الاعراف (Al-A'raf)

Per AyatMushaf
فَرِيْقًا
segolongan
هَدٰى
Dia beri petunjuk
وَفَرِيْقًا
dan segolongan
حَقَّ
haq/pasti
عَلَيْهِمُ
atas mereka
الضَّلٰلَةُ
kesesatan
ۗاِنَّهُمُ
sesungguhnya mereka
اتَّخَذُوا
mereka menjadikan
الشَّيٰطِيْنَ
syaitan-syaitan
اَوْلِيَاۤءَ
pelindung/pemimpin
مِنْ
dari
دُوْنِ
selain
اللّٰهِ
Allah
وَيَحْسَبُوْنَ
dan mereka mengira
اَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
مُّهْتَدُوْنَ
orang-orang yang mendapat petunjuk
﴿٣٠﴾
Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi sepantasnya menjadi sesat. Mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung selain Allah. Mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.
984 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah menjadikan para hambaNya terbagi dua golongan : satu golongan yang di karunia taufik oleh Allah untuk memperoleh petunjuk menuju jalan yang lurus, dan satu golongan(lain) yang telah ditulis pasti pada mereka kesesatan dari jalan yang lurus; karena sesungguhnya mereka itu telah menjadikan setan-setan sebagai teman setia dan penolong selain Allah, lalu mereka mentaatinya lantaran kebodohan mereka, serta prasangka mereka kalau mereka tengah berjalan di atas jalan hidayah.

Sumber: https://tafsirweb.com/2484-surat-al-araf-ayat-30.html

Tafsir as-Sa'di

30. ”sebagian“ dari mereka ”diberiNya petunjuk” oleh Allah. yakni Allah memberinya taufik kepada hidayah. memudahkan sebab-sebabnya bagi mereka, dan menepis penghalang-penghalangnya. ”dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka” yakni mereka pasti akan sesat karena mereka sendiri yang melakukan sebab-sebabnya untuk diri mereka, karena mereka, menjadikan setan-setan pelindung (mereka) selain Allah. ”barangsiapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka dia telah merugi dengan kerugian yang nyata." manakala mereka berlepas diri dari perlindungan Allah dan masuk kedalam perlindungan setan, maka mereka mendapatkan bagian kekalahan yang melimpah dan dijadikan bersandar kepada diri mereka, sehingga merugilah mereka dengan kerugian yang besar, padahal mereka mengira, ”bahwa mereka mendapat petunjuk” karena hakikat perkaranya telah terbalik bagi mereka. Mereka mengira bahwa yang batil adalah benar dan yang benar adalah batil. Ayat-ayat ini mengandung dalil bahwa perintah dan laranan berinduk kepada hikmah dan kemaslahatan, dimana Allah menyatakan bahwa Dia tidak mungkin memerintahkan sesuatu yang keji dan diingkari oleh akal, dan bahwa Dia tidak memerintahkan kecuali yang adil penuh keikhlasan.Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa hidayah akan didapatkan dengan karunia dan nikmat Allah, sementara kesesatan adalah jika Allah menelantarkan hamba, karena dengan kebodohan dan kezhalimannya dia menjadikan setan sebagai pelindung , dan dia menyebabkan kesesatan untuk dirinya sendiri, dan bahwa barangsiapa menduga dirinya diatas petunjuk padahal sebenarnya dia sesat, maka tidak ada udzur baginya (yakni udzurnya) tidak akan diterima karena dia tetap berpetualang mendapatkan petunjuk akan tetapi dugaannya itu datang kepadanya hanyalah dari kezhalimannya dengan berpaling dari jalan yang mengantarkan kepada petunjuk.

Sumber: https://tafsirweb.com/2484-surat-al-araf-ayat-30.html

Tafsir Al-Wajiz

30. Kalian akan kembali dalam 2 kelompok pada hari kiamat, yaitu kelompok yang bahagia yang dibimbing Allah untuk beriman dan beribadah. Yaitu orang-orang yang masuk Islam, dan kelompok yang bersedih, mereka tersesat karena buruknya pilihan mereka, mereka adalah orang-orang kafir.Sesungguhnya orang-orang kafir itu menjadikan setan sebagai penolong dan penyelamat selain Allah, sehingga setan-setan itu menempatkan mereka pada kemaksiatan dan mengubah sesuatu yang didakwahkan kepada mereka, sehingga mereka beranggapan bahwa mereka itu diberi petunjuk kepada kebenaran.

