206 ayat

Juz

Juz 8

Halaman

Halaman 152

Ruku

Ruku 123

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 31 (61/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-974 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7