الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
فَدَلّٰىهُمَا
maka dia membujuk keduanya
بِغُرُورٍۚ
dengan tipu daya
فَلَمَّا
maka setelah
ذَاقَا
keduanya merasakan
الشَّجَرَةَ
pohon
بَدَتْ
nampaklah
لَهُمَا
bagi keduanya
سَوْاٰتُهُمَا
keburukan/aurat keduanya
وَطَفِقَا
dan keduanya memulai
يَخْصِفٰنِ
keduanya menutupi
عَلَيْهِمَا
atas keduanya
مِنْ
dari
وَّرَقِ
daun
الْجَنَّةِۗ
surga
وَنَادٰىهُمَا
dan memanggil keduanya
رَبُّهُمَآ
Tuhan keduanya
اَلَمْ
bukankah
اَنْهَكُمَا
Aku telah larang kamu berdua
عَنْ
dari
تِلْكُمَا
itu
الشَّجَرَةِ
pohon
وَاَقُلْ
dan Aku telah katakan
لَّكُمَآ
kepada kamu berdua
اِنَّ
sesungguhnya
الشَّيْطٰنَ
syaitan
لَكُمَا
kepada kamu berdua
عَدُوٌّ
musuh
مُّبِيْنٌ
yang nyata
﴿٢٢﴾
dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga. Tuhan menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
976 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Maka setan berhasil menyeret dan memperdayai mereka berdua, sehingga keduanya memakan buah dari pohon yang Allah larang mereka berdua untuk mendekatinya. Usai memakannya, maka terbukalah aurat mereka dan lenyaplah penutup yang Allah pakaikan untuk menutupi mereka sebelum terjadi pelanggaran itu. Maka mereka pun mulai menempelkan dedaunan surga pada auarat mereka.Kemudian tuhan mereka menyeru mereka, ”bukankan Aku telah melarang kalian berdua dari pohon tersebut, dan telah Aku katakan kepada kalian, ”sesungguhnya setan itu bagi kalian berdua adalah musuh yang nyata permusuhannya?” Dalam ayat ini terkandung satu petunjuk bahwa terbukanya aurat termasuk perkara amat buruk, sebagimana dulu hingga sekarang di pandang menjijikan oleh fitrah manusia dan dianggap buruk oleh akal sehat.

Sumber: https://tafsirweb.com/2476-surat-al-araf-ayat-22.html

Tafsir as-Sa'di

22. Keduanya tertipu dengan godaan iblis, nafsu dalam kondisi itu mengalahkan akal. ”maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu)" yakni setan menurunkan keduanya dari derajat yang tinggi, yaitu bersihnya mereka dari dosa-dosa dan kemaksiatan kepada pengotoran diri dengan kotoran-kotorannya, maka keduanya pun memakan pohon itu. ”tatkala keduanya telah merasai buah pohon itu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya” yakni tampaklah aurat mereka setelah sebelumnya tertutup. Dalam kondisi ini ketelanjangan batin dari takwa mempengaruhi pakaian lahir, sehingga iapun terlepas, maka terbukalah auarat keduanya. tatkala aurat keduanya terlihat, keduanya malu dan mulai menutupinya dengan daun surge. ”kemudian Rabb mereka menyeru mereka” mencela dan menyalahkan mereka sementara mereka dalam kondisi seperti itu ”bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon itu dan aku katakan padamu ‘sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua” mengapa kamu berdua melakukan yang dilarang dan menaati musuhmu?

Sumber: https://tafsirweb.com/2476-surat-al-araf-ayat-22.html

Tafsir Al-Wajiz

22. Dia (setan) terus (berusaha) menipu dan menggoda mereka menggunakan sumpah, pemikat, dan tipuan untuk memakan buah dari pohon itu sampai bisa menempatkan mereka dalam kemaksiatan. Ketika mereka berdua memakan buah dari pohon itu, tersingkaplah aurat mereka, lalu mulai memotong dedaunan di surga untuk menutupi aurat mereka.Lalu Tuhan memanggil mereka untuk memarahi dan menegur mereka: “Bukankah aku telah melarang kalian untuk memakan buah dari pohon itu dan telah berkata kepada kalian bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi kalian” At-Tadliyah dan Al-Idla’ adalah menurunkan sesuatu ke tempat paling rendah sedikit demi sedikit. Maknanya adalah menurunkan mereka berdua dari derajat ketaatan dan kemuliaan, yaitu merupakan derajat yang tinggi ke derajat yang rendah yaitu kemaksiatan

Sumber: https://tafsirweb.com/2476-surat-al-araf-ayat-22.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 22-25 Dikatakan bahwa yang dimaksud dengan: (Turunlah kamu sekalian) ditujukan kepada nabi Adam, Hawa, iblis, dan ular, dalam permusuhan nabi Adam dan iblis. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam surah Thaha: (Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama) (Surah Thaha: 123) dan Hawa mengikut nabi Adam.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan di muka bumi sampai waktu yang ditentukan) yaitu tempat tinggal dan usia yang telah ditetapkan sampai waktu yang ditentukan berdasarkan apa yang telah dicatat menggunakan pena, ditetapkan oleh takdir, dan digariskan di dalam kitab yang pertama (Lauhul Mahfuz). Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya, "Mustaqarrun" bahwa makna yang dimaksud ialah kuburan. Ibnu Abbas berkata bahwa (mustaqarrun) adalah kuburan, dan diriwayatkan juga darinya bahwa (mustaqarrun) adalah tempat tinggal di muka bumi dan di bawahnya.Firman Allah سبحانه وتعالى: (Allah berfirman, "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan” (25)) sebagaimana firmanNya: (Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kalian dan kepadanya Kami akan mengembalikan kalian dan darinya Kami akan mengeluarkan kalian pada kesempatan yang lain (55)) (Surah Thaha) Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia menjadikan bumi sebagai rumah untuk anak cucu Adam selama masa hidupnya di dunia.Di sana mereka hidup, dan di sana pula mereka mati dan menjadi kuburan mereka. Dari dunia juga mereka dibangkitkan pada hari kiamat dimana Allah mengumpulkan semua makhluk dari yang pertama sampai yang terakhir, kemudian Dia membalas masing-masing makhluk sesuai dengan amalnya

Sumber: https://tafsirweb.com/2476-surat-al-araf-ayat-22.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

22 dari 206 ayat

Juz

Juz 8

Halaman

Halaman 152

Ruku

Ruku 123

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 31 (61/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-976 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7