Sumber: https://tafsirweb.com/2484-surat-al-araf-ayat-30.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 28-30 Mujahid berkata bahwa orang-orang musyrik melakukan thawaf di Ka'bah dalam keadaan telanjang bulat. Mereka berkata,"Kami melakukan thawaf sebagaimana kami dilahirkan oleh ibu-ibu kami" dan para wanita meletakkan potongan kulit yang dijahit atau sesuatu pada farjinya Saya berkata,”Orang-orang Arab selain suku Quraisy, mereka tidak thawaf di Ka’bah dengan memakai pakaian mereka. Mereka memaknai halitu bahwa mereka tidak melakukan thawaf dengan memakai pakaian yang mereka gunakan untuk bermaksiat kepada Allah.Adapun orang-orang Quraisy yang dikenal dengan Al-Humsa melakukan thawaf dengan pakaian mereka. Dan orang yang dipinjami pakaian oleh orang Humsa, maka dia melakan thawaf dengan pakaian itu. dan orang yang mempunyai pakaian baru, maka dia melakukan thawaf dengan pakaian itu, kemudian dia membuangnya dan tidak ada seorang pun yang mengambilnya. Siapa saja yang tidak mempunyai pakaian baru, dan tidak dipinjami pakaian oleh orang Humsa, maka dia melakukan thawaf dengan keadaan telanjang bulat.Kebanyakan para wanita melakukan thawaf dalam keadaan telanjang pada malam hari. Ini merupakan sesuatu yang mereka buat-buat dan mereka ikuti dari nenek moyang mereka. Mereka meyakini bahwa perbuatan nenek moyang mereka itu disandarkan kepada perintah dan syariat Allah.Lalu Allah menyangkal hal itu. Dia berfirman: (Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya") Lalu Allah berfirman seraya menyangkal mereka: (Katakanlah) Wahai Muhammad, kepada orang-orang yang mengklaim demikian (Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji) yaitu apa yang kalian buat-buat itu adalah perkara yang keji dan mungkar, dan Allah tidak pernah memerintahkan hal seperti itu (Mengapa kalian mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kalian ketahui?) yaitu apakah kalian menyandarkan perkataan-perkataan yang tidak kalian ketahui kebenarannya kepada Allah?Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan”) yaitu keadilan dan perkara yang lurus (Dan (katakanlah), "Luruskanlah muka (diri) kalian di setiap salat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kalian kepada-Nya”) yaitu Allah memerintahkan kalian agar istiqamah dalam menyembahNya, yaitu dengan mengikuti para rasul yang dikuatkan dengan mukjizat-mukjizat dalam apa yang mereka sampaikan dan syariat-syariat yang mereka bawa yang berasal dari Allah, serta agar kalian ikhlas dalam beribadah hanya kepadaNya. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى tidak akan menerima amal, sampai dua rukun ini disatukan, yaitu agar benar dan sesuai dengan syariat, dan dikerjakan dengan ikhlas dan bersih dari kemusyrikan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya) (29) Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka) terjadi perbedaan pendapat tentang makna firmanNya (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya)) Ibnu Abi Najih meriwayatkan dari Mujahid tentang firmanNya: (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya)) bahwa Allah akan menghidupkan kalian setelah kematian kalian.Qatadah berkata tentang firmanNya: (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepada-Nya)) yaitu Allah memulai penciptaan, lalu Dia menciptakan mereka. dan sebelum itu mereka bukanlah sesuatu apapun, kemudian mereka mati, lalu Allah mengembalikan mereka. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya (Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan (demikian pula) kalian akan kembali (kepada-Nya) (29) Sebagian diberi-Nya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka) dia berkata,”sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى memulai penciptaan anak cucu Adam dalam keadaan mukmin dan kafir, sebagaimana Allah berfirman: (Dialah yang menciptakan kalian, maka di antara kalian ada yang kafir dan di antara kalian ada yang beriman) (Surah At-Taghabun: 2) Kemudian Dia mengembalikan mereka pada hari kiamat sebagaimana Dia memulai penciptaan merekaa dalam keadaan mukmin dan kafir.

Sumber: https://tafsirweb.com/2484-surat-al-araf-ayat-30.html

Informasi

Surat

الاعراف (Al-A'raf)

Tempat Tertinggi — 206 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

30 dari 206 ayat

Juz

Juz 8

Halaman

Halaman 153

Ruku

Ruku 124

Manzil

Manzil 2

Hizb

Hizb 31 (61/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-984 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-7